BMKG Kupang Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem NTT Akibat Bibit Siklon Tropis

BMKG Kupang Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem NTT Akibat Bibit Siklon Tropis
BMKG Kupang Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem NTT Akibat Bibit Siklon Tropis

JAKARTA - Cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan diperkirakan tidak bersahabat.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di berbagai wilayah. Kondisi ini bukan sekadar perubahan cuaca biasa, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer berskala regional hingga global yang sedang aktif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah NTT. Peringatan tersebut berlaku mulai 17 hingga 19 Januari 2026 dan ditujukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.

Baca Juga

Ini Cara Daftar SKCK Online dan Offline 2026, Serta Syarat dan Biaya

Dalam peringatan tersebut, BMKG menekankan perlunya kewaspadaan terhadap hujan yang dapat turun secara tiba-tiba dengan intensitas cukup tinggi. Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan munculnya petir dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan kerusakan, terutama pada wilayah rawan bencana.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem di NTT dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang sedang berkembang. Salah satu faktor utama adalah menguatnya Monsun Asia yang berperan besar dalam pembentukan awan hujan di kawasan Indonesia bagian timur.

“Terpantau menguatnya Monsun Asia sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT,” ujar Sti Nenotek dalam keterangan tertulis BMKG.

Monsun Asia dikenal membawa massa udara basah dari wilayah Asia menuju Australia dan sekitarnya. Saat monsun ini menguat, wilayah yang dilaluinya, termasuk NTT, cenderung mengalami peningkatan curah hujan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu utama terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

Selain faktor monsun, BMKG juga terus memantau perkembangan sistem tekanan rendah berupa bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia dan Australia. Saat ini terdeteksi adanya bibit siklon tropis 96S di selatan Jawa Timur serta bibit siklon tropis 97S di wilayah Australia bagian utara. Kedua sistem tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis apabila kondisi atmosfer mendukung.

Menurut Sti Nenotek, keberadaan bibit siklon tropis tersebut memberikan pengaruh tidak langsung terhadap pola angin dan pembentukan awan hujan di wilayah NTT. Sistem ini memicu terjadinya daerah belokan angin, perlambatan kecepatan angin, hingga pertemuan massa udara di beberapa wilayah.

Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh aktifnya Gelombang Atmosfer Low serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). MJO merupakan fenomena atmosfer global yang bergerak dari barat ke timur dan dapat meningkatkan aktivitas konvektif, termasuk pembentukan awan hujan, di wilayah yang dilaluinya.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT,” jelasnya.

BMKG menilai bahwa perpaduan antara Monsun Asia, bibit siklon tropis, gelombang atmosfer, dan MJO membuat kondisi atmosfer menjadi lebih labil. Akibatnya, peluang terjadinya cuaca ekstrem di NTT dalam periode peringatan dini ini menjadi lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi dampak yang bisa ditimbulkan. Hujan lebat dalam durasi singkat dapat menyebabkan genangan, banjir, hingga tanah longsor, terutama di daerah dengan kondisi topografi berbukit atau sistem drainase yang kurang baik. Angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pada bangunan ringan.

“Kami mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” imbau Sti Nenotek.

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi cuaca. Informasi terbaru sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat, termasuk menunda aktivitas luar ruangan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Bagi pemerintah daerah dan instansi terkait, BMKG berharap peringatan dini ini dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang selama ini dikenal rawan bencana hidrometeorologi. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem.

Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi potensi kerugian. BMKG menegaskan bahwa peringatan dini ini merupakan upaya preventif agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus tetap beraktivitas dengan aman selama kondisi cuaca masih berfluktuasi.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rekomendasi 4 Tanaman Penyerap Air Alami untuk Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Rekomendasi 4 Tanaman Penyerap Air Alami untuk Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Panduan Sedekah dan Zakat Ramadhan 2026 Lengkap Beserta Tata Caranya

Panduan Sedekah dan Zakat Ramadhan 2026 Lengkap Beserta Tata Caranya

Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 19 Januari 2026 Lengkap dengan Lokasinya

Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 19 Januari 2026 Lengkap dengan Lokasinya

Siklon Nokaen dan Dua Bibit Siklon Berpotensi Sebabkan Hujan Lebat Pada Senin, 19 Januari 2026

Siklon Nokaen dan Dua Bibit Siklon Berpotensi Sebabkan Hujan Lebat Pada Senin, 19 Januari 2026

Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 19 Januari 2026, Waspada Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 19 Januari 2026, Waspada Hujan Lebat di Beberapa Wilayah