Mensos Ajak Penerima Bansos Bergabung Koperasi Merah Putih Untuk Pemberdayaan Ekonomi
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial, tetapi juga melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu langkah yang kini didorong adalah mengajak para penerima manfaat bantuan sosial untuk terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi produktif melalui koperasi desa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai bahwa bantuan sosial seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar semata. Lebih dari itu, bantuan tersebut perlu diarahkan agar dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya melalui berbagai kegiatan ekonomi yang produktif.
Baca JugaMenag Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Inspirasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Bersama
Karena itu, pemerintah mendorong penerima bantuan sosial untuk bergabung sebagai anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dibentuk di berbagai wilayah. Melalui koperasi tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan sebagai bagian dari penggerak ekonomi di daerah masing-masing.
"Di Jawa Timur ada lebih dari lima juta penerima manfaat dari program-program yang disalurkan melalui Kementerian Sosial, dengan Kabupaten Pasuruan sendiri terdapat 229 ribu penerima manfaat yang dapat bergabung menjadi anggota KDKMP di wilayah setempat," kata Mensos di KDMP Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa.
Mendorong Bansos Menjadi Sarana Pemberdayaan Ekonomi
Dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan bersama Kementerian Koperasi tersebut, Menteri Sosial menjelaskan bahwa langkah mengajak penerima bansos bergabung dalam koperasi merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengubah pendekatan bantuan sosial.
Menurutnya, program bantuan sosial tidak seharusnya hanya bersifat konsumtif yang sekadar membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan tersebut juga mampu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Dalam kegiatan sosialisasi bersama Kementerian Koperasi itu, Mensos menjelaskan hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan koperasi.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam koperasi, diharapkan akan terbentuk sistem ekonomi yang lebih kuat di tingkat desa maupun kelurahan.
Potensi Penguatan Ekonomi Daerah
Saifullah Yusuf menilai bahwa jumlah penerima bantuan sosial yang cukup besar di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan, merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian daerah.
Jika para penerima bantuan tersebut bergabung dalam koperasi dan berpartisipasi secara aktif, maka kegiatan ekonomi di tingkat lokal dapat berkembang dengan lebih baik.
Dengan jumlah penerima manfaat yang masif di wilayah Jawa Timur khususnya di Pasuruan, ia menilai potensi penguatan ekonomi daerah terkait melalui KDKMP dapat tumbuh dengan baik apabila para penerima bantuan terlibat secara aktif sebagai anggota.
Ia juga menjelaskan bahwa anggota koperasi tidak hanya berperan sebagai konsumen yang membeli produk atau layanan koperasi, tetapi juga sebagai pemilik usaha yang memiliki hak atas keuntungan koperasi.
Ia menuturkan anggota koperasi nantinya tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pemilik usaha yang berhak memperoleh sisa hasil usaha yang dibagikan setiap akhir tahun, yang dapat meningkatkan perekonomian anggota terkait.
Melalui mekanisme tersebut, anggota koperasi dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih luas dari aktivitas koperasi yang dijalankan.
Program Uji Coba Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat
Selain melakukan sosialisasi mengenai keanggotaan koperasi, Kementerian Sosial juga melaksanakan uji coba program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat di wilayah tersebut.
Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat menjalankan usaha kecil yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Selain sosialisasi tentang keanggotaan koperasi bagi para penerima manfaat bansos, ia menuturkan Kemensos juga melakukan uji coba program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat di wilayah tersebut.
Dalam tahap awal program tersebut, terdapat sejumlah keluarga yang dipilih untuk mendapatkan bantuan usaha berupa ternak ayam petelur.
Ia menyebutkan terdapat 100 keluarga yang terpilih untuk menerima bantuan usaha berupa 24 ekor ayam petelur per keluarga yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
Melalui bantuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk yang dapat dipasarkan melalui koperasi desa sehingga tercipta sistem ekonomi yang saling mendukung antaranggota.
"Hasil produksi telur nantinya dapat dijual melalui KDMP Gejugjati sehingga terbentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung anggota koperasi," katanya.
Dengan adanya sistem pemasaran melalui koperasi, para penerima bantuan tidak perlu kesulitan mencari pasar bagi hasil produksinya.
Kolaborasi Pemerintah untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa kolaborasi antara kementerian merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat desa.
Menurutnya, masyarakat desa tidak seharusnya hanya dipandang sebagai penerima bantuan sosial semata, tetapi perlu diberdayakan agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kolaborasi lintas lembaga ini juga merupakan upaya pemerintah untuk mendorong perubahan paradigma masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi objek penerima bantuan sosial, melainkan dapat diberdayakan sebagai pelaku ekonomi.
Melalui kerja sama antara berbagai lembaga pemerintah, diharapkan program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia berharap program kolaborasi tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan penerima bantuan sosial, tetapi juga dapat memperkuat perekonomian desa secara keseluruhan.
Ia berharap program kolaborasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa penerima bansos serta dapat meningkatkan perekonomian desa yang diharapkan dapat berdampak secara nasional.
Dengan pendekatan yang menggabungkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi, pemerintah berharap masyarakat desa dapat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau
- Rabu, 11 Maret 2026
Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Maret 2026 Diproyeksi Menguat
- Rabu, 11 Maret 2026
Berita Lainnya
Catat! Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026 Selama Tujuh Hari
- Rabu, 11 Maret 2026










