JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan rekaman tindakan asusila di balik tembok pembatas rel Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.
Merespons kejadian tersebut, Satpol PP Jakarta Timur segera menutup akses keluar-masuk ke area rel tersebut.
"Penutupan kembali pagar atau tembok yang menjadi akses keluar masuk ke dalam wilayah rel," kata Kasatpol PP Jaktim Muhammadong dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Selain penutupan akses fisik, Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama PT KAI juga berencana meningkatkan kualitas pencahayaan di sekitar lokasi.
Penambahan lampu penerangan tersebut dilakukan untuk meminimalisir titik-titik gelap yang seringkali disalahgunakan sebagai tempat berkumpul maupun aktivitas negatif lainnya.
Patroli gabungan secara rutin juga akan mulai dilaksanakan pada malam hari.
Langkah pengamanan ini melibatkan unsur Tiga Pilar Kecamatan Jatinegara yang bekerja sama dengan petugas pengamanan internal dari pihak PT KAI.
"Menambah penerangan di sekitar lokasi.
Mulai nanti malam akan dilaksanakan patroli gabungan secara rutin melibatkan Tiga Pilar Kecamatan Jatinegara bersama pamdal PT KAI.
Situasi Kamtibmas pada saat pelaksanaan kegiatan dan hingga saat ini terpantau kondusif aman dan terkendali," tutup Muhammadong.
Berdasarkan video yang beredar pada Kamis (7/5), aksi kedua individu tersebut terekam oleh kamera seorang penumpang KRL yang tengah melintas dari arah Bekasi menuju Jatinegara.
Kedua pelaku kedapatan melakukan tindakan tidak senonoh di tembok pembatas rel, di mana lokasi itu memang dikenal memiliki penerangan yang sangat minim.