BRIN Hadirkan Kemasan Kertas Berlapis Minyak Nabati yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Upaya mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai terus didorong melalui berbagai inovasi.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah kemasan makanan, terutama untuk produk siap saji yang semakin banyak digunakan masyarakat. Di tengah meningkatnya kesadaran lingkungan dan kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan terobosan berupa pengembangan kemasan kertas dengan pelapis berbahan minyak nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Kemasan berbahan kertas sebenarnya telah lama digunakan, khususnya untuk makanan dan minuman yang dibawa pulang. Namun, agar kertas tidak mudah bocor akibat air atau minyak, selama ini pelapis yang digunakan umumnya berasal dari plastik seperti polyethylene. Kombinasi antara kertas dan plastik inilah yang kemudian memunculkan persoalan baru, karena membuat kemasan sulit didaur ulang maupun dikomposkan.
Baca JugaMendagri Dorong Percepatan Pengembalian TKD untuk Daerah Terdampak Bencana
Tantangan Lingkungan dan Kesehatan dari Plastik
Lapisan plastik pada kemasan kertas tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kesehatan. Keberadaan plastik dalam kemasan berpotensi melepaskan sejumlah komponen kimia ke dalam makanan atau minuman yang dikemas. Zat aditif dalam plastik, seperti plasticizer, dikhawatirkan dapat bermigrasi dan menimbulkan dampak negatif jika terpapar dalam jangka panjang.
Masalah inilah yang mendorong Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Zatil Afrah Athaillah, untuk mencari alternatif pelapis kertas yang lebih aman sekaligus berkelanjutan. Ia mengembangkan teknologi pelapisan kertas berbahan lemak nabati, yang diharapkan mampu menggantikan fungsi plastik tanpa menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan.
“Lapisan ini berfungsi mencegah migrasi air dan minyak dari makanan, supaya tidak bocor atau merembes. Tapi karena bahannya plastik, ada persoalan keberlanjutan dan juga keamanan pangan,” kata Zatil.
Inovasi Pelapisan Kertas Berbasis Minyak Nabati
Dengan mempertimbangkan kepraktisan penggunaan kemasan, aspek keberlanjutan, serta keamanan pangan, Zatil mulai mengembangkan teknik pelapisan kertas menggunakan minyak nabati sejak awal 2025. Dalam riset ini, ia menguji berbagai jenis minyak nabati yang memiliki potensi membentuk lapisan pelindung di permukaan kertas.
Beberapa minyak yang diuji antara lain minyak walnut, kemiri, kedelai, dan linseed. Minyak-minyak tersebut dipilih karena karakteristik kimianya dinilai mendukung pembentukan lapisan yang mampu menahan air dan minyak. Di sisi lain, minyak sawit dan minyak zaitun juga dicoba dalam tahap pengujian, namun hasilnya belum memenuhi harapan karena kertas yang dilapisi kedua minyak tersebut masih dapat ditembus cairan.
Keberhasilan pelapisan diuji dengan metode sederhana, yakni meneteskan air dan minyak di atas permukaan kertas. Pengamatan dilakukan hingga 60 menit untuk melihat apakah terjadi rembesan ke bagian bawah kertas. Jika selama periode tersebut kertas tetap kering dan tidak berubah tampilan, maka pelapisan dinilai berhasil.
Penetapan batas waktu 60 menit tersebut bukan berarti setelahnya kertas akan langsung tembus. “Kalau diperlukan, sebenarnya pengujian bisa dilakukan lebih lama,” ujar Zatil.
Uji Mikroskop dan Sifat Hidrofobik Kertas
Selain pengujian tetes sederhana, tim peneliti BRIN juga melakukan pengamatan lanjutan menggunakan mikroskop 3D. Melalui alat ini, bentuk tetesan air dapat diamati dari sisi samping permukaan kertas, sekaligus diukur sudut kontak antara air dan permukaan kertas.
Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara kertas tanpa pelapis dan kertas yang telah dilapisi minyak nabati. Pada kertas tanpa pelapis, tetesan air terlihat mudah menyebar dan melebar. Sebaliknya, pada kertas berlapis minyak nabati, tetesan air cenderung mempertahankan bentuknya dan tampak lebih membulat.
Pengukuran sudut kontak air menunjukkan nilai mendekati 90 derajat. Angka ini menandakan bahwa permukaan kertas memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap air atau bersifat hidrofobik, sehingga lebih efektif digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman.
Pengujian Lanjutan dan Potensi Pengembangan
Pengujian tidak berhenti pada sifat tahan air dan minyak. Peneliti juga menilai kualitas kertas berlapis minyak nabati melalui berbagai metode lanjutan. Di antaranya adalah uji kekuatan dan kelenturan kertas menggunakan texture analyzer, analisis gugus fungsi dengan fourier transform infrared (FTIR), serta uji kristalinitas melalui x-ray diffraction (XRD).
Selain itu, dilakukan pula uji kekentalan minyak, analisis komposisi asam lemak, serta pengamatan morfologi kertas menggunakan berbagai teknik mikroskopi, termasuk scanning electron microscopy (SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa dari sisi sifat mekanik, kertas berlapis minyak nabati memiliki kekuatan dan kelenturan yang mirip, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik, dibandingkan kertas tanpa pelapis.
“Dari sisi sifat mekanik, kertas berlapis minyak nabati menunjukkan kekuatan dan kelenturan yang mirip, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik, dibandingkan kertas tanpa pelapis,” ujar Zatil.
Saat ini, hasil riset tersebut masih berupa lembaran kertas berlapis dan belum diaplikasikan dalam bentuk produk kemasan komersial. Meski demikian, metode pelapisan yang dikembangkan telah didaftarkan dan memperoleh paten pada 2025 melalui pendanaan Rumah Program Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN.
Ke depan, Zatil berharap riset ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk pengujian sensori untuk mengetahui apakah lapisan minyak nabati memengaruhi rasa dan aroma minuman. Ia juga tertarik memanfaatkan epicuticular lipid dari daun atau kulit buah sebagai bahan pelapis alternatif.
“Daun atau kulit buah sebenarnya mengandung lipid alami. Kalau bisa dimanfaatkan sebagai bahan pelapis, itu akan sangat menarik karena berasal dari limbah,” katanya.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dipakai Sehari-hari, Tujuh Fitur WhatsApp Ini Jarang Dimanfaatkan Padahal Sangat Berguna
- Kamis, 22 Januari 2026
Resep Gabin Tape Praktis untuk Jualan dengan Peluang Untung Menjanjikan
- Kamis, 22 Januari 2026
5 Resep Pepes Tahu Telur Lezat, Praktis, dan Bergizi untuk Menu Harian Keluarga
- Kamis, 22 Januari 2026
Lonjakan Minat Haji Generasi Muda Dorong Kinerja Bank Mega Syariah Sepanjang 2025
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh
- Kamis, 22 Januari 2026
MUI dan Kemenag Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pengelolaan Zakat Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
TNI AD Bangun 105 Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Aceh Pascabencana
- Kamis, 22 Januari 2026
Gerak Cepat Maruarar Sirait Percepat Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemulihan Pascabencana, 162 Unit Huntara di Pidie Jaya Aceh Siap Ditempati
- Kamis, 22 Januari 2026












