Perang Iran Picu Lonjakan Permintaan Panel Surya di Wilayah Eropa

TA
Talita Malinda

Editor: yoga

Sabtu, 25 April 2026
Perang Iran Picu Lonjakan Permintaan Panel Surya di Wilayah Eropa
ilustrasi panel surya

BRUSSEL – Perang Iran picu lonjakan permintaan panel surya di Eropa secara drastis sebagai langkah antisipasi masyarakat terhadap ketidakpastian pasokan energi fosil.

Ketegangan di Timur Tengah memaksa banyak rumah tangga dan industri untuk mencari sumber daya alternatif yang lebih stabil dan mandiri.

"Perang Iran picu lonjakan permintaan panel surya di Eropa karena kekhawatiran akan gangguan distribusi gas dan minyak global," ujar Maria Weber, sebagaimana dilansir dari kompas.com, Sabtu (25/4/2026).

Maria Weber berpendapat bahwa situasi konflik ini telah mengubah prioritas pengeluaran warga Eropa dalam mengamankan ketersediaan listrik mereka sendiri.

Keinginan untuk lepas dari ketergantungan energi impor membuat antrean pemasangan perangkat tenaga surya di berbagai kota besar memanjang.

Banyak perusahaan penyedia jasa instalasi energi terbarukan melaporkan pertumbuhan pesat dalam jumlah pesanan bulanan mereka.

Faktor keamanan energi kini menjadi alasan yang jauh lebih mendesak dibandingkan sekadar isu kelestarian lingkungan hidup semata.

Pemerintah setempat mulai memberikan berbagai kemudahan regulasi agar proses transisi energi ini dapat berjalan lebih cepat dari jadwal semula.

Harga listrik yang diprediksi akan terus meroket menjadi motor penggerak bagi masyarakat untuk melakukan investasi jangka panjang pada teknologi surya.

Ketersediaan stok unit panel di pasar internasional pun mulai menunjukkan tekanan akibat gelombang permintaan yang datang secara tiba-tiba.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua