Tunggu Sinyal The Fed, Harga Emas Dunia Merosot Tajam

ilustrasi emas. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:08:35 WIB

NEW YORK - Nilai emas global ditutup merosot pada transaksi Selasa (7/7/2026) waktu setempat sejalan dengan naiknya harga minyak karena makin tingginya ketegangan di Timur Tengah.

Pelaku pasar pun menunggu risalah rapat kebijakan terkini bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang diharapkan memberikan sinyal arah suku bunga ke depan.

Nilai emas spot ditutup anjlok 1,43% menjadi US$ 4.105,7 per ons troi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup jatuh 1,22% ke US$ 4.116,7 per ons troi.

Sehari sebelumnya, emas sempat mencapai titik tertinggi dalam dua pekan setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari antisipasi memicu dugaan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.

Akan tetapi, Wakil Presiden sekaligus Senior Metal Strategist Zaner Metals Peter Grant menilai, fokus utama The Fed masih tertuju pada usaha meredam inflasi.

"Saya pikir kenyataannya mulai terlihat bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama masih menjadi yang paling mungkin," ujar Grant dikutip dari Sumbernya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September.

Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat kebijakan The Fed bulan Juni yang bakal diterbitkan pada Rabu (8/7/2026) waktu setempat.

Dokumen tersebut diantisipasi memberikan gambaran lebih terang mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap inflasi serta arah kebijakan moneter.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah kembali menghangat setelah dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz.

Iran juga menyatakan tidak akan meneruskan pembicaraan damai sebelum Presiden AS Donald Trump menghentikan ancaman untuk kembali melancarkan perang.

Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik serta memicu kekhawatiran inflasi akibat potensi naiknya harga energi.

Kondisi itu menjadi sentimen negatif bagi emas karena suku bunga tinggi cenderung memangkas daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, bank sentral China melanjutkan penambahan cadangan emas untuk bulan ke-20 berturut-turut.

Hingga akhir Juni, cadangan emas negara tersebut meningkat menjadi 75,44 juta ons troi, dibandingkan 74,96 juta ons troi pada akhir Mei.

Di Asia, Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas serta menghidupkan kembali perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya menguatkan posisinya sebagai pusat perdagangan logam mulia di kawasan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot ambrol 3,37% menjadi US$ 59,96 per ons troi dan paladium melemah 0,46% ke US$ 1.266,95 per ons troi.

Sebaliknya, platinum malah naik 0,57% menjadi US$ 1.643,65 per ons troi. 

Reporter: Talita Malinda