China Berlakukan Standar Nasional Sistem Kemudi Elektronik Kendaraan Mulai 2026 Resmi
- Selasa, 27 Januari 2026
JAKARTA - Pemerintah China mengambil langkah strategis dalam mengatur teknologi otomotif masa depan dengan merilis standar nasional wajib terkait sistem kemudi kendaraan.
Aturan ini disusun sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi kendaraan pintar dan sistem kemudi elektronik yang semakin luas digunakan oleh produsen otomotif. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada 1 Juli 2026 dan akan menjadi acuan teknis bagi industri otomotif di negara tersebut.
Standar baru ini menetapkan persyaratan teknis serta metode pengujian untuk sistem kemudi elektronik atau steer-by-wire (SbW). Selain itu, aturan ini juga mencakup ketentuan keselamatan fungsional untuk sistem kemudi tradisional dan perangkat kemudi tambahan. Dengan diberlakukannya regulasi ini, pemerintah China ingin memastikan bahwa adopsi teknologi kemudi berbasis elektronik tetap mengutamakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Baca JugaPorsche Siap Debutkan Cayenne Listrik Bertenaga 1.156 Hp di Beijing 2026
Berbeda dengan sistem kemudi konvensional yang mengandalkan mekanisme mekanik dan hidrolik, teknologi steer-by-wire sepenuhnya memanfaatkan sinyal elektronik untuk mengendalikan arah kendaraan. Sistem ini memungkinkan fleksibilitas desain yang lebih besar serta meningkatkan presisi dalam pengendalian mobil. Karena itu, SbW dianggap sebagai fondasi penting bagi pengembangan kendaraan pintar dan otonom di masa depan.
Perkembangan Teknologi Kemudi Elektronik
Teknologi steer-by-wire terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan kendaraan yang lebih cerdas dan terhubung. Mobil pintar tidak hanya mengedepankan elektrifikasi dan kemampuan mengemudi otonom, tetapi juga integrasi sistem digital yang kompleks. Dalam konteks ini, sistem kemudi elektronik memainkan peran sentral karena menghubungkan perintah pengemudi dengan respons kendaraan melalui sistem kontrol elektronik.
Pasar global untuk teknologi SbW diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Nilainya diperkirakan akan meningkat dari 4,61 miliar dolar AS pada tahun 2025 menjadi 7,21 miliar dolar AS pada tahun 2031. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi industri ini sekaligus pentingnya regulasi yang jelas untuk mengatur standar keselamatan dan kinerja teknologi tersebut.
Dengan diterapkannya standar nasional, China menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif mendorong regulasi sejalan dengan inovasi otomotif. Regulasi ini juga diharapkan dapat mempercepat adopsi sistem kemudi elektronik sekaligus meminimalkan risiko teknis yang mungkin muncul dalam penggunaannya.
Fokus pada Penguatan Jaminan Keselamatan
Bagian pertama dari standar nasional ini menitikberatkan pada penguatan jaminan keselamatan. Fokus utama terletak pada peningkatan ketentuan penanganan kegagalan sistem kemudi elektronik. Regulasi ini mengatur strategi respons keselamatan dalam berbagai skenario kegagalan, seperti gangguan sumber daya listrik, kegagalan transmisi kontrol, maupun kegagalan transmisi energi.
Tujuan dari ketentuan ini adalah memastikan kendaraan tetap berada dalam kondisi aman meskipun terjadi gangguan pada sistem elektronik. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah China ingin menjamin bahwa teknologi steer-by-wire tidak hanya unggul dalam performa, tetapi juga memiliki sistem perlindungan yang memadai terhadap risiko kegagalan teknis.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan kendaraan modern yang semakin bergantung pada perangkat lunak dan sistem kontrol elektronik. Tanpa standar keselamatan yang ketat, potensi risiko terhadap pengemudi dan penumpang dapat meningkat seiring kompleksitas teknologi yang digunakan.
Peningkatan Mekanisme Alarm dan Keandalan Sistem
Bagian kedua dari standar nasional mengatur peningkatan mekanisme alarm. Regulasi ini menetapkan metode peringatan terhadap kondisi penuaan sistem dan penurunan kinerja kemudi elektronik. Dengan adanya alarm yang jelas dan terukur, potensi risiko dapat dikurangi, sekaligus memastikan sistem kemudi elektronik dapat beroperasi secara aman dalam jangka panjang.
Sementara itu, bagian ketiga dari standar tersebut menekankan pentingnya memastikan pengoperasian yang andal. Mengingat sistem kemudi elektronik sepenuhnya dikendalikan oleh perangkat lunak, ketentuan ini mengatur persyaratan keselamatan fungsional untuk sistem kontrol elektronik. Aturan tersebut bertujuan mencegah risiko tidak wajar yang disebabkan oleh gangguan atau kelainan fungsi sistem listrik dan elektronik.
Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa kendaraan modern bukan lagi sekadar mesin mekanis, melainkan sistem digital yang kompleks. Oleh karena itu, keandalan perangkat lunak dan sistem elektronik menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan berkendara.
Penguatan Implementasi dan Penegakan Standar
Bagian keempat dari standar nasional China berfokus pada penguatan implementasi aturan. Dalam bagian ini, persyaratan uji verifikasi keselamatan fungsional dimodifikasi dan diperjelas. Regulasi tersebut menguraikan kasus uji dasar yang dapat digunakan sebagai acuan teknis bagi lembaga pengujian dan inspeksi.
Ketentuan ini memberikan dasar yang jelas bagi proses peninjauan dokumen, evaluasi sistem, serta verifikasi pengujian. Dengan adanya standar yang terstruktur, proses pengawasan terhadap penerapan teknologi kemudi elektronik dapat dilakukan secara lebih sistematis dan transparan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah China untuk tidak hanya mengatur teknologi melalui dokumen kebijakan, tetapi juga memastikan pelaksanaannya di lapangan berjalan sesuai ketentuan. Dengan demikian, standar nasional ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan keamanan kendaraan yang menggunakan sistem kemudi elektronik.
Melalui penerapan regulasi ini, China memperkuat posisinya dalam pengembangan kendaraan pintar dan otonom. Standar nasional tersebut menjadi fondasi penting bagi industri otomotif untuk berinovasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Dengan kombinasi antara teknologi canggih dan regulasi yang ketat, arah pengembangan sistem kemudi elektronik di China diharapkan semakin terarah dan berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026
- Selasa, 27 Januari 2026
CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia
- Selasa, 27 Januari 2026
PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional
- Selasa, 27 Januari 2026
Daftar Terbaru Harga HP Infinix 2026 untuk Seluruh Seri dari Entry Level hingga Gaming
- Selasa, 27 Januari 2026
Intip Bocoran Desain Samsung Galaxy A57 Ungkap Bodi Lebih Tipis dan Ringan
- Selasa, 27 Januari 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi 5 Rumah MurahTerjangkau di Sragen dengan Harga Mulai Rp150 Jutaan
- Selasa, 27 Januari 2026
Harga Pangan Nasional Awal Pekan Terpantau Turun Cabai Merah hingga Daging Sapi Melandai
- Senin, 26 Januari 2026
Margin Tujuh Persen Bulog Ditegaskan sebagai Skema Kompensasi Penugasan Negara
- Senin, 26 Januari 2026
BPJPH Perkuat Sinkronisasi Aturan Lintas Lembaga Sambut Wajib Halal 2026
- Senin, 26 Januari 2026











