Unimal dan Akademisi Malaysia Jalin Kerja Sama Riset Energi Bersih

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Rabu, 08 Juli 2026
Unimal dan Akademisi Malaysia Jalin Kerja Sama Riset Energi Bersih
Dosen Unimal Paparkan Inovasi Energi Terbarukan di Hadapan Akademisi Malaysia. ( Sumber : NET )

LHOKSEUMAWE - Dedikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) dalam meningkatkan kualitas penelitian energi terbarukan di skala dunia kembali diperlihatkan lewat pelaksanaan Research Sharing Session with Postgraduate (Master) Students in Renewable Energy Engineering bersama Visiting Professor dari Malaysia, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang merupakan perwujudan dari implementasi Research Collaboration Program antara Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Unimal dan MILA University, Malaysia, ini menghadirkan Associate Professor Dr. Pratheep Sandrasaigaran sebagai pemateri utama.

Pertemuan ilmiah ini berfungsi sebagai wadah untuk saling bertukar capaian riset serta menciptakan potensi kemitraan antardua negara dalam memajukan teknologi energi ramah lingkungan.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Teknik Unimal, Dr. Zulnazri M.T, dan dipandu oleh Koordinator Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan, Dr. Ir. Rozanna Dewi M.Sc IPM.

Kegiatan itu pun diikuti oleh sejumlah pengajar, peneliti, serta mahasiswa jenjang pascasarjana yang mendalami aneka bidang studi energi terbarukan.

Lewat sambutannya, Rozanna Dewi menyatakan bahwa kerja sama internasional adalah langkah krusial demi mempercepat kemunculan temuan inovatif di bidang energi terbarukan.

Menurutnya, persoalan transisi energi tidak mungkin diselesaikan hanya melalui penelitian yang dikerjakan sendiri-sendiri, namun memerlukan kolaborasi antarorganisasi dan lintas negara.

"Melalui forum ini kami ingin menyelaraskan research roadmap dengan mitra internasional sehingga penelitian yang dikembangkan memiliki dampak lebih luas dan mampu menjawab kebutuhan masa depan," ujarnya.

Sepanjang sesi diskusi, para pengajar senior Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Unimal menguraikan berbagai temuan serta tujuan riset yang saat ini sedang dijalankan.

Tema yang diangkat menunjukkan keseriusan Unimal dalam menyediakan penyelesaian masalah berbasis ilmiah guna mendukung perpindahan ke arah energi yang lebih bersih.

Prof. Dr. Arnawan Hasibuan M.T Ph.D, memaparkan pengembangan teknologi rekayasa energi berkelanjutan yang menitikberatkan pada sistem energi bagi kawasan pesisir serta pulau-pulau kecil.

Di sisi lain, Rozanna Dewi menyampaikan riset mengenai pengolahan sampah plastik serta biomassa organik menjadi bahan bakar nabati (biofuel) melalui metode thermocatalytic co-pyrolysis memakai fixed bed reactor.

Kekayaan Indonesia sebagai bangsa bahari dalam pengembangan hidrogen ramah lingkungan menjadi pokok penelitian Dr. Lukman Hakim, S.T., M.Eng., dengan mengintegrasikan tenaga matahari serta air laut untuk menghasilkan hidrogen.

Selanjutnya, Dr. Zulnazri, mempresentasikan kajian tentang sintesis cellulose nanocrystals dari tandan kosong kelapa sawit (Oil Palm Empty Fruit Bunch/OPEFB) yang berpeluang dipakai dalam beragam aplikasi material canggih.

Riset terkait pemanfaatan sampah turut dipaparkan oleh Dr. Muhammad M.Sc, lewat temuan modifikasi katalis CaO berbahan tulang sotong dengan impregnasi SrO guna meningkatkan produktivitas konversi minyak bekas goreng menjadi biodiesel.

Di samping itu, Prof. Dr. Ir. Adi Setiawan M.T, memaparkan perancangan Biomass and Hydrogen Technology Research Center (BiHYTECH) sebagai pusat kajian biomassa serta hidrogen di Unimal.

Ia turut menjelaskan riset tentang pendayagunaan sampah kulit kopi Arabika Gayo sebagai material elektroda superkapasitor dengan aktivator kalium karbonat (K?CO?), yang bisa mendukung kemajuan teknologi simpanan energi.

Paparan berbagai hasil studi tersebut menarik minat dari Associate Professor Dr. Pratheep Sandrasaigaran.

Ia berpendapat bahwa beberapa topik yang digarap oleh peneliti Unimal selaras dengan fokus penelitian di berbagai kampus Malaysia, sehingga terbuka lebar kesempatan kemitraan yang lebih masif.

Diskusi tersebut melahirkan sejumlah keputusan penting.

Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Unimal serta mitra dari Malaysia bersepakat untuk mempererat kerja sama lewat kolaborasi tim peneliti (research group), penyusunan proposal studi bersama, pertukaran pengajar, hingga penerbitan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua