ESDM Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW meski Dihantam Tarif AS

TA
Talita Malinda

Editor: yoga

Sabtu, 25 April 2026
ESDM Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW meski Dihantam Tarif AS
ilustrasi energi surya

JAKARTA – Kementerian ESDM justru percepat ambisi energi surya 100 GW sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan energi meski sektor ini sedang dihantam tarif AS.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa ketergantungan terhadap rantai pasok luar negeri tidak menghambat transisi energi nasional.

"Kami tetap berkomitmen mengejar target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya secara masif hingga 100 GW di masa depan," ujar Arifin Tasrif, sebagaimana dilansir dari suara.com, Jumat (24/4/2026).

Arifin Tasrif menegaskan bahwa proteksionisme perdagangan yang dilakukan negara lain harus dijawab dengan penguatan industri komponen lokal secara mandiri.

Optimalisasi sumber daya matahari yang melimpah menjadi tumpuan utama dalam peta jalan energi bersih Indonesia hingga beberapa dekade mendatang.

Pemerintah sedang merancang berbagai insentif fiskal untuk menarik minat investor dalam membangun pabrik sel surya di dalam negeri.

Situasi pasar global yang fluktuatif justru menjadi momentum bagi pelaku usaha domestik untuk unjuk gigi dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur kelistrikan.

Target besar ini memerlukan koordinasi lintas sektor guna mengatasi hambatan birokrasi dan masalah perizinan lahan di lapangan.

Sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah mulai dipercepat proses pengerjaannya agar jadwal operasi komersial tidak mengalami penundaan.

Pemanfaatan teknologi panel surya atap juga terus didorong bagi sektor rumah tangga dan industri untuk mendukung capaian target 100 GW tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua