Harga Pangan Nasional Awal Pekan Terpantau Turun Cabai Merah hingga Daging Sapi Melandai
- Senin, 26 Januari 2026
JAKARTA - Memasuki awal pekan, pergerakan harga pangan nasional menunjukkan sinyal yang relatif menenangkan.
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok terpantau mengalami penurunan harga, memberikan ruang napas bagi konsumen setelah fluktuasi harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Data terbaru dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperlihatkan tren penurunan pada beberapa bahan pangan strategis, mulai dari komoditas hortikultura hingga protein hewani.
Pemantauan harga yang dilakukan pada Senin pagi menunjukkan bahwa dinamika pasar masih dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dan distribusi yang relatif lancar. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi stabilitas pangan nasional, terutama di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar.
Baca JugaHIMKI Optimalkan Skema P3DN untuk Perluas Dampak Pameran TEI 2026
Tren Penurunan Harga Komoditas Hortikultura
Komoditas hortikultura menjadi salah satu kelompok pangan yang mencatatkan penurunan harga cukup signifikan. Berdasarkan data Bapanas yang diakses pada pukul 07.47 WIB, harga rata-rata nasional bawang merah berada di level Rp39.833 per kilogram. Angka ini mencerminkan pergerakan harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, seiring dengan pasokan yang mulai stabil di sejumlah sentra produksi.
Selain bawang merah, harga bawang putih bonggol juga mengalami penurunan dan kini berada di kisaran Rp37.583 per kilogram. Penurunan ini menjadi perhatian karena bawang putih merupakan komoditas yang kerap sensitif terhadap pasokan impor dan distribusi.
Cabai, yang sering menjadi pemicu inflasi pangan, juga menunjukkan tren penurunan. Harga cabai merah keriting tercatat Rp33.987 per kilogram, turun Rp2.860 dibandingkan hari Minggu sebelumnya. Sementara itu, harga cabai rawit merah berada di angka Rp49.143 per kilogram. Pergerakan harga cabai ini mengindikasikan mulai terjaganya keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
Harga Protein Hewani Ikut Melandai
Tidak hanya komoditas hortikultura, sejumlah produk protein hewani juga mengalami koreksi harga. Daging ayam ras kini tercatat di harga Rp37.831 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di rata-rata Rp30.027 per kilogram. Penurunan harga pada dua komoditas ini dinilai penting karena daging ayam dan telur merupakan sumber protein utama bagi sebagian besar rumah tangga di Indonesia.
Harga daging sapi murni juga terpantau turun dan kini berada di level Rp135.028 per kilogram. Meski masih tergolong tinggi, penurunan harga ini memberi sinyal positif bagi stabilitas harga daging sapi yang kerap mengalami tekanan akibat faktor impor, distribusi, dan biaya produksi.
Penurunan harga protein hewani ini diharapkan dapat membantu menjaga konsumsi masyarakat, terutama di tengah tekanan biaya hidup dan kebutuhan pangan harian yang terus berjalan.
Pergerakan Harga Beras dan Minyak Goreng
Pada komoditas beras, harga terpantau relatif stabil dengan sedikit variasi antarjenis. Harga rata-rata nasional beras premium berada di kisaran Rp15.325 per kilogram. Sementara itu, beras medium tercatat Rp13.312 per kilogram, dan beras SPHP berada di level Rp12.333 per kilogram.
Stabilitas harga beras menjadi perhatian utama karena komoditas ini merupakan makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia. Harga yang terkendali mencerminkan peran cadangan pangan dan kebijakan distribusi yang berjalan sesuai rencana.
Untuk minyak goreng, harga rata-rata nasional minyak goreng curah tercatat Rp16.681 per liter. Adapun minyak goreng kemasan berada di kisaran Rp20.488 per liter. Perbedaan harga antara minyak curah dan kemasan masih terlihat, namun keduanya relatif stabil dibandingkan periode-periode dengan gejolak harga tinggi.
Harga Ikan dan Bahan Pokok Lainnya
Komoditas perikanan juga mencatatkan penurunan harga. Ikan tongkol kini berada di harga Rp35.115 per kilogram, ikan bandeng Rp32.852 per kilogram, dan ikan kembung Rp41.545 per kilogram. Penurunan harga ikan ini dinilai sejalan dengan pasokan yang cukup dari wilayah tangkapan dan distribusi yang berjalan lancar.
Selain itu, harga gula konsumsi tercatat Rp17.940 per kilogram. Tepung terigu kemasan berada di level Rp12.602 per kilogram, sementara tepung terigu curah tercatat Rp9.287 per kilogram. Harga-harga ini relatif stabil dan masih berada dalam rentang yang dapat dijangkau oleh konsumen.
Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan pada awal pekan ini menunjukkan kecenderungan yang positif. Penurunan harga di berbagai komoditas utama menjadi sinyal bahwa pasokan relatif terjaga dan distribusi berjalan cukup baik. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan stabilitas harga dapat dipertahankan, terutama menghadapi potensi peningkatan permintaan pada periode-periode tertentu.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Makanan Penting Penjaga Kesehatan dan Daya Tahan Pria Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
- Senin, 26 Januari 2026
BRIN Teliti Senyawa Kulit Manggis sebagai Kandidat Terapi Baru Kanker Payudara`
- Senin, 26 Januari 2026
Punya GERD? Jangan Salah Makan, Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari
- Senin, 26 Januari 2026
11 Obat Herbal Alami yang Dipercaya Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi
- Senin, 26 Januari 2026
5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
- Senin, 26 Januari 2026
Berita Lainnya
BPJPH Perkuat Sinkronisasi Aturan Lintas Lembaga Sambut Wajib Halal 2026
- Senin, 26 Januari 2026
Lebaran 2026, Tol Prambanan-Purwomartani dan Ambarawa-Bawen Siap Difungsionalkan
- Senin, 26 Januari 2026
Pertamina Patra Niaga Perluas Program TJSL Kesehatan Gizi Masyarakat Nasional
- Senin, 26 Januari 2026
Pemerintah Tetapkan Kriteria UKM Kelola Tambang Mineral Logam Batubara Nasional
- Senin, 26 Januari 2026












