PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Masih Tinggi di Pasar Nasional
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Pemantauan harga pangan kembali menjadi perhatian publik seiring dinamika kebutuhan pokok masyarakat.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan kondisi harga sejumlah komoditas utama di tingkat pedagang eceran secara nasional. Laporan ini menjadi salah satu rujukan penting bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan untuk membaca arah pergerakan harga pangan.
Berdasarkan data PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia dan dilansir di Jakarta pada Rabu pukul 09.30 WIB, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp48.600 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras berada di level Rp33.700 per kilogram. Angka tersebut mencerminkan kondisi pasar pangan terkini yang masih berada dalam rentang fluktuasi wajar, meski beberapa komoditas tercatat relatif tinggi.
Baca JugaMenperin Dorong DPR Percepat Pengesahan RUU Kawasan Industri Nasional
Cabai dan Bawang Masih Jadi Komoditas Sorotan
Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga beberapa jenis cabai lainnya yang turut memengaruhi belanja rumah tangga. Harga cabai merah besar tercatat mencapai Rp34.400 per kilogram, cabai merah keriting Rp36.300 per kilogram, dan cabai rawit hijau berada di angka Rp44.700 per kilogram. Variasi harga antarjenis cabai ini menunjukkan perbedaan pasokan dan permintaan di masing-masing daerah.
Tak hanya cabai, komoditas bawang juga menjadi perhatian. Harga bawang merah tercatat Rp54.700 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp44.750 per kilogram. Kedua komoditas ini memiliki peran penting dalam kebutuhan dapur sehari-hari, sehingga pergerakan harganya kerap menjadi indikator kondisi pasokan pangan nasional.
PIHPS secara rutin mencatat dan memperbarui harga pangan strategis guna memberikan gambaran akurat terkait kondisi pasar. Data tersebut dihimpun dari berbagai wilayah dan mencerminkan harga di tingkat pedagang eceran.
Harga Beras Beragam Sesuai Kualitas
Komoditas beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia juga menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitasnya. Dalam laporan PIHPS, beras kualitas bawah I tercatat di harga Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di Rp14.650 per kilogram.
Sementara itu, untuk kategori beras kualitas medium, beras medium I dibanderol Rp16.450 per kilogram dan beras medium II di harga Rp15.950 per kilogram. Adapun beras kualitas super I tercatat Rp17.250 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II berada di angka Rp16.900 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut mencerminkan kualitas beras yang beredar di pasaran serta preferensi konsumen yang beragam. Bagi masyarakat, data ini dapat menjadi referensi untuk menyesuaikan pilihan konsumsi dengan kondisi anggaran rumah tangga.
Daging, Gula, dan Minyak Goreng Ikut Dipantau
Selain komoditas hortikultura dan beras, PIHPS juga mencatat harga protein hewani dan bahan pangan penting lainnya. Harga daging ayam ras tercatat Rp40.900 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I berada di harga Rp134.000 per kilogram, dan daging sapi kualitas II tercatat Rp124.400 per kilogram.
Untuk komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium tercatat sebesar Rp20.000 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.450 per kilogram. Kedua jenis gula ini banyak digunakan baik oleh rumah tangga maupun pelaku usaha kecil, sehingga pergerakan harganya turut memengaruhi aktivitas ekonomi sehari-hari.
Di sektor minyak goreng, PIHPS mencatat harga minyak goreng curah sebesar Rp20.100 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp23.500 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II berada di harga Rp20.750 per liter. Variasi harga tersebut menunjukkan perbedaan kualitas, merek, serta jenis kemasan yang tersedia di pasar.
Referensi Penting Bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Data harga pangan yang dirilis PIHPS Nasional menjadi acuan penting dalam menjaga transparansi informasi pasar. Bagi konsumen, informasi ini dapat dimanfaatkan untuk merencanakan belanja secara lebih bijak. Sementara bagi pelaku usaha dan pengambil kebijakan, data PIHPS menjadi dasar untuk membaca tren harga, mengantisipasi gejolak, serta merumuskan langkah stabilisasi bila diperlukan.
Secara keseluruhan, pemantauan harga oleh PIHPS menunjukkan bahwa harga pangan strategis masih bergerak dinamis dengan perbedaan antar komoditas. Dengan informasi yang akurat dan terkini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi fluktuasi harga, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas pangan nasional yang berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cara Membuat Bubur Mutiara Bening dan Kenyal, Lengkap dengan Aneka Resep Lezat
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi 7 Tempat Makan Siang Favorit di Dekat Stasiun Lempuyangan Jogja
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi 3 Kafe Pagi Favorit di Kota Batu untuk Ngopi Sambil Menunggu Sunrise
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Menteri ATR Siap Refocusing Anggaran Tangani Dampak Pascabencana Sumatera
- Rabu, 21 Januari 2026
Cek Tarif Listrik PLN 20–25 Januari 2026, Tetap Berlaku untuk Seluruh Golongan
- Rabu, 21 Januari 2026
Polytron Beri Sinyal Rilis Mobil Listrik Baru, Dipastikan CKD dan Fokus Edukasi Konsumen
- Rabu, 21 Januari 2026
Geely EX2 Mulai Dirakit Lokal, TKDN 46,5 Persen Perkuat Industri Otomotif
- Rabu, 21 Januari 2026










.png)

