Prabowo Dorong Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Secara Cepat Masif Nasional 2026

Prabowo Dorong Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Secara Cepat Masif Nasional 2026
Prabowo Dorong Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Secara Cepat Masif Nasional 2026

JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya pekerja di kawasan industri. 

Kali ini, fokus diarahkan pada pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Arahan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar proyek ini dikerjakan secara cepat dan dalam skala besar untuk menjawab kebutuhan perumahan di wilayah padat industri.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa instruksi Presiden telah diterima dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan pihak terkait. Program ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk menyediakan hunian vertikal bagi para buruh dan pekerja yang selama ini menjadi kelompok penerima utama rumah subsidi.

Baca Juga

Indonesia Luncurkan B57+ di IES 2026, Bidik Jadi Hub Bisnis Dunia Islam

Arahan Presiden: Bangun Cepat dan Masif

Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan khusus pada kecepatan dan skala pembangunan rusun subsidi di Meikarta. Arahan tersebut disampaikan kepada Menteri PKP dalam laporan langsung terkait kesiapan proyek.

“Saya juga sudah laporkan langsung kepada Bapak Presiden. Arahan Presiden, bangun dengan cepat dan masif,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.

Untuk mempercepat realisasi, Kementerian PKP juga melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, termasuk Hashim Djojohadikusumo dan Rosan Roeslani. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat dukungan dari sisi pembiayaan, perencanaan, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

Maruarar menegaskan bahwa proyek rusun subsidi di Meikarta bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari kebijakan besar pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau di wilayah dengan aktivitas industri tinggi.

Jadwal Pembangunan Dimulai Mei 2026

Tahapan awal pembangunan rusun subsidi di Meikarta direncanakan mulai berjalan pada Mei 2026. Menurut Maruarar, waktu tersebut menjadi target realistis agar seluruh persiapan administratif dan teknis dapat diselesaikan lebih dulu.

“Tahapannya saya berharap paling lama Mei (2026)-lah ya,” kata Ara.

Proyek ini dirancang sebagai hunian vertikal yang diperuntukkan bagi pekerja dan buruh di kawasan industri sekitar Bekasi dan Karawang. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, sehingga kebutuhan hunian yang dekat dengan tempat kerja menjadi sangat penting untuk menekan biaya hidup dan meningkatkan kualitas hidup para pekerja.

Keputusan memilih Meikarta sebagai lokasi awal juga didukung oleh status lahan yang dinyatakan siap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menyebut bahwa lahan Meikarta untuk pendirian rusun subsidi sudah “clean and clear”, sehingga tidak ada kendala hukum yang menghambat pembangunan.

Dukungan Pemerintah Daerah Jawa Barat

Pemerintah pusat juga telah memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maruarar mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) pada Kamis, 22 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, pembangunan rusun subsidi di Meikarta mendapatkan lampu hijau.

“Saya datang kepada Pak KDM. Apalagi kita tahu cukup banyak bencana yang ada di Jawa Barat sekarang. Jadi saya tanya, dan beliau memang sangat setuju karena itu kan ke atas (pembangunannya),” ujar Maruarar.

Menurutnya, pembangunan hunian vertikal dinilai lebih sesuai dengan kondisi wilayah Jawa Barat yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta keterbatasan lahan. Bekasi hingga Karawang menjadi contoh kawasan dengan konsentrasi industri besar yang membutuhkan solusi hunian efisien dan terjangkau.

Berdasarkan data Kementerian PKP, penerima rumah subsidi selama ini mayoritas berasal dari kalangan pekerja dan buruh. Bahkan, kuota rumah subsidi tapak terus ditingkatkan karena permintaannya yang sangat tinggi.

“Dari data kita, selama ini rumah subsidi tapak itu paling banyak adalah pekerja atau buruh. Bahkan sampai saya naikkan kuotanya dua kali, pertama 20.000, 40.000, terakhir 60.000 juga masih lebih,” kata dia.

Bandung Barat Jadi Lokasi Alternatif Berikutnya

Selain Meikarta, pemerintah juga mulai memetakan lokasi alternatif untuk pembangunan rusun subsidi di Jawa Barat. Salah satu wilayah yang masuk dalam pertimbangan adalah Bandung Barat, yang memiliki tingkat kepadatan tinggi serta dekat dengan kawasan industri.

“Kita akan meninjau untuk lokasi yang kedua di Bandung Barat, yang daerah padat dan dekat industrinya,” ujar Maruarar.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan rusun subsidi tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi akan diperluas sesuai kebutuhan daerah. Setelah Jawa Barat, Maruarar juga berencana melakukan kunjungan ke Provinsi Banten dan sejumlah provinsi lain untuk menjajaki peluang pembangunan serupa.

Pemerintah menilai bahwa pembangunan rusun subsidi di kawasan industri dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan backlog perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang bekerja di sektor manufaktur dan jasa.

Pengembang Siap Dilibatkan untuk Percepatan

Untuk memastikan target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal, Kementerian PKP akan segera mengundang para pengembang yang bergerak di bidang rumah susun subsidi. Keterlibatan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi proyek di lapangan.

“Nanti pengembang-pengembang rumah susun subsidi juga akan kita undang segera satu-satu. Sudah saya komunikasikan semua, sehingga nanti kita bisa bekerja dengan cepat,” pungkas Maruarar.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pengembang, proyek rusun subsidi di Meikarta diharapkan menjadi model pembangunan hunian vertikal bagi pekerja industri di wilayah lain. Arahan Presiden Prabowo yang menekankan kecepatan dan skala besar menjadi sinyal bahwa program perumahan rakyat akan terus menjadi prioritas nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui pembangunan rusun subsidi ini, pemerintah tidak hanya berupaya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga memperkuat daya saing kawasan industri dengan memastikan pekerjanya memiliki hunian layak, dekat dengan tempat kerja, dan terjangkau secara ekonomi.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bappenas Dorong Integrasi Data SDI untuk Arah Pembangunan Nasional

Bappenas Dorong Integrasi Data SDI untuk Arah Pembangunan Nasional

Harga Token Listrik PLN Periode Januari 2026 Tetap Stabil, Begini Cara Hitung kWh

Harga Token Listrik PLN Periode Januari 2026 Tetap Stabil, Begini Cara Hitung kWh

Porsche Siap Debutkan Cayenne Listrik Bertenaga 1.156 Hp di Beijing 2026

Porsche Siap Debutkan Cayenne Listrik Bertenaga 1.156 Hp di Beijing 2026

China Berlakukan Standar Nasional Sistem Kemudi Elektronik Kendaraan Mulai 2026 Resmi

China Berlakukan Standar Nasional Sistem Kemudi Elektronik Kendaraan Mulai 2026 Resmi

Inilah Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru di SPBU Selasa 27 Januari 2026 Lengkap di Seluruh Wilayah

Inilah Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru di SPBU Selasa 27 Januari 2026 Lengkap di Seluruh Wilayah