ITB dan Prasmul Resmi Luncurkan Program Terpadu Sarjana–Magister Matematika Terapan

ITB dan Prasmul Resmi Luncurkan Program Terpadu Sarjana–Magister Matematika Terapan
ITB dan Prasmul Resmi Luncurkan Program Terpadu Sarjana–Magister Matematika Terapan

JAKARTA - Kolaborasi antarperguruan tinggi kembali menunjukkan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan dunia pendidikan tinggi dan industri. 

Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) resmi meluncurkan program integrasi Sarjana–Magister yang menghubungkan Program Studi S1 Business Mathematics Prasmul dengan Program Studi S2 Matematika ITB. Program ini dirancang untuk membuka jalur pendidikan yang lebih efisien sekaligus memperkuat kualitas lulusan di bidang matematika terapan dan bisnis.

Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan mempercepat masa studi magister, tetapi juga memperoleh pengalaman akademik lintas kampus dengan standar mutu tinggi. Integrasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi yang memiliki keunggulan masing-masing dalam sains, teknologi, dan pengembangan bisnis.

Baca Juga

Delapan Rekomendasi DPR untuk Mempercepat Reformasi Polri Secara Nasional

Kerja Sama Strategis Antar Dua Kampus Unggul

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Aep Patah, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Kolaborasi strategis ini kami posisikan sebagai tonggak awal sekaligus inisiatif pembuka untuk pengembangan kerja sama yang lebih mendalam ke depan, baik pada penguatan kurikulum, riset bersama, maupun pengembangan talenta," kata Aep Patah, Ph.D.

Menurutnya, program integrasi Sarjana–Magister bukan sekadar penggabungan jalur pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi bagi sinergi riset dan pengembangan talenta masa depan. Dengan pendekatan ini, mahasiswa dipersiapkan tidak hanya untuk melanjutkan studi, tetapi juga untuk menghadapi tantangan dunia kerja berbasis sains dan teknologi.

Kerja sama tersebut diformalkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang ditandatangani oleh perwakilan FMIPA ITB dan Fakultas School of Science, Technology, Engineering & Mathematics (STEM) Universitas Prasetiya Mulya. Penandatanganan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1), sebagai kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.

MoA ini menegaskan fokus kolaborasi pada bidang pendidikan, khususnya dalam penyelenggaraan program integrasi Sarjana–Magister antara dua program studi yang sama-sama telah terakreditasi Unggul.

Skema Integrasi Percepat Studi Magister

Salah satu keunggulan utama program ini terletak pada mekanisme pengakuan kredit akademik. Mahasiswa S1 Business Mathematics Prasmul dapat mengambil sejumlah mata kuliah S2 Matematika ITB sejak masih menjalani studi sarjana. Dengan demikian, ketika melanjutkan ke jenjang magister di ITB, mahasiswa hanya perlu menyelesaikan sisa SKS yang belum diambil.

Skema tersebut memungkinkan masa studi magister ditempuh dalam waktu satu tahun perkuliahan. Model percepatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda yang ingin segera memasuki dunia profesional atau melanjutkan ke jenjang riset lebih tinggi.

Integrasi ini juga memberi pengalaman akademik lintas kampus, di mana mahasiswa Prasmul dapat merasakan atmosfer akademik ITB sebagai perguruan tinggi riset terkemuka di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperluas wawasan, jejaring, serta kesiapan intelektual mahasiswa sebelum benar-benar memasuki program magister.

Penguatan Sains sebagai Fondasi Bisnis

Dekan Fakultas STEM Prasetya Mulya, Permata Nur, Ph.D., menilai kerja sama ini sangat penting karena mahasiswa membutuhkan fondasi sains dan teknologi yang kuat untuk membangun kapabilitas bisnis yang berkelanjutan.

“Bagi mahasiswa yang ingin mendalami aplikasi matematika di berbagai bidang, khususnya dalam konteks industri dan bisnis, ITB merupakan mitra akademik yang tepat dan strategis," kata Permata.

Ia menekankan bahwa karakter Prasetiya Mulya sebagai universitas yang berorientasi pada bisnis membutuhkan dukungan kuat dari disiplin sains, terutama matematika. Dengan kolaborasi bersama ITB, mahasiswa diharapkan mampu menguasai pendekatan kuantitatif yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan strategis di dunia industri.

Lebih jauh, Permata menyebut bahwa kerja sama ini menegaskan komitmen kedua institusi sebagai perguruan tinggi yang berdampak. Artinya, program ini tidak hanya bertujuan mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap berkontribusi di sektor bisnis dan teknologi.

Menyiapkan Talenta Matematika Terapan Masa Depan

Program integrasi Sarjana–Magister ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang menguasai teori sekaligus aplikasi matematika, terutama di bidang aktuaria, keuangan, dan sains data. Selain itu, mahasiswa juga dibekali perspektif bisnis yang kuat, sehingga mampu menjembatani dunia akademik dan kebutuhan industri.

Kolaborasi ITB dan Prasmul menunjukkan bahwa pendidikan tinggi kini bergerak ke arah integrasi lintas institusi demi menciptakan jalur pembelajaran yang lebih adaptif. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga dipersiapkan sebagai talenta strategis yang mampu membaca peluang di sektor industri dan keuangan berbasis data.

Melalui kerja sama ini, kedua universitas berharap dapat memperluas ruang kolaborasi di masa depan, tidak hanya pada pengembangan kurikulum, tetapi juga riset bersama dan penguatan jejaring akademik. Program integrasi ini menjadi contoh bagaimana sinergi antarkampus dapat menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan peluncuran program terpadu Sarjana–Magister tersebut, ITB dan Prasmul menegaskan peran mereka dalam mencetak generasi profesional yang unggul di bidang matematika terapan dan bisnis. Integrasi pendidikan ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat ditiru oleh perguruan tinggi lain dalam menghadirkan jalur studi yang lebih efisien, adaptif, dan berdampak luas bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale, Ini Spesifikasi Lengkapnya dan Keunggulan

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale, Ini Spesifikasi Lengkapnya dan Keunggulan

Komdigi Tegaskan Grok Masih Diblokir Sementara Menunggu Kepatuhan Regulasi Indonesia Digital

Komdigi Tegaskan Grok Masih Diblokir Sementara Menunggu Kepatuhan Regulasi Indonesia Digital

Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

BNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah

BNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah

Kemenag Fokus Rehabilitasi Pendidikan dan Ibadah Pascabanjir di Wilayah Terdampak

Kemenag Fokus Rehabilitasi Pendidikan dan Ibadah Pascabanjir di Wilayah Terdampak