Cadangan Migas 5 TCF Ditemukan di Kaltim, Investasi Capai 8 Miliar USD
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memaparkan bahwa hasil Drill Stem Test (DST) pada sumur eksplorasi lepas pantai (offshore) Kalimantan Timur yang dilakukan dalam dua pekan terakhir menunjukkan capaian yang sangat positif.
Menurut Djoko, hasil uji alir tersebut selaras dengan estimasi awal bahwa reservoir migas di area itu menyimpan potensi besar serta kualitas yang sangat layak untuk dikembangkan secara komersial.
“DST sumur eksplorasi offshore Kaltim yang telah dilaksanakan minggu lalu dan minggu ini telah dinyatakan selesai.
Baca JugaViral Video Asusila, Satpol PP Tutup Akses Rel Stasiun Jatinegara
Hasilnya sangat menggembirakan sekali sesuai prediksi awal,” ujar Djoko Siswanto dikutip dari berbagai sumber, Kamis, (7/5/2026).
Ia menerangkan, dari satu sumur yang diuji melalui DST, didapatkan potensi produksi gas menyentuh 200 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan kondensat sekitar 12.000 barel per hari (BOPD).
Melihat kapasitas itu, pengembangan lapangan diprediksi cukup menggunakan lima sumur dalam satu anjungan lepas pantai.
Apabila semua sumur berfungsi maksimal, total produksi diproyeksikan menembus 1.000 MMSCFD gas dan 60.000 BOPD kondensat.
Djoko menganggap skema pengembangan ini tergolong efisien dan berpeluang menjadi salah satu proyek migas strategis nasional untuk beberapa tahun ke depan.
Kini, proyek tengah dalam tahap sertifikasi cadangan oleh lembaga internasional maupun domestik seperti Lemigas Kementerian ESDM dan LAPI ITB.
Proses ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Merujuk pada estimasi awal, cadangan gas di offshore Kalimantan Timur tersebut ditaksir mencapai angka 5 triliun kaki kubik (TCF).
Pasca sertifikasi usai, langkah selanjutnya ialah penyusunan desain pengembangan lapangan, yang mencakup penentuan jumlah sumur produksi, pembangunan platform offshore, fasilitas produksi, hingga analisis keekonomian proyek.
Djoko menyebutkan bahwa pengembangan lapangan ini diperkirakan memerlukan investasi kurang lebih 8 miliar dolar AS.
Di samping itu, proyek ini dipastikan bakal mengaktifkan kembali kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur yang selama ini tidak beroperasi (idle).
“Reaktivasi kilang LNG idle diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,5 triliun,” katanya.
Baginya, kehadiran investasi jumbo tersebut akan memberi pengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Selain menyerap tenaga kerja secara kontinu, proyek ini ditargetkan mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) paling sedikit 50 persen.
Djoko menyambung bahwa penerimaan negara dan daerah juga diprediksi akan terkerek naik seiring berjalannya pengembangan proyek migas ini.
SKK Migas mematok target proyek offshore Kalimantan Timur tersebut mulai beroperasi (onstream) pada 2029. Hasil produksi gas dan kondensat nantinya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan domestik demi memperkokoh ketahanan energi nasional.
“Gas dan kondensatnya diprioritaskan untuk kepentingan dalam negeri terlebih dahulu sesuai amanat Undang-Undang Migas,” ujar Djoko.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











