Menaker Tegaskan Pengawasan Ketat Program Magang Nasional, Evaluasi Terus Berjalan

Menaker Tegaskan Pengawasan Ketat Program Magang Nasional, Evaluasi Terus Berjalan
Menaker Tegaskan Pengawasan Ketat Program Magang Nasional, Evaluasi Terus Berjalan

JAKARTA - Pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 menjadi salah satu perhatian serius pemerintah di tengah upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja. 

Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu, program ini telah diikuti oleh puluhan ribu lulusan baru perguruan tinggi dan melibatkan ratusan perusahaan dari berbagai sektor. Di balik manfaat yang diharapkan, pemerintah juga memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai aturan dan menjunjung profesionalisme.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya melepas program tersebut berjalan begitu saja. Pengawasan serta evaluasi dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan peserta magang mendapatkan hak dan pengalaman yang sesuai dengan tujuan awal program.

Baca Juga

Mendagri Dorong Percepatan Pengembalian TKD untuk Daerah Terdampak Bencana

Monitoring dan Evaluasi Dilakukan Secara Berkala

Menaker Yassierli menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Program Magang Nasional 2025. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dari sejumlah peserta magang yang menyoroti praktik dan profesionalisme perusahaan tempat mereka ditempatkan.

“Terkait magang, kita selalu monev (monitoring dan evaluasi). Kami dapatkan laporan langsung, kita tindak lanjuti. Sudah ada beberapa perusahaan yang kita tegur, sudah ada beberapa perusahaan yang memang kita lihat (bermasalah/melanggar ketentuan). Ya, pastinya kita tindak lanjuti dan kita terus akan melakukan (pengawasan dan evaluasi),” kata Yassierli.

Menurutnya, laporan dari peserta menjadi bagian penting dalam mekanisme pengawasan. Pemerintah tidak segan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan dalam program magang tersebut.

Evaluasi Menyeluruh Usai Empat hingga Lima Bulan Pelaksanaan

Selain pengawasan rutin, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyiapkan evaluasi menyeluruh setelah program berjalan dalam periode tertentu. Hal ini disampaikan Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.

“Kami berencana, sesudah 4 bulan atau mendekati bulan ke 5, kita akan lakukan evaluasi secara komprehensif, saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif, sesuai dengan peninjauan, sejalan dengan peninjauan-peninjauan yang kami lakukan saat pelaksanaan magang,” ujar Menaker.

Evaluasi komprehensif tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran di tempat magang, kepatuhan perusahaan terhadap aturan, hingga manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar perbaikan program ke depan.

Dampak Positif bagi Peningkatan Kompetensi Peserta

Meski masih dalam tahap evaluasi, Yassierli menilai Program Magang Nasional 2025 sejauh ini berjalan cukup baik. Program yang masuk dalam paket stimulus ekonomi 8+4+5 pemerintah tahun lalu ini dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta.

Sebagian besar peserta merupakan lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi yang membutuhkan pengalaman kerja sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional. Dari evaluasi sementara, program ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Yassierli menyebutkan bahwa peningkatan keterampilan peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan awal program. Dengan pengalaman langsung di perusahaan, peserta magang memiliki kesempatan mengasah kemampuan teknis maupun soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dorongan Sertifikat Kompetensi bagi Peserta Magang

Sebagai bagian dari penguatan kualitas program, Menaker juga mendorong perusahaan penyelenggara magang untuk memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta setelah menyelesaikan masa magang. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi peserta ketika memasuki pasar kerja.

“Opsional, tapi kami terus akan dorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kepada peserta magang sesudah mereka (menyelesaikan program magang selama) 6 bulan, itu adalah sertifikat kompetensi,” ujar Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Menurut Yassierli, sertifikat kompetensi akan menjadi bukti konkret keterampilan yang diperoleh peserta selama magang. Hal ini juga dapat meningkatkan daya saing lulusan baru di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.

Skema Magang Nasional dan Perlindungan Peserta

Hingga saat ini, pemerintah telah menjalankan tiga periode atau batch Program Magang Nasional 2025 dengan jumlah peserta mencapai sekitar 100 ribu orang. Program ini dirancang sebagai jembatan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Peserta menjalani magang selama enam bulan di perusahaan mitra dan menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial kepada peserta melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga merasa aman dan terlindungi selama mengikuti program. Ke depan, pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat agar Program Magang Nasional benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

MUI dan Kemenag Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pengelolaan Zakat Nasional

MUI dan Kemenag Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pengelolaan Zakat Nasional

TNI AD Bangun 105 Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Aceh Pascabencana

TNI AD Bangun 105 Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Aceh Pascabencana

Gerak Cepat Maruarar Sirait Percepat Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta

Gerak Cepat Maruarar Sirait Percepat Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta

BRIN Hadirkan Kemasan Kertas Berlapis Minyak Nabati yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

BRIN Hadirkan Kemasan Kertas Berlapis Minyak Nabati yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan