Perkuat Energi Bersih, PTBA Bangun PLTS di Lahan Pascatambang

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 03 Juli 2026
Perkuat Energi Bersih, PTBA Bangun PLTS di Lahan Pascatambang
PLTS di Bekas Lahan Tambang. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memperkuat langkah transformasi bisnis menuju energi bersih dengan menggandeng PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai area operasional perusahaan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi pijakan awal kedua BUMN untuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Melalui kerja sama ini, PTBA dan Pertamina NRE berkomitmen mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan proyek PLTS yang telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Menurutnya, kolaborasi dengan Pertamina NRE menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat transformasi bisnis menuju perusahaan energi yang lebih berkelanjutan.

“Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan,” ujar Bambang.

PTBA menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui upaya penurunan emisi karbon.

Perseroan juga terus mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar mampu menghasilkan energi yang lebih bersih dan efisien.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menjelaskan konsep Sustainability Through Technology menjadi fondasi dalam pengembangan bisnis perusahaan.

Ia menilai pemanfaatan teknologi merupakan faktor penting untuk menghasilkan energi dengan emisi yang semakin rendah sekaligus meningkatkan efisiensi.

Sejalan dengan itu, PTBA terus memperluas portofolio energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kami memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Di sisi lain, kami juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan PTBA,” kata Turino.

Selain mengembangkan proyek hilirisasi batu bara seperti Coal to DME, Synthetic Natural Gas (SNG), dan Kalium Humat, PTBA juga mempercepat ekspansi di sektor energi terbarukan.

Saat ini, perusahaan telah memiliki portofolio pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas terpasang mencapai 1,2 megawatt peak (MWp).

Melalui kemitraan dengan Pertamina NRE, PTBA juga akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi sebagai lokasi pembangunan PLTS maupun proyek energi hijau lainnya.

Turino menilai aset tersebut memiliki potensi besar untuk menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.

“Melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam pengembangan PLTS adalah ketersediaan lahan.

Sementara itu, PTBA memiliki kawasan pascatambang yang telah direklamasi dan siap dimanfaatkan kembali.

Menurut Turino, perusahaan memiliki ribuan hektare lahan pascatambang, dengan lebih dari 250 hektare di antaranya telah siap dimanfaatkan sebagai lokasi awal pengembangan PLTS.

“Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan. Di sisi lain kami memiliki banyak lahan pascatambang yang telah direklamasi. Akan sangat baik jika setelah proses reklamasi lahan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi baru. Kami memiliki ribuan hektare lahan, dan lebih dari 250 hektare sudah siap digunakan,” jelasnya.

PTBA berharap kolaborasi dengan Pertamina NRE dapat menjadi contoh sinergi antar-BUMN dalam mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.

Melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta optimalisasi aset nasional, kedua perusahaan optimistis dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia di masa mendatang. 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua