Terima Hadiah Jet Mewah dari Qatar, Trump Puji Air Force One Baru

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 02 Juli 2026
Terima Hadiah Jet Mewah dari Qatar, Trump Puji Air Force One Baru
Presiden Donald Trump melakukan penerbangan perdana dengan pesawat Air Force One baru pemberian Qatar. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan kesannya saat hendak melaksanakan penerbangan perdana dengan pesawat Air Force One barunya yang merupakan pemberian kenegaraan dari pemerintah Qatar.

Dia mengaku gembira dan berterima kasih kepada Qatar atas hadiah jet mewah tersebut.

Dilansir AFP, Rabu (1/7/2026), Trump memuji pesawat tersebut.

Hal itu disampaikan Trump kepada para wartawan yang mendampinginya menjelang perjalanan ke North Dakota menggunakan pesawat itu.

“(AS) tidak dapat membangun pesawat seperti ini,” kata Trump.

“Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini. Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini,” sambung Trump.

Trump menyebut pesawat tersebut dirancang khusus sesuai kebutuhannya sebagai presiden, termasuk dari aspek keamanan dan fitur tambahan.

“Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa,” kata Trump di Pangkalan Gabungan Andrews dekat Washington.

Para kritikus sebelumnya melontarkan sejumlah kekhawatiran etis, konstitusional, dan keamanan terkait pemberian pesawat senilai ratusan juta dolar oleh kekuatan asing seperti Qatar.

Emirat Teluk yang kaya raya ini, yang juga berperan penting sebagai mediator dalam pembicaraan antara AS dan Iran, menyumbangkan jet tersebut tahun lalu.

Sejak saat itu, pesawat tersebut telah menjalani modifikasi dan pengujian besar-besaran.

Penerbangan perdana ini juga dilakukan hanya sehari setelah Trump menghadapi sorotan etis lebih lanjut atas pengajuan yang menunjukkan bahwa dia memperoleh sekitar 1,2 miliar dolar dari usaha mata uang kripto keluarganya pada tahun pertamanya kembali berkuasa.

Namun, Trump menolak anggapan ketidakpantasan apa pun dengan menyatakan bahwa biaya bagi pembayar pajak AS untuk mengadaptasi jet Qatar sangat kecil dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan jika kami melakukannya dengan cara yang berbeda.

“Terus terang, kami tidak bisa membangun pesawat seperti ini karena kami tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Mereka mengeluarkan uang yang sangat banyak,” kata Trump kepada wartawan.

Pesawat tersebut akan berfungsi sebagai solusi sementara sampai Boeing mengirimkan dua pesawat Air Force One baru yang dirancang khusus, yang dijadwalkan akan tiba dalam dua tahun setelah melewati serangkaian penundaan dan pembengkakan biaya. 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua