OJK Dorong Asuransi Perkuat Fundamental Bisnis Demi Pertumbuhan Premi Berkelanjutan

OJK Dorong Asuransi Perkuat Fundamental Bisnis Demi Pertumbuhan Premi Berkelanjutan
OJK Dorong Asuransi Perkuat Fundamental Bisnis Demi Pertumbuhan Premi Berkelanjutan

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penguatan fundamental bisnis di industri asuransi sebagai kunci utama untuk menjaga pertumbuhan premi yang berkelanjutan. 

Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan perlindungan masyarakat, OJK memandang bahwa stabilitas industri tidak hanya bergantung pada ekspansi premi semata, tetapi juga pada kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta relevansi produk yang ditawarkan kepada publik.

Imbauan tersebut disampaikan OJK sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan perlindungan konsumen. Dengan fundamental yang kuat, industri asuransi diharapkan mampu tumbuh secara sehat, terukur, dan tahan terhadap berbagai tekanan eksternal.

Baca Juga

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini Senin, 2 Februari 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

OJK Tekankan Penguatan Fondasi Bisnis Asuransi

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa penguatan fundamental bisnis merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan oleh seluruh perusahaan asuransi. Menurutnya, penguatan tersebut mencakup berbagai aspek penting yang saling berkaitan.

Penguatan fundamental bisnis dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas dan relevansi produk asuransi, penguatan tata kelola perusahaan, serta manajemen risiko yang lebih solid. Selain itu, pengembangan produk juga perlu diselaraskan dengan kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus berkembang.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar industri asuransi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Inovasi Bertanggung Jawab dan Perlindungan Konsumen

Dalam pernyataannya, Ogi juga menekankan pentingnya inovasi yang dilakukan secara bertanggung jawab. Inovasi produk dan layanan dinilai perlu terus didorong, namun tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian serta perlindungan konsumen.

“Selain itu, OJK juga mendorong industri untuk melakukan inovasi secara bertanggung jawab dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan perlindungan konsumen,” kata Ogi.

Pendekatan ini diharapkan dapat mencegah munculnya produk-produk yang berisiko tinggi bagi konsumen, sekaligus memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.

Prospek Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa

Secara keseluruhan, Ogi memandang bahwa kinerja pendapatan premi industri asuransi ke depan akan tumbuh secara stabil dan terukur. Proyeksi tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian nasional serta berbagai upaya penguatan yang terus dilakukan oleh industri.

OJK mencatat pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp163,88 triliun per November 2025. Meski demikian, nilai tersebut tercatat relatif stabil dengan kontraksi tipis sebesar 0,75% secara year on year (YoY).

Ogi memproyeksikan bahwa pertumbuhan premi asuransi jiwa ke depan akan berada pada kisaran stabil hingga moderat. Hal ini seiring dengan fokus industri terhadap keberlanjutan produk, penguatan perlindungan konsumen, serta perbaikan fundamental bisnis secara menyeluruh.

Kinerja Asuransi Umum Masih Tumbuh Positif

Sementara itu, dari segmen asuransi umum, OJK mencatat pendapatan premi mencapai Rp109,83 triliun per November 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,03% secara YoY.

Ogi menyampaikan bahwa prospek pertumbuhan premi asuransi umum ke depan masih diperkirakan akan tetap tumbuh. Namun demikian, pertumbuhan tersebut tetap harus memperhatikan dinamika risiko yang ada serta kondisi ekonomi yang terus berkembang.

Dengan pendekatan manajemen risiko yang tepat dan produk yang relevan, industri asuransi umum diharapkan mampu mempertahankan kinerja positif sekaligus menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Kinerja Investasi dan Pendekatan Prudent Industri

Dari sisi investasi, OJK mencatat total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp585,45 triliun per November 2025. Nilai tersebut tumbuh sebesar 8,05% secara YoY, mencerminkan pengelolaan investasi yang relatif stabil dan terukur.

Sementara itu, total investasi industri asuransi umum tercatat sebesar Rp139,27 triliun per November 2025, atau meningkat 9,28% secara YoY. Pertumbuhan investasi ini menunjukkan peran penting sektor asuransi dalam mendukung pasar keuangan nasional.

Ogi menyebut bahwa baik asuransi jiwa maupun asuransi umum mencatatkan penempatan investasi terbesar pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Hal tersebut mencerminkan pendekatan investasi yang prudent, berorientasi pada stabilitas, serta sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang diterapkan oleh industri.

Dengan kombinasi penguatan fundamental bisnis, inovasi yang bertanggung jawab, serta strategi investasi yang hati-hati, OJK optimistis industri asuransi dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Hari Ini Senin, 2 Februari 2026: Proyeksi Pergerakan Indeks dan Rekomendasi Saham Analis

IHSG Hari Ini Senin, 2 Februari 2026: Proyeksi Pergerakan Indeks dan Rekomendasi Saham Analis

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada Perdagangan Senin 2 Februari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada Perdagangan Senin 2 Februari 2026

Askrindo Gandeng Bank Kalsel Perkuat Asuransi Kredit Konstruksi Daerah

Askrindo Gandeng Bank Kalsel Perkuat Asuransi Kredit Konstruksi Daerah

BTN Resmi Ubah Ketentuan Rekening Dormant Mulai Februari 2026, Ini Aturan Lengkapnya

BTN Resmi Ubah Ketentuan Rekening Dormant Mulai Februari 2026, Ini Aturan Lengkapnya

OJK Masih Mengkaji Asuransi Wajib Perjalanan untuk Wisatawan Asing Indonesia

OJK Masih Mengkaji Asuransi Wajib Perjalanan untuk Wisatawan Asing Indonesia