CATL Catat Pendapatan Rp1 Kuadriliun dari Bisnis Baterai Kendaraan Listrik Global
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Industri kendaraan listrik dunia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring meningkatnya permintaan mobil listrik di berbagai negara, kebutuhan terhadap baterai sebagai komponen utama kendaraan listrik juga mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini turut mendorong kinerja perusahaan-perusahaan produsen baterai global.
Salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja impresif adalah Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Perusahaan asal China tersebut dikenal sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia yang memasok berbagai merek otomotif global.
Baca JugaPertamina Pastikan Pasokan Energi di Jabar Aman Jelang Libur Lebaran 2026
Pada 2025, CATL mencatatkan kinerja finansial yang sangat kuat. Pendapatan perusahaan melonjak hingga mencapai ratusan miliar yuan dan menembus angka setara Rp1 kuadriliun. Capaian ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah perusahaan sekaligus memperkuat posisi CATL sebagai pemimpin pasar baterai kendaraan listrik global.
Pertumbuhan kinerja tersebut tidak hanya berasal dari peningkatan permintaan baterai kendaraan listrik, tetapi juga dari ekspansi global serta investasi besar dalam pengembangan teknologi baterai baru.
Pendapatan CATL Tembus Rp1 Kuadriliun pada 2025
CATL, produsen baterai terbesar di dunia, merilis laporan keuangan terkuat dalam beberapa tahun terakhir pada 9 Maret 2025.
Pada 2025, CATL mencatatkan pendapatan tahunan sebesar 423,7 miliar yuan (sekitar Rp1 kuadriliun), naik 17,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai 72,2 miliar yuan (Rp176,16 triliun), naik 42,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lapor Carnewschina, Selasa waktu setempat.
Kinerja finansial tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan baterai kendaraan listrik secara global. Banyak produsen mobil listrik besar bergantung pada pasokan baterai dari CATL untuk mendukung produksi kendaraan mereka.
Perusahaan ini diketahui memasok baterai kendaraan listrik untuk sejumlah produsen otomotif global seperti Tesla, BYD, Hyundai, Ford, hingga BMW.
Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut, CATL berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar baterai kendaraan listrik di dunia.
Investasi Besar pada Riset dan Pengembangan
Selain mencatatkan peningkatan pendapatan, CATL juga terus memperkuat inovasi melalui investasi besar pada bidang riset dan pengembangan.
Dalam riset dan pengembangan (R&D), biaya R&D CATL pada 2025 mencapai 22,15 miliar yuan (kisaran Rp54 triliun), naik 19,02 persen dari tahun sebelumnya, yang mewakili 5,23 persen dari pendapatan. Saat ini, perusahaan mempekerjakan 22.901 orang di bidang R&D.
Investasi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan teknologi baterai yang lebih efisien, aman, dan memiliki daya tahan lebih tinggi.
Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah baterai solid-state yang diyakini dapat menjadi generasi baru baterai kendaraan listrik dengan performa lebih baik dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Bisnis baterai solid-state berkembang dengan stabil, meskipun perusahaan tetap hati-hati dalam mengungkapkan detailnya.
Melalui investasi besar dalam penelitian dan pengembangan, CATL berupaya mempertahankan keunggulan teknologi di tengah persaingan industri baterai global yang semakin ketat.
Produksi dan Pengiriman Baterai Terus Meningkat
Dari sisi operasional, CATL juga mencatatkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan pengiriman baterai sepanjang 2025.
Dari segi produksi, CATL mencatatkan pencapaian baru pada 2025, dengan kapasitas baterai lithium mencapai 772 GWh dan pengiriman total mencapai 661 GWh.
Angka tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan baterai kendaraan listrik dari berbagai produsen otomotif di seluruh dunia.
Perkembangan industri kendaraan listrik yang semakin pesat membuat produsen mobil membutuhkan pasokan baterai dalam jumlah besar untuk memenuhi target produksi mereka.
Sebagai pemasok utama bagi berbagai merek kendaraan listrik global, CATL memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan industri mobil listrik.
Selain itu, perusahaan juga terus memperluas jaringan produksinya guna memenuhi kebutuhan pasar global yang semakin meningkat.
Dominasi Pasar Global dan Pendapatan Internasional
Kinerja CATL tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional. Penjualan baterai kendaraan listrik ke berbagai produsen otomotif global menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
Sementara itu, pendapatan internasional perusahaan yang memasok baterai kendaraan untuk Tesla, BYD, Hyundai, Ford, hingga BMW itu pada 2025 tetap stabil di atas 30 persen.
Secara khusus, pendapatan domestik mencapai 294,06 miliar yuan (Rp717,7 triliun), menyumbang 69,40 persen dengan margin laba kotor 24 persen, sementara pendapatan luar negeri mencapai 129,64 miliar yuan (Rp316,3 triliun), mewakili 30,60 persen dengan margin laba kotor 31,44 persen.
Di pasar global, menurut SNE Research, pangsa pasar global baterai daya CATL meningkat 1,2 poin persentase menjadi 39,2 persen pada 2025, mempertahankan posisi pertama di dunia selama sembilan tahun berturut-turut, dengan pangsa pasar luar negeri meningkat menjadi 30 persen.
Dominasi ini menunjukkan bahwa CATL berhasil mempertahankan keunggulan kompetitifnya di tengah persaingan ketat dengan produsen baterai lainnya.
Angka-angka besar ini mungkin tidak langsung menggambarkan dampak penuh dari pencapaian CATL; laba bersih 10 miliar USD ini diperkirakan akan melampaui laba tahunan gabungan seluruh produsen mobil Tiongkok, termasuk pemain besar seperti BYD, Geely, SAIC, Changan, dan GWM.
Untuk memberikan gambaran, kapitalisasi pasar Leapmotor saat ini sebesar 7,37 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp124,29 triliun. Ini berarti laba bersih yang diproyeksikan CATL untuk 2025 cukup untuk membeli Leapmotor secara penuh.
Pencapaian tersebut memperlihatkan betapa besarnya skala bisnis CATL di industri baterai kendaraan listrik global. Dengan posisi pasar yang kuat, inovasi teknologi yang terus berkembang, serta permintaan kendaraan listrik yang meningkat di berbagai negara, perusahaan ini diperkirakan akan tetap menjadi pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Momentum Lebaran 2026 Diprediksi Mampu Naikkan Omzet UMKM hingga 4 Kali Lipat
- Rabu, 11 Maret 2026
5 Rekomendasi Rumah Murah Subsidi di Baleendah Bandung, Harga Mulai Rp130 Jutaan
- Rabu, 11 Maret 2026











