Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25 Persen, Fokus Jadi Low Cost Operator

Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25 Persen, Fokus Jadi Low Cost Operator
Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25 Persen, Fokus Jadi Low Cost Operator

JAKARTA - Di tengah tantangan industri minyak dan gas bumi yang semakin kompleks, PT Elnusa Tbk mulai menata ulang strategi bisnisnya agar tetap kompetitif sekaligus berkelanjutan. 

Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mengedepankan efisiensi sebagai kunci utama menghadapi dinamika global yang terus berubah.

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap berbagai tekanan, mulai dari fluktuasi harga minyak dunia hingga kondisi geopolitik yang tidak menentu. Dalam konteks ini, efisiensi operasional menjadi faktor krusial agar kegiatan hulu migas tetap berjalan optimal sekaligus mendukung target produksi nasional yang ambisius.

Baca Juga

IKN Diproyeksikan Tampung 4.000 ASN pada 2028, Ini Penjelasan Basuki

Direktur Utama PT Elnusa Tbk (ELSA) Litta Ariesca mengatakan bahwa perusahaan akan fokus menggarap lapangan marginal yang membutuhkan penanganan khusus melalui efisiensi berbasis teknologi. Menurutnya, strategi itu sekaligus merespons volatilitas harga minyak dunia, dinamika geopolitik, serta mendukung target pemerintah dalam mencapai produksi 1 Juta BOPD (Barel Minyak per Hari) dan 12 BSCFPD (Miliar Standar Kaki Kubik Gas per Hari).

“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15% sampai 20%, bahkan 25% lebih efisien daripada kegiatan operasi migas saat ini,” ujarnya dalam wawancara khusus yang disiarkan Youtube Bisnis.com bertajuk Bongkar Tuntas Hulu Migas Bersama Elnusa di Jakarta.

Strategi Efisiensi untuk Lapangan Marginal

Elnusa melihat lapangan marginal sebagai peluang yang masih bisa dioptimalkan dengan pendekatan berbeda. Lapangan jenis ini umumnya memiliki tingkat risiko lebih tinggi dan membutuhkan biaya operasional yang lebih efisien agar tetap ekonomis.

Untuk itu, perusahaan mengedepankan pemanfaatan teknologi sebagai tulang punggung operasional. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada penghematan biaya, tetapi juga peningkatan kecepatan dan keamanan kerja.

Dengan strategi tersebut, Elnusa berharap dapat menciptakan nilai tambah dari lapangan-lapangan yang sebelumnya dianggap kurang produktif. Efisiensi hingga 25% menjadi target realistis yang ingin dicapai melalui inovasi berkelanjutan.

Transformasi Teknologi dan Mindset Perusahaan

Untuk mendukung ambisi tersebut, Elnusa menetapkan tema besar tahun 2026 yaitu Rediscover Technology and Innovation Age. Fokus utamanya adalah mengubah tantangan lapangan migas yang menua (mature fields) dan berisiko tinggi menjadi peluang melalui inovasi teknologi yang lebih lincah dan adaptif (agile).

Lebih luas lagi, tema tersebut adalah tentang Mindset. Elnusa tidak hanya menciptakan atau menerapkan teknologi baru tetapi menciptakan ekosistem di mana setiap karyawan berpikir: "Bagaimana cara melakukan pekerjaan ini dengan lebih cepat, lebih aman, dan lebih murah menggunakan alat yang kita punya?"

Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh budaya kerja di dalam perusahaan. Dengan pola pikir yang lebih adaptif, setiap lini diharapkan mampu berkontribusi terhadap efisiensi dan inovasi.

Penguatan Sinergi dan Ekosistem Hulu Migas

Dalam menjalankan perannya di sektor hulu, Elnusa memiliki cakupan layanan yang cukup luas. Mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan yang sudah ada, semuanya menjadi bagian dari ekosistem bisnis perusahaan.

Elnusa juga terus memperkuat sinergi di internal Pertamina Group, termasuk kolaborasi dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina TI&I dalam pengembangan teknologi seperti vibroseis EOR serta alat inline inspection (ILI) untuk mengecek keandalan pipa migas nasional sepanjang 21.000 km.

“Alat ini (ILI) bisa dipakai untuk pengecekan awal sehingga kita mengetahui kapan sebenarnya harus ada maintenance dan lain-lain sebelum terjadi kebocoran,” kata Litta.

Kolaborasi ini menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap proses operasional berjalan lebih efektif sekaligus meminimalkan risiko di lapangan.

Kinerja Keuangan dan Operasional yang Tumbuh Positif

Sejalan dengan strategi ekspansi berbasis teknologi, Elnusa juga mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Hal ini menjadi indikasi bahwa langkah efisiensi dan diversifikasi yang dilakukan mulai menunjukkan hasil nyata.

Elnusa mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan, EBITDA Rp1,5 triliun, serta laba bersih Rp718 miliar dengan arus kas operasi mencapai Rp1,7 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi dalam tiga segmen utama, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi & konstruksi, marine vessel & barge, hingga layanan distribusi energi.

Pada segmen distribusi energi, pertumbuhan juga terlihat signifikan. Elnusa mencatat peningkatan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara tahunan, yang mencerminkan tingginya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah.

Diversifikasi Bisnis dan Ekspansi Pasar Global

Tidak hanya fokus pada bisnis inti, Elnusa juga mulai mengembangkan diversifikasi usaha untuk memperluas sumber pendapatan. Salah satu langkahnya adalah masuk ke sektor non-migas melalui jasa survei seismik untuk industri batubara.

Selain itu, perusahaan juga mulai merambah pasar internasional dengan pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke berbagai negara. Salah satu proyek yang telah berjalan adalah pengiriman ke Aljazair melalui kerja sama dengan mitra strategis.

Langkah ini menunjukkan bahwa Elnusa tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi juga berupaya memperkuat posisinya di tingkat global.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis, “Kami akan terus meng-upgrade teknologi agar dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi pencapaian target produksi nasional dan menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan,” katanya.

Dengan strategi yang terarah, efisiensi yang agresif, serta dukungan teknologi dan kolaborasi, Elnusa optimistis mampu menghadapi tantangan industri migas ke depan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga BBM Subsidi Aman di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Harga BBM Subsidi Aman di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Ganti dengan Biofuel Sawit B50

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Ganti dengan Biofuel Sawit B50

Update Harga BBM Nonsubsidi 31 Maret 2026, Pertamax hingga Vivo Terbaru

Update Harga BBM Nonsubsidi 31 Maret 2026, Pertamax hingga Vivo Terbaru

Rekomendasi 5 Rumah Murah Subsidi di Majalengka, Harga Mulai Rp150 Juta

Rekomendasi 5 Rumah Murah Subsidi di Majalengka, Harga Mulai Rp150 Juta

Update Harga Pangan Hari Ini 31 Maret 2026, Cabai Daging dan Telur Turun

Update Harga Pangan Hari Ini 31 Maret 2026, Cabai Daging dan Telur Turun