BYD Pamer Charger Megawatt 1.000 kW, Baterai Mobil Listrik Terisi 20–80 Persen dalam Lima Menit
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Kekhawatiran soal lamanya waktu pengisian daya kerap menjadi salah satu penghalang utama adopsi kendaraan listrik.
Namun, gambaran tersebut mulai berubah seiring perkembangan teknologi pengisian ultra cepat. Produsen otomotif asal China, BYD, menunjukkan bahwa proses pengisian baterai kendaraan listrik kini bisa dilakukan hampir secepat mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.
Melalui sebuah demonstrasi teknologi, BYD memperlihatkan kemampuan perangkat pengisian daya terbarunya yang dinamai Megawatt Flash Charger. Teknologi ini memungkinkan pengisian baterai dari kondisi 20 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari lima menit. Capaian ini menjadi salah satu lompatan besar dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik global.
Baca JugaMenperin Dorong DPR Percepat Pengesahan RUU Kawasan Industri Nasional
Megawatt Flash Charger Diperlihatkan Langsung di China
Teknologi Megawatt Flash Charger pertama kali diperkenalkan BYD pada April 2025. Namun, perusahaan kembali melakukan demonstrasi langsung saat kunjungan ANTARA bersama sejumlah perwakilan media dari Indonesia di fasilitas sirkuit segala medan (all-terrain) milik BYD di Zhengzhou, China.
Dalam demonstrasi tersebut, BYD menunjukkan bagaimana Megawatt Flash Charger mampu menyalurkan daya hingga 1 megawatt atau setara 1.000 kW. Pada kondisi baterai kendaraan berada di level 20 persen, proses pengisian hingga 80 persen dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari lima menit.
Kecepatan ini membuat pengisian daya kendaraan listrik semakin mendekati pengalaman mengisi bahan bakar kendaraan berbasis mesin pembakaran internal, yang selama ini dikenal lebih praktis dan cepat.
Lampaui Rekor Pengisian Cepat Kompetitor
Keunggulan Megawatt Flash Charger tidak hanya terletak pada kecepatannya, tetapi juga pada daya yang mampu disalurkan. Teknologi ini melampaui rekor pengisian cepat sebelumnya yang dipegang oleh Tesla dengan daya 500 kW dan Xpeng yang mencapai 800 kW.
BYD bahkan mengklaim bahwa sistem Megawatt Flash Charger secara teknis mampu menyalurkan daya hingga 1.360 kW, apabila tidak dibatasi oleh sistem manajemen baterai kendaraan. Angka ini menempatkan BYD di posisi terdepan dalam pengembangan teknologi pengisian ultra cepat untuk kendaraan listrik.
Sebagai perbandingan, pengisian menggunakan charger DC berdaya 200 kW—yang saat ini tergolong besar—umumnya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Sementara itu, charger rumah tangga berdaya 7 kW dapat memakan waktu hingga tujuh sampai sembilan jam untuk pengisian penuh.
Kondisi Infrastruktur dan Tantangan di Indonesia
Di Indonesia, kemampuan pengisian daya kendaraan listrik masih jauh di bawah capaian Megawatt Flash Charger. Saat ini, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan daya terbesar masih berada di kisaran 200 kW. Bahkan, kapasitas tersebut tidak selalu bisa dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan kestabilan suplai listrik di beberapa wilayah.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada inovasi di sisi kendaraan, tetapi juga kesiapan infrastruktur kelistrikan. Stabilitas pasokan listrik menjadi syarat mutlak agar teknologi pengisian daya ekstrem seperti Megawatt Flash Charger dapat beroperasi secara optimal.
Belum Semua Model BYD Bisa Menikmati Teknologi Ini
Meski menghadirkan terobosan signifikan, tidak semua kendaraan BYD saat ini dapat langsung memanfaatkan teknologi pengisian ultra cepat tersebut. Hingga kini, baru dua model yang telah mendukung Megawatt Flash Charger, yakni Han L untuk segmen sedan dan Tang L di kelas SUV.
Ke depan, BYD berencana memperluas adopsi teknologi ini melalui kendaraan yang dibangun di atas Super-e Platform. Tidak hanya itu, teknologi pengisian super cepat ini juga akan diterapkan pada merek premium BYD, yakni Denza, sebagai bagian dari strategi memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik kelas atas.
Ekspansi Jaringan Charger dan Optimisme BYD
Selain kesiapan kendaraan, BYD juga menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur pendukung. Perusahaan saat ini tengah mempercepat pembangunan jaringan Megawatt Flash Charger di berbagai wilayah China. Sepanjang tahun lalu, BYD telah memasang sekitar 4.000 unit charger, dengan mayoritas berlokasi di dealer dan showroom resmi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan teknologi pengisian super cepat dapat diakses secara luas dan digunakan secara optimal oleh konsumen. BYD menilai bahwa kemudahan dan kecepatan pengisian daya menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik secara massal.
Dengan hadirnya Megawatt Flash Charger, BYD optimistis hambatan utama penggunaan kendaraan listrik akan semakin berkurang. Waktu pengisian yang jauh lebih singkat diyakini mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, sekaligus mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan di berbagai negara.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cara Membuat Bubur Mutiara Bening dan Kenyal, Lengkap dengan Aneka Resep Lezat
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi 7 Tempat Makan Siang Favorit di Dekat Stasiun Lempuyangan Jogja
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi 3 Kafe Pagi Favorit di Kota Batu untuk Ngopi Sambil Menunggu Sunrise
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Menteri ATR Siap Refocusing Anggaran Tangani Dampak Pascabencana Sumatera
- Rabu, 21 Januari 2026
Cek Tarif Listrik PLN 20–25 Januari 2026, Tetap Berlaku untuk Seluruh Golongan
- Rabu, 21 Januari 2026
PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Masih Tinggi di Pasar Nasional
- Rabu, 21 Januari 2026
Polytron Beri Sinyal Rilis Mobil Listrik Baru, Dipastikan CKD dan Fokus Edukasi Konsumen
- Rabu, 21 Januari 2026
Geely EX2 Mulai Dirakit Lokal, TKDN 46,5 Persen Perkuat Industri Otomotif
- Rabu, 21 Januari 2026










.png)

