RI-Swiss Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Teknisi PLTS Lokal

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 06 Juli 2026
RI-Swiss Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Teknisi PLTS Lokal
RI-Swiss Perkuat SDM PLTS. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Pemerintahan menargetkan pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW sebagai agenda utama demi menggapai kemandirian energi.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM menegaskan, kesiapan tenaga kerja setempat merupakan syarat utama keberlangsungan rencana tersebut.

Kepala Pusat PPSDM KEBTKE Edi Wibowo mewakili Kepala BPSDM ESDM mengungkapkan hal itu dalam forum Bincang Energi “Menuju 100 GW” yang diselenggarakan METI bersama RESD di Jakarta, Selasa (30/6).

“Dari pengalaman di lapangan, banyak infrastruktur energi yang sudah terbangun namun tidak berjalan optimal karena tidak bisa merawatnya. Ini yang harus kita pecahkan lebih dulu,” tegas Edi.

Pihak dari Sumbernya menekankan warga setempat wajib diikutsertakan sejak permulaan rencana, dibina serta disertifikasi guna mengoperasikan dan memelihara sistem.

“Bukan baru dilatih setelah semuanya terpasang. Tantangan kita sekarang adalah memastikan ekosistem pelatihan dan sertifikasi bisa bergerak secepat laju pembangunannya,” ujarnya.

Pihak dari Sumbernya menyebut sejumlah rencana listrik pedesaan beroperasi di bawah kemampuan atau terbengkalai setelah pemasangan.

Pemicunya adalah minimnya dana perawatan, keterbatasan suku cadang, serta belum memadainya sistem pemantauan jarak jauh.

Plt. Ketua Umum METI Norman Ginting menyebut kemampuan SDM merupakan syarat utama kesuksesan 100 GW, baik dari sisi jumlah maupun mutu.

“Sebagai platform yang menyatukan pemerintah, industri, dan akademisi, kami mendorong kolaborasi dan aksi nyata agar kesiapan SDM lokal menjadi prioritas,” kata Norman.

Sebagai ikhtiar penguatan, BPSDM ESDM bersama Pemerintahan Swiss melalui SECO menjalankan Renewable Energy Skills Development Project (RESD).

Sejak 2020, gerakan ini telah mencetak 950 sarjana terapan serta teknisi energi terbarukan.

Tahap 2 tahun 2025-2028 akan diperluas ke 19 politeknik serta lembaga vokasi.

“Masyarakat setempat tidak cukup hanya menerima infrastruktur PLTS; mereka harus mampu mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri,” kata Team Leader RESD Dian Elvira Rosa.

Pertemuan ini turut menghadirkan PLN, IBEKA, SEI, Dewan Energi Nasional, serta BPVP Banda Aceh guna memastikan setiap rencana energi terbarukan ke depan mengintegrasikan pemberdayaan tenaga kerja setempat. 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua