Sinergi PTBA dan Pertamina NRE Percepat Transisi Energi Lewat PLTS
JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai kerja sama pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area operasional PTBA.
Berdasarkan siaran pers di laman resmi Perseroan, Kamis (2/7), kerja sama ini menjadi bagian dari sinergi kedua perusahaan untuk mempercepat transisi energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan sinergi tersebut menjadi langkah strategis bagi perseroan dalam mendukung pengembangan proyek PLTS yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
“Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan,” ujar Bambang.
PTBA menyatakan keberlanjutan tidak hanya berfokus pada upaya menurunkan emisi karbon, tetapi juga pada optimalisasi seluruh sumber daya melalui inovasi dan penguasaan teknologi.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, mengatakan konsep Sustainability Through Technology menjadi salah satu kunci menuju masa depan energi yang berkelanjutan.
“Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kami memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Di sisi lain, kami juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan PTBA,” kata Turino.
Selain mengembangkan proyek hilirisasi batu bara seperti Coal to DME, SNG, dan Kalium Humat, PTBA juga terus memperluas bisnis energi baru dan terbarukan.
Manajemen Perseroan menyebut total portofolio PLTS yang dimiliki saat ini telah mencapai 1,2 megawatt peak (MWp).
Melalui kerja sama dengan Pertamina NRE, PTBA berupaya mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan PLTS maupun proyek energi terbarukan lainnya.
“Melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan asset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan,” ujar Turino.
Menurut Turino, lahan pascatambang yang telah direklamasi dan direhabilitasi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat energi hijau sehingga dapat mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
“Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan, nah di sisi lain kami banyak lahan pascatambang yang direklamasi. Maka alangkah baiknya setelah reklamasi bisa menjadi sumber energi baru. Kami ada ribuan hektar, mungkin yang awal saya dengar dari teman-teman kami punya lebih dari 250 Ha lahan pascatambang yang siap untuk digunakan,” paparnya.
Turino menambahkan, kolaborasi PTBA dan Pertamina NRE diharapkan menjadi contoh sinergi BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan optimalisasi aset nasional.