BPH Migas dan Pertamina Percepat Distribusi BBM di Jawa Timur

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 03 Juli 2026
BPH Migas dan Pertamina Percepat Distribusi BBM di Jawa Timur
penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) (FOTO: NET)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur telah kembali normal.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat memberikan pernyataan di ibu kota, Kamis, mengungkapkan bahwa situasi distribusi BBM bersubsidi pada beberapa daerah di Jawa Timur seperti Gresik dan Surabaya, berangsur membaik pasca sempat muncul antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

“Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rata-rata saat ini antrean 5-6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” ujar Wahyudi di Integrated Terminal (IT) Surabaya, Jatim, Rabu (1/7).

Wahyudi melakukan inspeksi langsung ke lapangan terkait ketersediaan serta penyaluran BBM bersubsidi, terutama jenis Biosolar bagi kendaraan pribadi maupun angkutan logistik.

Pengecekan dijalankan pada sejumlah SPBU yang berada di Kecamatan Asem Rowo dan Kecamatan Benowo, Surabaya, serta SPBU di Kecamatan Kebomas, Gresik.

BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga terus menjalankan langkah akselerasi distribusi untuk menjamin kebutuhan energi publik, terkhusus sektor logistik, terpenuhi secara baik.

Menurut Wahyudi, Gresik dan Surabaya merupakan kawasan penghubung utama yang memiliki intensitas logistik cukup tinggi, utamanya dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Besarnya arus kendaraan barang dan penyaluran logistik mengakibatkan kebutuhan BBM pada beberapa SPBU meningkat.

“Angkutan barang yang datang dari pelabuhan, kapal-kapal yang merapat di Pelabuhan Tanjung Perak maupun di Gresik rata-rata intensitasnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan mulai 22-26 Juni 2026. Titik SPBU yang menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik,” ungkapnya.

Guna mengurai penumpukan kendaraan, Pertamina Patra Niaga mengimplementasikan sejumlah upaya, di antaranya penambahan jam operasional mobil tangki selama 24 jam, percepatan pengiriman BBM, serta penerapan skema reguler, alternative and emergency (RAE).

“Perlu kami cermati pada saat peak season tadi, Pertamina Patra Niaga ternyata sudah mengirimkan delivery order (DO) pengiriman BBM yang seharusnya akan dikirim hari ini, ternyata lebih cepat dua hari. Penambahan tersebut dari SPBU bisa mencapai 20 persen,” sebutnya.

Untuk skema RAE, pengiriman BBM di Surabaya dibantu dari FT Madiun dan FT Tuban.

Sementara itu, FT Tuban disuplai oleh IT Pengapon Semarang dan FT Madiun dipasok dari FT Boyolali.

Selain kegiatan logistik, lonjakan kebutuhan BBM juga dipicu musim libur sekolah yang memicu pergerakan masyarakat menuju Surabaya melalui transportasi laut, udara, dan darat.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan BBM subsidi (Biosolar) dan kompensasi (Pertalite) secara bijak dan wajar,” ajak Wahyudi.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menyampaikan langkah mitigasi perlu diperkuat agar kondisi serupa tidak terjadi kembali.

“Alhamdulillah, dengan melihat kondisi sekarang sudah berangsur normal. Karena ini (antrean BBM) adalah isu nasional, ke depannya diupayakan ada antisipasi terlebih dahulu, jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi kembali. BPH Migas bersama dengan Pertamina terus berupaya untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran,” terangnya.

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara memastikan ketersediaan stok BBM terjaga aman.

Guna memperkuat distribusi, pihaknya menambah 15 unit mobil tangki untuk mempercepat pasokan ke SPBU yang memerlukan.

“Untuk antrean memang masih ada, tetapi masih dalam taraf yang normal. Kami juga menambahkan layanan operasional 15 MT (mobil tangki) spot charter dari 226 MT yang telah tersedia di Integrated Terminal Surabaya yang akan menyalurkan kepada SPBU yang sedang membutuhkan pasokan BBM,” sebutnya.

Pemantauan tersebut turut didampingi jajaran perwakilan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM Kementerian ESDM, Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Pande Made Andi Suryawan, IT Manager Surabaya Indriati Purba Lestari, serta Sales Area Manager Area Surabaya Jalu Tarwoco. 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua