Angkasa Pura Layani 8,8 Juta Penumpang Lebaran 2026, Naik 6,4 Persen
- Selasa, 31 Maret 2026
JAKARTA - Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang pesawat yang dilayani di berbagai bandara di Indonesia.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat pertumbuhan positif tidak hanya dari sisi jumlah penumpang, tetapi juga frekuensi penerbangan, konektivitas rute, hingga tingkat kepuasan pengguna jasa bandara. Capaian ini menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pengelolaan angkutan udara selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sektor transportasi udara tetap menjadi pilihan utama masyarakat, meskipun di tengah berbagai tantangan operasional akibat tingginya volume perjalanan dalam waktu bersamaan.
Baca JugaProgram Bedah Rumah PKP 2026, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya
Jumlah Penumpang dan Penerbangan Meningkat
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melayani 8,8 juta penumpang pesawat, naik 6,4 persen dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran 2025 yang tercatat 8,3 juta selama periode Lebaran 2026 atau 13-29 Maret 2026.
“Operasional dan pelayanan bandara, serta kepatuhan terhadap regulasi, tetap terjaga di tengah tingginya lalu lintas penerbangan berkat kolaborasi yang sangat baik antara InJourney Airports dan stakeholders di bandara,” kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan resmi.
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga lebih tinggi menjadi sekitar 63.222 penerbangan atau naik 9 persen dari sebelumnya 58.019 penerbangan.
Data ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penerbangan yang cukup signifikan, seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan selama Lebaran.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Trafik tertinggi pada arus mudik ada pada 18 Maret 2026, yakni sebanyak 568.871 penumpang dan 4.044 penerbangan.
Sementara itu trafik tertinggi pada arus balik ada pada 29 Maret 2026 dengan 603.575 penumpang dan 3.869 penerbangan.
Angka tersebut menggambarkan titik-titik krusial dalam periode angkutan Lebaran, di mana bandara mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi. Momen ini menjadi ujian bagi pengelola bandara dalam menjaga kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang.
Optimalisasi Slot Time dan Extra Flight
Indikator kesuksesan kedua adalah utilisasi slot time penerbangan (ketersediaan waktu take off dan landing pesawat di bandara) yang secara total mencapai 82 persen.
“Pada periode tahun ini, bandara-bandara semakin optimal dengan utilisasi slot time mencapai 82 persen atau lebih tinggi dibandingkan periode tahun lalu sekitar 77 persen,” ujar Pahlevi.
Kemudian indikator kesuksesan ketiga adalah realisasi penerbangan tambahan (extra flight) yang tinggi mendekati 4.097 extra flight, jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 2.800 extra flight.
“Tingginya realisasi extra flight pada angkutan Lebaran tahun ini sebagai upaya InJourney Airports dan maskapai penerbangan untuk dapat mengakomodir permintaan perjalanan udara masyarakat baik pada arus mudik maupun arus balik,” ujar Pahlevi.
Optimalisasi slot time dan penambahan penerbangan ekstra menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sehingga kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Konektivitas dan Jumlah Maskapai Bertambah
InJourney juga mencatatkan peningkatan konektivitas penerbangan pada angkutan Lebaran 2026 dengan jumlah rute penerbangan di 37 bandara total mencapai 1.487 rute atau bertambah 53 rute dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025.
Sementara itu, jumlah maskapai penerbangan di 37 bandara pada tahun ini tercatat 247 maskapai atau bertambah 9 maskapai.
Peningkatan jumlah rute dan maskapai ini menunjukkan semakin luasnya jaringan penerbangan yang tersedia bagi masyarakat. Hal ini juga memberikan lebih banyak pilihan perjalanan serta meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.
Tingkat Kepuasan Penumpang dan Bandara Tersibuk
Di sisi lain, skor kepuasan pelanggan yang cukup tinggi berdasarkan hasil survei Customer Satisfaction (CSAT) terhadap sekitar 2.000 responden.
Untuk kepuasan secara keseluruhan terhadap pelayanan bandara (skor 4,8), lalu pengalaman perjalanan di bandara saat Ramadan (skor 4,81) dan penilaian terhadap ambience, dekorasi dan aktivitas bertema liburan yang ada di bandara (skor 4,78).
Adapun lima bandara tersibuk sepanjang angkutan Lebaran 2026 adalah Soekarno-Hatta Tangerang (3,01 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai Bali (1,08 juta penumpang), Juanda Surabaya (766.185 penumpang), Sultan Hasanuddin Makassar (566.552 penumpang) dan Kualanamu Deli Serdang (420.654 penumpang).
Capaian ini menegaskan bahwa tidak hanya jumlah penumpang yang meningkat, tetapi juga kualitas layanan yang tetap terjaga. Tingginya tingkat kepuasan menjadi indikator bahwa pengelolaan bandara selama periode padat tersebut berjalan dengan baik.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah penumpang, penerbangan, serta kualitas layanan menunjukkan keberhasilan Angkasa Pura dalam mengelola angkutan Lebaran 2026. Kolaborasi antar pemangku kepentingan serta strategi operasional yang tepat menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim liburan ini.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Proyek Blok Masela Dipercepat, Bahlil Sebut Nilai Investasi Bisa Rp300 Triliun
- Selasa, 31 Maret 2026
Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25 Persen, Fokus Jadi Low Cost Operator
- Selasa, 31 Maret 2026










