Sriwijaya Capital Perkuat Transisi Energi Indonesia Lewat Investasi PLTS
- Selasa, 27 Januari 2026
JAKARTA - Komitmen sektor swasta dalam mendukung peralihan energi nasional kembali terlihat melalui langkah strategis Sriwijaya Capital.
Perusahaan private equity ini resmi menanamkan modal besar di sektor energi surya sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan di Indonesia. Investasi ini sekaligus menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap proyek-proyek hijau seiring dengan target pemerintah menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.
Langkah Sriwijaya Capital tersebut tidak hanya mencerminkan kepercayaan terhadap prospek energi surya, tetapi juga menegaskan peran penting kolaborasi antara investor dan pengembang lokal dalam menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan. Melalui investasi ini, proyek-proyek PLTS di berbagai daerah diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi bauran energi nasional.
Baca JugaPEMA dan PGN Percepat Hilirisasi Gas untuk Mendorong Kebangkitan Ekonomi Aceh
Investasi Strategis Sriwijaya Capital di Sektor Surya
Perusahaan private equity Sriwijaya Capital mengumumkan investasi hingga 20 juta dolar AS di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), perusahaan pengembang energi surya yang menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada digaris depan transisi energi Indonesia,” ujar Founder dan Chairman Sriwijaya Capital Arsjad Rasjid dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Investasi tersebut menandai langkah Sriwijaya Capital masuk ke sektor energi terbarukan di tengah upaya pemerintah Indonesia mendorong transisi energi dan menekan ketergantungan pada energi fosil. Dengan masuknya Sriwijaya Capital ke sektor ini, pengembangan energi surya diharapkan mendapat suntikan modal yang lebih kuat serta dukungan strategis dari sisi manajemen dan jaringan bisnis.
Momentum Transisi Energi dan Target NZE 2060
Kemitraan tersebut hadir di tengah momentum transisi energi Indonesia. Target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang ditetapkan pemerintah, merupakan peluang pertumbuhan bagi pengembang energi terbarukan. Kebijakan ini mendorong sektor swasta untuk berperan lebih aktif dalam pengembangan energi bersih, termasuk melalui investasi langsung di proyek PLTS.
Dukungan dari Sriwijaya Capital dan potensi energi terbarukan Indonesia menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan SESNA. SESNA memiliki portofolio PLTS ground-mounted dan rooftop, termasuk Battery Energy Storage Solutions (BESS). Keberadaan sistem penyimpanan energi ini menjadi nilai tambah penting karena dapat menjaga stabilitas pasokan listrik dari energi surya yang bersifat intermiten.
Dengan semakin banyaknya proyek PLTS yang dikembangkan, kontribusi energi surya terhadap bauran energi nasional diharapkan meningkat secara bertahap. Investasi ini juga menjadi contoh bagaimana sektor keuangan dapat berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan agenda energi bersih.
Profil SESNA dan Pengalaman Pengembangan Proyek
PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) adalah perusahaan energi terbarukan asal Indonesia yang berfokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sejak 2013. Sejak awal berdiri, perusahaan ini memposisikan diri sebagai pengembang yang menggarap proyek-proyek surya dengan pendekatan teknologi dan keberlanjutan.
Perusahaan tersebut aktif mengembangkan proyek-proyek tenaga surya untuk sektor pertambangan dan captive, serta sektor komersial dan industri. Segmentasi pasar ini menunjukkan bahwa energi surya tidak hanya diarahkan untuk jaringan listrik umum, tetapi juga untuk kebutuhan industri yang membutuhkan pasokan energi stabil dan efisien.
Hingga saat ini, SESNA telah mengembangkan lebih dari 30 megawatt–peak (MWp) proyek surya dengan BESS yang telah beroperasi dan memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp. Angka ini mencerminkan kapasitas pengalaman perusahaan dalam mengelola proyek energi terbarukan dalam berbagai skala. Pipeline yang besar juga menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat luas dalam beberapa tahun ke depan.
Pengembangan PLTS Terintegrasi di Sulawesi Tengah
Investasi Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 Megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah. Proyek ini menjadi salah satu inisiatif besar yang diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik berbasis energi bersih di wilayah tersebut.
Pengembangan PLTS dengan sistem penyimpanan energi terintegrasi memberikan keuntungan ganda. Selain memanfaatkan potensi sinar matahari yang melimpah, sistem BESS memungkinkan listrik yang dihasilkan pada siang hari disimpan untuk digunakan saat malam atau saat produksi menurun. Hal ini meningkatkan keandalan energi surya sebagai sumber listrik utama maupun pendukung.
“Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar,” ujar Chief Executive Officer SESNA Rico Syah Alam.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa suntikan dana dan dukungan strategis dari investor akan mempercepat realisasi proyek-proyek yang telah direncanakan. Dengan proyek di Sulawesi Tengah sebagai salah satu fokus utama, SESNA diharapkan dapat memperluas jangkauan pengembangan PLTS ke wilayah lain di Indonesia.
Peran Swasta dalam Percepatan Energi Terbarukan
Masuknya Sriwijaya Capital ke sektor energi surya memperlihatkan semakin besarnya peran sektor swasta dalam mendukung kebijakan energi nasional. Pemerintah memang memiliki target ambisius untuk menurunkan emisi karbon, namun realisasi di lapangan sangat bergantung pada keterlibatan investor dan pengembang energi terbarukan.
Investasi ini juga mencerminkan kepercayaan terhadap potensi energi surya Indonesia yang besar, baik dari sisi geografis maupun permintaan pasar. Dengan wilayah tropis yang mendapat paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki modal alam yang kuat untuk mengembangkan PLTS secara masif.
Secara keseluruhan, investasi Sriwijaya Capital di SESNA menjadi langkah konkret dalam mendukung transisi energi nasional. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas pengembangan proyek PLTS, tetapi juga mempercepat pemanfaatan energi bersih sebagai alternatif energi fosil. Dengan dukungan modal, teknologi, dan kebijakan yang sejalan, proyek-proyek energi surya di Indonesia diharapkan dapat t
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026
- Selasa, 27 Januari 2026
CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia
- Selasa, 27 Januari 2026
PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional
- Selasa, 27 Januari 2026
Daftar Terbaru Harga HP Infinix 2026 untuk Seluruh Seri dari Entry Level hingga Gaming
- Selasa, 27 Januari 2026
Intip Bocoran Desain Samsung Galaxy A57 Ungkap Bodi Lebih Tipis dan Ringan
- Selasa, 27 Januari 2026
Berita Lainnya
Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026
- Selasa, 27 Januari 2026
Perkuat Entitas Luar Negeri, Anak Usaha BUMA Suntik Modal ke BUMA SG
- Selasa, 27 Januari 2026
CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia
- Selasa, 27 Januari 2026
PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional
- Selasa, 27 Januari 2026







