Menag Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Inspirasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Bersama
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Peringatan Nuzulul Quran tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga momen refleksi bagi umat Islam untuk kembali menempatkan Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan.
Dalam konteks kebangsaan, nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab suci tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan penuh tanggung jawab.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa pesan-pesan Al Quran tidak hanya relevan bagi kehidupan spiritual, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu ia sampaikan dalam Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa.
Baca JugaProgram MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau
Menurutnya, momentum peringatan turunnya Al Quran ini harus dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjadikan nilai-nilai Al Quran sebagai landasan dalam membangun peradaban bangsa.
“Peringatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengukuhkan komitmen, menjadikan Al Quran sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara serta peradaban," ujar Nasaruddin Umar pada Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa.
Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara
Peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara tersebut dihadiri sekitar 278 undangan dari berbagai unsur penting negara dan masyarakat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa peringatan tersebut bukan hanya acara seremonial, melainkan juga simbol kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berbangsa.
Para undangan yang hadir terdiri atas menteri Kabinet Merah Putih, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, pejabat tinggi negara dan lembaga, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, hingga sejumlah anak yatim. Keikutsertaan berbagai unsur ini mencerminkan keterlibatan luas masyarakat dan pemerintah dalam memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut.
Acara tersebut menjadi ruang pertemuan antara unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk mengingat kembali pesan-pesan Al Quran yang menekankan nilai kedamaian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.
Menghidupkan Nilai Al Quran dalam Kehidupan Sehari-hari
Menteri Agama menjelaskan bahwa kegiatan peringatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kembali nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan masyarakat. Ia menilai, ajaran yang terkandung dalam kitab suci tersebut tidak seharusnya hanya dibaca atau dipahami secara teoritis, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Menurutnya, umat Islam perlu menjadikan Al Quran sebagai pedoman moral yang membimbing perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bernegara.
Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran dapat benar-benar hidup dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial. Prinsip-prinsip yang diajarkan di dalamnya dapat menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang saling menghormati, menjunjung tinggi keadilan, serta menjaga keharmonisan.
Nilai Kebangsaan dalam Ajaran Al Quran
Dalam pandangan Nasaruddin Umar, nilai-nilai yang diajarkan Al Quran memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kehidupan kebangsaan Indonesia. Ia menilai bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, persaudaraan, tanggung jawab moral, dan amanah untuk menjaga bumi merupakan nilai universal yang sangat dibutuhkan dalam perjalanan sebuah bangsa.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi pedoman dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan beradab. Selain itu, ajaran tentang menjaga kelestarian bumi juga menjadi pesan penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang berkaitan dengan lingkungan.
"Al Quran diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, membawa pesan kedamaian, persatuan, dan kemaslahatan bagi umat manusia," katanya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa Al Quran mengandung nilai-nilai universal yang tidak hanya ditujukan bagi umat Islam semata, tetapi juga bagi seluruh umat manusia.
Peran Ulama dalam Menjaga Persatuan
Selain menyoroti pentingnya nilai-nilai Al Quran, Menteri Agama juga menekankan peran strategis para ulama dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Menurutnya, para ulama memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan serta memperkuat rasa persaudaraan.
Dalam tradisi keagamaan Islam, ulama sejak dahulu dikenal sebagai figur yang berperan dalam membimbing masyarakat melalui pesan-pesan keagamaan yang menenangkan dan mempersatukan. Karena itu, dakwah yang disampaikan diharapkan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan, bukan justru menimbulkan perpecahan.
Ia menegaskan bahwa dakwah seharusnya mengandung pesan yang membawa kesejukan bagi masyarakat dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Doa untuk Pemimpin dan Masa Depan Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya mendoakan para pemimpin bangsa agar dapat menjalankan amanah dengan baik. Menurutnya, doa bagi pemimpin memiliki makna yang luas karena keberhasilan seorang pemimpin akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Ia menuturkan bahwa dalam ajaran para ulama terdapat anjuran bagi umat untuk selalu memohonkan kebaikan bagi para pemimpin agar mereka diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.
"Jika doa itu aku tujukan untuk diriku sendiri maka manfaatnya hanya kembali kepadaku, tetapi jika aku tujukan untuk pemimpin maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan negeri," kata Nasaruddin Umar.
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran terus menjadi sumber inspirasi dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia. Melalui pengamalan ajaran tersebut, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mewujudkan kehidupan yang damai, adil, serta membawa rahmat bagi seluruh alam.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau
- Rabu, 11 Maret 2026
Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Maret 2026 Diproyeksi Menguat
- Rabu, 11 Maret 2026
Berita Lainnya
Catat! Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026 Selama Tujuh Hari
- Rabu, 11 Maret 2026










