ESDM: Cadangan Batu Bara 143 Miliar Ton Sokong Energi Nasional
- Rabu, 13 Mei 2026
JAKARTA – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tri Winarno, memberikan penilaian bahwa bidang batu bara masih memegang peran krusial dalam menyokong ketahanan energi di tingkat nasional.
Komoditas ini terutama menjadi tumpuan utama dalam memasok kebutuhan energi bagi pembangkit listrik yang ada di tanah air.
"Indonesia sendiri memiliki sumber daya batu bara lebih dari 143 miliar ton yang menjadi modal strategis dalam menjaga ketersediaan energi jangka panjang, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia, Selasa (12/5/2026).
Baca JugaResahkan Warga, Warung Miras di Tigaraksa Segera Dibongkar Polisi
Meski begitu, ia memberikan peringatan bahwa saat ini sektor industri batu bara tengah menjumpai berbagai tantangan global yang semakin rumit.
Hal tersebut mencakup perubahan harga komoditas yang tidak menentu, kenaikan biaya operasional, desakan untuk memangkas emisi karbon, hingga penerapan kaidah Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong penerapan prinsip good mining practice melalui penguatan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, reklamasi pasca tambang, efisiensi energi, serta tata kelola pertambangan yang transparan dan akuntabel," imbuhnya.
Tri Winarno juga menggarisbawahi krusialnya perubahan teknologi demi mendongkrak daya saing industri tambang di level nasional.
Penggunaan teknologi digital, sistem otomatis, kecerdasan buatan, hingga metode pengawasan yang berlandaskan data dianggap mampu mengoptimalkan produktivitas, efektivitas, serta keamanan dalam bekerja.
"Penerapan armada alat berat otonom berbasis GPS dan AI, penggunaan teknologi IoT (Internet of Things) untuk predictive maintenance, hingga pengembangan teknologi coal beneficiation sebagai bentuk inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus nilai tambah batu bara Indonesia," paparnya.
Ia menyebutkan bahwa pihak pemerintah senantiasa memacu penguatan investasi di bidang riset serta pengembangan teknologi tambang yang bersifat terobosan.
Hal ini meliputi penciptaan smart mining, teknologi batu bara bersih, serta penghematan energi.
Di samping perubahan teknologi, pemerintah pun tetap memperkokoh agenda hilirisasi batu bara sebagai bagian dari rencana peningkatan nilai tambah bagi kekayaan alam milik negara.
"Pengembangan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi impor LPG jadi salah satu prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia," ungkap dia.
Dirjen Minerba juga memberikan sorotan terhadap peluang pengembangan amonia serta hidrogen yang bersumber dari batu bara dengan bantuan teknologi rendah karbon.
Termasuk di dalamnya penggunaan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) guna menyokong sasaran reduksi emisi gas rumah kaca serta perwujudan net zero emission (NZE).
Berdasarkan pendapatnya, peralihan energi mesti dijalankan secara masuk akal, bertahap, serta adil dengan memperhatikan keadaan maupun keperluan energi di tiap-tiap negara.
"Oleh karena itu, pemanfaatan batu bara tetap perlu dikelola secara cerdas, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," pungkas Tri Winarno.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











