PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional

PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional
PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional

JAKARTA - Alih-alih memulai dari pembiayaan semata, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memilih jalur yang berbeda dalam menjalankan perannya di industri keuangan. 

Lembaga ini memposisikan pemberdayaan sebagai fondasi utama sebelum modal usaha disalurkan kepada nasabah. Pendekatan tersebut membuat PNM tidak hanya hadir sebagai penyedia dana, tetapi juga sebagai pendamping yang membangun kesiapan usaha sejak tahap paling awal.

Model ini menempatkan perempuan prasejahtera sebagai fokus utama. Bagi PNM, pemberdayaan kelompok tersebut bukan sekadar program tambahan, melainkan identitas dan keunggulan yang membedakan layanan mereka dengan lembaga keuangan lain. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap nasabah tidak hanya menerima pembiayaan, tetapi juga dibekali kemampuan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga

Sriwijaya Capital Perkuat Transisi Energi Indonesia Lewat Investasi PLTS

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar secara rutin di berbagai wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi, keterampilan, dan kepercayaan diri nasabah dalam menjalankan usaha.

Pemberdayaan Sebagai Titik Awal Pembiayaan

Berbeda dengan pola umum lembaga keuangan yang langsung menyalurkan kredit, PNM memulai prosesnya dari sisi penguatan kapasitas. Pendampingan dilakukan sejak calon nasabah belum memiliki usaha, hingga mereka mampu menjalankan usaha yang stabil dan berkembang. Konsep ini menjadikan pemberdayaan sebagai bagian inti dari proses pembiayaan, bukan sekadar pelengkap.

Pendekatan tersebut juga membentuk hubungan yang lebih erat antara PNM dan nasabah. Perempuan prasejahtera yang menjadi sasaran utama tidak hanya diposisikan sebagai penerima modal, tetapi sebagai mitra yang tumbuh bersama. Dalam konteks industri keuangan, strategi ini menciptakan layanan yang memiliki dampak sosial nyata, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha para nasabah.

Komitmen ini terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan. Program PKU Akbar menjadi salah satu sarana utama untuk mentransfer pengetahuan praktis yang dibutuhkan pelaku usaha mikro, mulai dari pengelolaan keuangan hingga penguatan produk.

PKU Akbar Surabaya Jangkau Ratusan Nasabah

Pelaksanaan terbaru PKU Akbar berlangsung di Surabaya dengan melibatkan sedikitnya 500 nasabah. Dalam beberapa kesempatan, jumlah peserta bahkan dapat mencapai ribuan orang. Cakupan kegiatan ini diperkuat oleh jaringan PNM Cabang Surabaya yang memiliki 166 kantor unit, terdiri atas 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar. Jaringan tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota dan menjangkau 128 kecamatan.

Melalui PKU Akbar, para nasabah memperoleh berbagai pelatihan yang langsung menyentuh kebutuhan usaha. Materi yang diberikan mencakup literasi keuangan, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga keterampilan praktis untuk mengembangkan produk. Seluruh rangkaian pelatihan ini disediakan secara gratis.

PKU Akbar Surabaya diawali dengan coaching clinic interaktif. Pada sesi berbagi bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, nasabah mendapatkan pemahaman mengenai legalitas usaha. Mereka juga diberi kesempatan berkonsultasi langsung untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Selain itu, kelas memasak dan kerajinan tangan digelar dengan metode praktik langsung. Pendekatan ini memungkinkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Penguatan Legalitas dan Keterampilan Usaha

Salah satu fokus penting dalam PKU Akbar adalah aspek legalitas dan tata kelola usaha. Banyak pelaku usaha mikro yang sebelumnya menjalankan bisnis secara informal, tanpa izin dan pencatatan keuangan yang rapi. Melalui program ini, mereka dibekali pemahaman tentang pentingnya legalitas sebagai dasar pengembangan usaha.

Proses konsultasi pendaftaran NIB dan sertifikasi halal memberikan akses langsung bagi nasabah untuk mengurus dokumen penting yang selama ini dianggap rumit. Dengan legalitas yang jelas, peluang usaha untuk berkembang menjadi lebih besar, termasuk dalam mengakses pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, pelatihan keterampilan praktis seperti memasak dan kerajinan tangan juga memperkaya kemampuan produksi nasabah. Kegiatan ini membuka ruang kreativitas sekaligus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Pendekatan komprehensif tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas individu sebagai pelaku usaha.

“Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha,” ujar salah satu peserta yang memiliki usaha Nastar Semanggi (NAGI).

Testimoni tersebut menggambarkan perubahan nyata yang dirasakan nasabah, dari sekadar berjualan menjadi lebih terstruktur dalam mengelola usaha.

Model Bisnis Berbasis Pendampingan

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan merupakan inti dari model bisnis PNM. “Kami percaya pembiayaan akan jauh lebih berdampak jika didahului dan disertai pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha. Melalui PKU Akbar, nasabah tidak hanya belajar dari para ahli, tetapi juga dari sesama pelaku usaha yang telah lebih dulu berkembang. Inilah ekosistem belajar yang membuat mereka lebih siap naik kelas,” jelas Dodot.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PNM tidak memandang keberhasilan semata dari penyaluran dana, melainkan dari peningkatan kapasitas dan kemandirian nasabah. Ekosistem belajar yang dibangun melalui PKU Akbar mempertemukan nasabah dengan para ahli, instansi pemerintah, serta sesama pelaku usaha.

Rangkaian kegiatan PKU Akbar juga diperkuat dengan talkshow bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta bazaar yang menghadirkan 20 UMKM binaan. Bazaar ini membuka ruang promosi sekaligus memperluas jejaring usaha para nasabah.

Melalui kombinasi pendampingan, pelatihan, dan pembiayaan, PNM membangun model layanan keuangan yang berorientasi pada dampak sosial. Fokus pada perempuan prasejahtera menjadikan pendekatan ini relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran PNM dalam industri keuangan nasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pelindo Jasa Maritim Bukukan Pendapatan Rp8,74 Triliun pada 2025 dari Bisnis

Pelindo Jasa Maritim Bukukan Pendapatan Rp8,74 Triliun pada 2025 dari Bisnis

Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026

Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026

Perkuat Entitas Luar Negeri, Anak Usaha BUMA Suntik Modal ke BUMA SG

Perkuat Entitas Luar Negeri, Anak Usaha BUMA Suntik Modal ke BUMA SG

CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia

CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia

DAMRI Resmi Buka Rute Wisata Jogja–Semarang Mulai 27 Januari 2026, Lewati Borobudur dan Kota Lama

DAMRI Resmi Buka Rute Wisata Jogja–Semarang Mulai 27 Januari 2026, Lewati Borobudur dan Kota Lama