IHSG Hari Ini Senin, 2 Februari 2026: Proyeksi Pergerakan Indeks dan Rekomendasi Saham Analis
- Senin, 02 Februari 2026
JAKARTA - Perdagangan pasar saham Indonesia memasuki awal Februari 2026 dengan dinamika yang masih sarat tekanan, namun juga membuka ruang peluang bagi investor jangka pendek.
Setelah mengalami guncangan hebat sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 2 Februari 2026 diperkirakan berpeluang menguat terbatas seiring meredanya tekanan jual dan mulai munculnya aksi beli selektif di sejumlah saham unggulan.
Pekan sebelumnya menjadi salah satu periode paling bergejolak bagi pasar modal Indonesia. Sentimen eksternal, khususnya keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia, memicu tekanan signifikan yang berdampak pada pergerakan indeks dan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca JugaUpdate Harga Emas Pegadaian Hari Ini Senin, 2 Februari 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
IHSG Melemah Tajam Sepanjang Pekan Perdagangan
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat melemah 6,94% dalam sepekan pada periode 26–30 Januari 2026. Indeks ditutup di level 8.329,60, turun dari posisi 8.951,01 pada pekan sebelumnya. Penurunan ini sekaligus mencerminkan tingginya volatilitas pasar akibat tekanan sentimen global dan domestik yang datang secara bersamaan.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, sepanjang pekan lalu pergerakan IHSG berada dalam tekanan yang sangat tinggi. Bahkan, Bursa Efek Indonesia dua kali memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt akibat penurunan indeks yang menembus batas 8%.
Trading halt pertama terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026pukul 13.43–14.13 WIB setelah IHSG jatuh 8%. Kondisi serupa kembali terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026pukul 09.26 WIB, sehingga BEI kembali menghentikan perdagangan selama 30 menit.
Kapitalisasi Pasar Menguap Rp1.198 Triliun
Tekanan pada IHSG juga berdampak langsung terhadap nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Dalam sepekan, kapitalisasi pasar tercatat turun 7,37% menjadi Rp15.046 triliun dari sebelumnya Rp16.244 triliun. Artinya, nilai pasar saham Indonesia menguap sekitar Rp1.198 triliun hanya dalam lima hari perdagangan.
Meski demikian, di tengah tekanan tersebut terdapat peningkatan aktivitas transaksi. Kautsar mencatat rata-rata nilai transaksi harian BEI justru melonjak 29,28% menjadi Rp43,76 triliun, dibandingkan Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan tingginya aktivitas jual beli saham akibat volatilitas pasar yang ekstrem.
Proyeksi Teknis IHSG dari MNC Sekuritas
Tim Analis MNC Sekuritas menilai IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan terbatas. Pada akhir pekan lalu, indeks tercatat menguat 1,18% ke level 8.329 dengan dominasi volume pembelian, menandakan adanya minat beli dari investor.
"Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave (a) dari wave [x], sehingga dapat diwaspadai area koreksi di 7.945–8.189. Adapun area penguatan yang dapat kami perkirakan berada di 8.527–8.812," tulis MNC Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dengan level support di 7.985 dan 7.762, sementara area resistance berada di kisaran 8.341 hingga 8.590. Dalam kondisi ini, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham PT Astra International Tbk. (ASII), PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA). Selain itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) direkomendasikan sebagai speculative buy.
Pandangan BRI Danareksa Sekuritas: Menguat Terbatas
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda turut menilai IHSG berpeluang menguat secara terbatas pada perdagangan hari ini. Target resistance diperkirakan berada di area 8.400, dengan support psikologis di level 8.000.
"Pasar cenderung wait and see menantikan respons terhadap penunjukan pejabat baru di OJK dan BEI, serta mencermati rilis neraca perdagangan dan inflasi, dengan risiko lanjutan tekanan jual asing tetap perlu diwaspadai," ujar Reza.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), serta PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA).
OCBC Sekuritas: Tren Bullish Masih Terjaga
Sementara itu, Tim Analis OCBC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren bullish secara teknikal. Hal ini ditopang oleh terbentuknya pola white candle yang disertai peningkatan volume perdagangan, sebuah sinyal positif bagi potensi penguatan lanjutan.
"Secara teknikal, indeks diproyeksikan memiliki peluang kenaikan lanjutan dengan level resistansi di area 8.430 dan support di kisaran 8.200," tulis OCBC Sekuritas dalam Market Snap Morning.
Dengan kombinasi sentimen domestik, teknikal, dan respons pasar terhadap kebijakan global, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan tetap fluktuatif. Investor disarankan tetap selektif, disiplin menerapkan manajemen risiko, serta memanfaatkan momentum volatilitas secara bijak.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Ramalan Zodiak Senin 2 Februari 2026: Waktu Introspeksi, Relasi, dan Kebiasaan
- Senin, 02 Februari 2026
BTN Resmi Ubah Ketentuan Rekening Dormant Mulai Februari 2026, Ini Aturan Lengkapnya
- Senin, 02 Februari 2026
OJK Masih Mengkaji Asuransi Wajib Perjalanan untuk Wisatawan Asing Indonesia
- Senin, 02 Februari 2026
OJK Dorong Asuransi Perkuat Fundamental Bisnis Demi Pertumbuhan Premi Berkelanjutan
- Senin, 02 Februari 2026
Berita Lainnya
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada Perdagangan Senin 2 Februari 2026
- Senin, 02 Februari 2026
Askrindo Gandeng Bank Kalsel Perkuat Asuransi Kredit Konstruksi Daerah
- Senin, 02 Februari 2026
BTN Resmi Ubah Ketentuan Rekening Dormant Mulai Februari 2026, Ini Aturan Lengkapnya
- Senin, 02 Februari 2026
OJK Masih Mengkaji Asuransi Wajib Perjalanan untuk Wisatawan Asing Indonesia
- Senin, 02 Februari 2026
OJK Dorong Asuransi Perkuat Fundamental Bisnis Demi Pertumbuhan Premi Berkelanjutan
- Senin, 02 Februari 2026








