Angkutan Perkebunan KAI Tumbuh 17,83% di Semester Pertama 2026

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 09 Juli 2026
Angkutan Perkebunan KAI Tumbuh 17,83% di Semester Pertama 2026
KAI Layani 324.579 Ton Angkutan Perkebunan. ( Sumber : NET )

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total angkutan perkebunan sebanyak 324.579 ton pada Semester I 2026.

Capaian tersebut tumbuh 17,83% dibandingkan Semester I 2025 yang berada di angka 275.475 ton, atau bertambah sebanyak 49.104 ton.

Sebagian besar komoditas perkebunan yang diangkut oleh KAI terdiri dari crude palm oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit.

Barang ini memiliki hubungan erat dengan industri pengolahan, perdagangan antardaerah, kegiatan ekspor, serta kebutuhan bahan baku energi nabati.

Vice President Corporate Communication KAI, dari Sumbernya, menyatakan bahwa kenaikan volume angkutan perkebunan ini membuktikan bahwa pelaku usaha membutuhkan layanan logistik yang konsisten, berkapasitas besar, dan terintegrasi dengan sentra produksi, industri, serta pelabuhan.

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar dari Sumbernya.

Menurut dari Sumbernya, fungsi distribusi komoditas perkebunan menjadi semakin relevan seiring dengan penguatan hilirisasi industri dan arah kebijakan energi nasional.

Kebutuhan akan bahan baku nabati, termasuk untuk mendukung kesiapan pemanfaatan biodiesel B50, memerlukan rantai pasok yang andal agar pergerakan komoditas dari lokasi produksi menuju titik pengolahan dapat berjalan lebih terarah.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata dari Sumbernya.

Di berbagai wilayah Sumatra, layanan logistik perkebunan berbasis kereta berperan menghubungkan pusat produksi dengan industri pengolahan dan pelabuhan.

Pergerakan komoditas ini turut mendukung aktivitas bisnis, menjaga kesinambungan pasokan, serta memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang bergantung pada sektor perkebunan.

Dari aspek keberlanjutan, kereta api memiliki nilai lebih karena mampu mengangkut volume besar dalam satu kali jalan.

Model distribusi ini membantu mengurangi tekanan kendaraan berat di jalan raya, mendukung efisiensi pemakaian energi per ton barang, dan memperkuat pilihan logistik yang lebih terukur untuk komoditas bervolume tinggi seperti CPO dan produk turunannya.

Dari Sumbernya menambahkan, peningkatan layanan angkutan perkebunan merupakan sinyal positif bagi logistik nasional.

Konektivitas yang semakin erat antara pusat produksi, industri pengolahan, dan pelabuhan akan membantu arus barang berjalan lebih efisien dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan dunia.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” tutup dari Sumbernya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua