Proyek Blok Masela Dipercepat, Bahlil Sebut Nilai Investasi Bisa Rp300 Triliun
- Selasa, 31 Maret 2026
JAKARTA - Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan melalui berbagai proyek strategis.
Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah pengembangan Blok Masela yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong Indonesia menjadi pemain utama di industri gas global. Dengan nilai investasi yang terus berkembang, proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan.
Langkah percepatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang memengaruhi sektor energi. Selain itu, pengembangan Blok Masela juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.
Baca JugaIKN Diproyeksikan Tampung 4.000 ASN pada 2028, Ini Penjelasan Basuki
Nilai Investasi Blok Masela Terus Meningkat
Pemerintah mempercepat pengembangan proyek strategis Blok Masela sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pemain utama gas dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek tersebut saat ini memiliki nilai investasi awal sebesar US$20,9 miliar dan berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik global.
“Total proyek Blok Masela saat ini US$20,9 miliar. Namun dengan perkembangan geopolitik, kemungkinan besar nilainya bisa meningkat hingga sekitar Rp300 triliun lebih saat implementasi,” ujar Bahlil.
Peningkatan nilai investasi ini mencerminkan besarnya potensi yang dimiliki proyek tersebut, sekaligus menunjukkan tingginya perhatian global terhadap sektor energi Indonesia.
Peran Strategis dalam Ketahanan Energi Nasional
Menurutnya, percepatan proyek ini menjadi prioritas langsung Presiden Prabowo Subianto, mengingat peran strategis Blok Masela sebagai salah satu lapangan migas raksasa dengan potensi produksi mencapai 1.200 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Dalam industri minyak dan gas bumi, istilah ini digunakan sebagai satuan untuk mengukur laju aliran gas alam. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya adalah Juta Standar Kaki Kubik per Hari.
“Kalau proyek ini berjalan cepat, ketahanan energi nasional di sektor migas akan semakin kuat dan Indonesia bisa menjadi salah satu pemain gas dunia,” katanya.
Dengan kapasitas produksi yang besar, Blok Masela diharapkan mampu menjadi tulang punggung pasokan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Target Tender dan Optimalisasi Pasar Domestik
Bahlil menambahkan, pemerintah menargetkan proses tender engineering, procurement, and construction (EPC) dimulai pada 2026, bersamaan dengan penyelesaian keputusan investasi final (final investment decision/FID).
Selain itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi pasar domestik untuk hasil produksi gas. Ia menyebut kemungkinan keterlibatan entitas nasional dalam menyerap produksi, termasuk melalui penguatan hilirisasi.
“Kita minta kalau pasar luar belum sepenuhnya jelas, bisa diserap dalam negeri untuk memperkuat hilirisasi,” ujarnya.
Langkah ini menjadi strategi penting agar hasil produksi tidak hanya bergantung pada pasar ekspor, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri.
Sejalan dengan Agenda Transisi Energi
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa percepatan Blok Masela berjalan seiring dengan agenda transisi energi. Pemerintah tetap mendorong pengembangan energi baru terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, surya, dan angin.
“Geopolitik global tidak pasti, jadi semua potensi energi—geothermal, air, matahari, angin—selama teknologinya tersedia dan efisien, akan kita dorong,” katanya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi jangka pendek dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
Kepercayaan Investor Global Terus Menguat
Dia juga menegaskan bahwa tingginya minat investasi di sektor energi mencerminkan kepercayaan global terhadap Indonesia yang semakin kuat. Dengan percepatan proyek Blok Masela dan penguatan energi terbarukan, pemerintah optimistis dapat menjaga keseimbangan antara ketahanan energi jangka pendek dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
“Kepercayaan internasional terhadap Indonesia semakin solid, ini terlihat dari besarnya komitmen investasi yang masuk,” tandas Bahlil.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pengembangan Blok Masela diharapkan tidak hanya memperkuat sektor energi, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mitra Adiperkasa Raup Rp43,08 Triliun Sepanjang 2025, Pendapatan Naik Tajam
- Selasa, 31 Maret 2026
Blibli Catat Pendapatan Rp22,36 Triliun Sepanjang Tahun 2025 Naik Tajam
- Selasa, 31 Maret 2026
Jadwal KRL Solo Jogja 31 Maret 2026 Lengkap, Tarif Rp8.000 dan Rute Semua Stasiun
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
3.
4.
Rekomendasi Mobil 200 Jutaan dengan Fitur Lengkap
- 31 Maret 2026
5.
8 Wisata Alam Bogor untuk Liburan, Sejuk dan Seru
- 31 Maret 2026



_catat_laba_bersih_rp3,66_triliun_di_2025,_tumbuh_13,09_persen_didorong_kinerja_distribusi_dan_obat_resep.jpg)







