Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Rp515 Juta untuk Korban Banjir Pandeglang

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Rp515 Juta untuk Korban Banjir Pandeglang
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Rp515 Juta untuk Korban Banjir Pandeglang

JAKARTA - Upaya penanganan bencana banjir di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kembali diperkuat melalui dukungan pemerintah pusat.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan logistik dengan nilai ratusan juta rupiah guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Bantuan tersebut dikirim langsung dari Gudang Induk Bekasi menuju Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang untuk segera didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Kemensos menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat saat kondisi darurat, tanpa menunggu proses administratif yang berlarut.

Baca Juga

Kemenhub Percepat Pemanfaatan Bioavtur Demi Transportasi Udara Rendah Emisi

Nilai Bantuan Capai Rp515 Juta

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa total nilai bantuan logistik yang dikirimkan mencapai Rp515.787.750. Bantuan tersebut ditujukan khusus bagi warga yang terdampak banjir di berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

“Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 515.787.750,” ujar Saifullah Yusuf.

Menurutnya, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang mengalami kondisi darurat akibat bencana alam. Kemensos memastikan bahwa logistik yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan.

Penyaluran Tak Bergantung Status Tanggap Darurat

Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran bantuan Kemensos tidak bergantung pada penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah. Kemensos, kata dia, bekerja berdasarkan asesmen lapangan dan laporan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kami bekerja berdasarkan hasil asesmen dan laporan kebutuhan masyarakat. Penyaluran bantuan dapat dan harus dilakukan meskipun status tanggap darurat daerah belum ditetapkan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut diterapkan agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan bantuan hanya karena proses administrasi. Selama terdapat kondisi darurat dan kebutuhan riil di lapangan, Kemensos akan tetap menjalankan kewenangannya untuk menyalurkan bantuan sosial.

Bagian dari Mekanisme Perlindungan Sosial

Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, menambahkan bahwa bantuan logistik ini merupakan bagian dari mekanisme penanganan bencana yang telah disiapkan Kemensos. Tujuannya adalah memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa darurat.

“Ketika masyarakat terdampak dan membutuhkan bantuan, Kemensos langsung bergerak sesuai kewenangan yang dimiliki,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa bantuan sosial bukan hanya soal distribusi logistik, tetapi juga mencerminkan kehadiran negara dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Oleh karena itu, Kemensos terus memperkuat sistem respons cepat agar dapat menjangkau daerah terdampak secara tepat waktu.

Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Dalam penanganan banjir di Pandeglang, Kemensos tidak bekerja sendiri. Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas sosial setempat, serta unsur terkait lainnya agar penanganan bencana berjalan efektif.

“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar bantuan tepat sasaran dan penanganan berjalan efektif, baik pada fase darurat maupun pemulihan,” ujarnya.

Koordinasi ini mencakup pendataan korban terdampak, distribusi bantuan, hingga perencanaan langkah pemulihan pascabencana. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat pemulihan kondisi sosial.

Rincian Bantuan Logistik untuk Warga

Adapun bantuan logistik yang dikirimkan Kemensos ke Kabupaten Pandeglang terdiri atas berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Rinciannya meliputi:

Makanan siap saji: 1.000 paket

Lauk pauk siap saji: 1.000 paket

Selimut: 250 lembar

Kasur: 250 lembar

Kidsware: 250 paket

Family kit: 250 paket

Tenda gulung: 200 unit

Bantuan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari konsumsi harian, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan khusus anak-anak dan keluarga.

Dengan dukungan logistik ini, Kemensos berharap masyarakat terdampak banjir di Pandeglang dapat terbantu dalam menghadapi masa darurat, sekaligus memiliki ruang untuk memulai proses pemulihan secara bertahap. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan siap menyalurkan bantuan tambahan apabila dibutuhkan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Aceh Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Aceh Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

UpdateHarga Sembako Jawa Timur Hari Ini 19 Januari 2026: Cabai Rawit Naik, Ayam Kampung Turun

UpdateHarga Sembako Jawa Timur Hari Ini 19 Januari 2026: Cabai Rawit Naik, Ayam Kampung Turun

Kunjungan Luar Negeri Perdana 2026  Prabowo ke Inggris dan Swiss, Temui PM Inggris hingga Hadiri WEF Davos

Kunjungan Luar Negeri Perdana 2026 Prabowo ke Inggris dan Swiss, Temui PM Inggris hingga Hadiri WEF Davos

Pemulihan Pascabencana Belum Merata, 17 Daerah di Sumatera Masih Perlu Perhatian Khusus Pemerintah

Pemulihan Pascabencana Belum Merata, 17 Daerah di Sumatera Masih Perlu Perhatian Khusus Pemerintah

Transmigrasi Jadi Andalan Swasembada Pangan Nasional dari Karbohidrat hingga Protein Hewani

Transmigrasi Jadi Andalan Swasembada Pangan Nasional dari Karbohidrat hingga Protein Hewani