TNI AD Bangun 105 Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Aceh Pascabencana
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Pemulihan kehidupan warga pascabencana tidak hanya bergantung pada bantuan logistik jangka pendek, tetapi juga pada ketersediaan air bersih yang berkelanjutan.
Menyadari kebutuhan mendasar tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengambil langkah konkret dengan membangun ratusan sumur bor di berbagai wilayah terdampak bencana di Aceh.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD untuk hadir langsung membantu masyarakat, khususnya dalam menjamin akses air bersih yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi, sanitasi, serta aktivitas sehari-hari warga yang terdampak bencana alam.
Baca JugaMendagri Dorong Percepatan Pengembalian TKD untuk Daerah Terdampak Bencana
Target 105 Sumur Bor untuk Wilayah Terdampak
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu, dijelaskan bahwa TNI AD menargetkan pembangunan sebanyak 105 titik sumur bor di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Sumur bor tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih, mulai dari kebutuhan minum hingga keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa hingga saat ini, proses pembangunan telah menunjukkan progres signifikan.
“Sejauh ini pihaknya sudah membangun 76 sumur bor di wilayah Aceh,” kata Donny saat dikonfirmasi di Jakarta.
Pembangunan tersebut ditargetkan selesai secara bertahap agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama di lokasi-lokasi yang mengalami kesulitan akses air bersih pascabencana.
Dikerjakan Satuan Khusus dengan Perencanaan Matang
Menurut Donny, pelaksanaan pembangunan sumur bor dipercayakan kepada Satuan Peralatan dan Perbekalan Daerah Militer (Paldam) Iskandar Muda. Satuan ini bertanggung jawab penuh dalam memastikan setiap sumur bor dibangun sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Pembangunan sumur bor dipercayakan kepada Satuan Paldam Iskandar Muda dengan total rencana 105 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang,” kata Donny.
Penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat dan tingkat kerusakan infrastruktur air bersih di wilayah terdampak. Dengan demikian, kehadiran sumur bor benar-benar menjawab kebutuhan mendesak warga.
Menjaga Kualitas Air dan Keamanan Lingkungan
TNI AD menegaskan bahwa pembangunan sumur bor tidak dilakukan secara sembarangan. Selain mengejar jumlah, kualitas air yang dihasilkan juga menjadi perhatian utama agar layak digunakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
“Kita akan terus mengupayakan agar sumur yang dibuat berada di kedalaman ideal pada 30 hingga 40 meter, sehingga kualitas air lebih jernih dan meminimalkan risiko kontaminasi dari air permukaan,” kata Donny.
Kedalaman tersebut dinilai mampu menghasilkan air yang lebih bersih dan aman, sekaligus mengurangi potensi tercemarnya air oleh limbah atau kotoran dari permukaan tanah. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Dilengkapi Fasilitas MCK yang Layak
Tidak hanya membangun sumur bor, TNI AD juga melengkapi setiap titik dengan fasilitas penunjang agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Fasilitas tersebut meliputi tempat mencuci serta MCK yang dibangun dengan memperhatikan standar sanitasi.
“Setiap sumur nantinya dilengkapi fasilitas penunjang seperti tempat mencuci dan MCK dengan standar sanitasi yang aman dan ramah lingkungan agar dapat digunakan secara berkelanjutan,” ujar Donny.
Penyediaan fasilitas MCK yang layak dinilai sangat penting, terutama di wilayah pascabencana yang rawan munculnya penyakit akibat buruknya sanitasi. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.
Harapan Mencegah Krisis Air Berkepanjangan
Donny berharap, kehadiran sumur bor yang dibangun TNI AD dapat menjadi solusi jangka menengah hingga panjang bagi warga Aceh yang terdampak bencana. Air bersih yang tersedia secara memadai diyakini mampu mengurangi risiko krisis air berkepanjangan.
“Dia berharap kehadiran sumur bor buatan TNI AD ini mampu mengurangi risiko krisis air berkepanjangan, mencegah munculnya penyakit, serta membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal pascabencana.”
Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, pembangunan sumur bor ini juga mencerminkan peran TNI AD dalam mendukung pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan akses air bersih yang terjamin, warga diharapkan dapat lebih cepat memulihkan aktivitas sehari-hari dan membangun kembali kehidupan mereka setelah bencana.
Melalui langkah nyata ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di saat-saat krisis.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dipakai Sehari-hari, Tujuh Fitur WhatsApp Ini Jarang Dimanfaatkan Padahal Sangat Berguna
- Kamis, 22 Januari 2026
Resep Gabin Tape Praktis untuk Jualan dengan Peluang Untung Menjanjikan
- Kamis, 22 Januari 2026
5 Resep Pepes Tahu Telur Lezat, Praktis, dan Bergizi untuk Menu Harian Keluarga
- Kamis, 22 Januari 2026
Lonjakan Minat Haji Generasi Muda Dorong Kinerja Bank Mega Syariah Sepanjang 2025
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh
- Kamis, 22 Januari 2026
MUI dan Kemenag Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pengelolaan Zakat Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Gerak Cepat Maruarar Sirait Percepat Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
BRIN Hadirkan Kemasan Kertas Berlapis Minyak Nabati yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemulihan Pascabencana, 162 Unit Huntara di Pidie Jaya Aceh Siap Ditempati
- Kamis, 22 Januari 2026












