Lelang SUN Awal 2026 Raup Penawaran Rp82,9 Triliun dari Investor

Lelang SUN Awal 2026 Raup Penawaran Rp82,9 Triliun dari Investor
Lelang SUN Awal 2026 Raup Penawaran Rp82,9 Triliun dari Investor

JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, pemerintah kembali menguji respons pasar melalui lelang Surat Utang Negara (SUN). 

Hasilnya, minat investor masih terbilang solid. Lelang SUN yang digelar pada Selasa, 20 Januari 2026, mencatatkan total penawaran masuk hingga Rp82,9 triliun. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan pelaku pasar terhadap instrumen pembiayaan negara masih terjaga, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan lelang perdana sebelumnya pada 6 Januari 2026 yang mencapai Rp90,96 triliun.

Dari sembilan seri SUN yang ditawarkan dalam lelang kali ini, pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp36 triliun. Realisasi ini melampaui target indikatif yang sebelumnya ditetapkan senilai Rp33 triliun. Capaian tersebut sekaligus menegaskan fleksibilitas strategi pembiayaan pemerintah dalam merespons kondisi pasar yang dinamis.

Baca Juga

BEI Tegaskan Larangan Poles Aset Jelang IPO Demi Transparansi Pasar

Pemerintah Serap Dana di Atas Target Indikatif

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, penyerapan dana dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan biaya dan profil jatuh tempo. Dari total penawaran Rp82,9 triliun, pemerintah menyerap sekitar 43% dari total minat yang masuk.

Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pengelolaan risiko jangka panjang, khususnya terkait beban bunga dan struktur utang. Dengan strategi tersebut, pemerintah tetap mampu menjaga daya tarik SUN di mata investor, baik domestik maupun asing.

Seri FR0109 Jadi Incaran Utama Investor

Penawaran tertinggi dalam lelang kali ini tercatat pada seri FR0109, yang merupakan seri penerbitan baru. Seri ini memperoleh penawaran masuk sebesar Rp17,04 triliun dan dimenangkan sebesar Rp7,7 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang (weighted average yield) yang dimenangkan berada di level 5,718% dengan tanggal jatuh tempo 15 Maret 2031.

Tingginya minat terhadap FR0109 menunjukkan ketertarikan investor terhadap SUN dengan tenor menengah, yang dinilai mampu menawarkan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil. Seri ini menjadi salah satu indikator preferensi pasar di awal tahun 2026.

Kinerja Seri SPN dan FR Lainnya

Selain FR0109, seri SPN12270107 juga mencatatkan penawaran signifikan sebesar Rp14,8 triliun dan dimenangkan Rp5 triliun. Seri ini memiliki imbal hasil rata-rata tertimbang 4,65% dengan jatuh tempo 7 Januari 2027.

Berikutnya, seri SPN12260423 mencatatkan penawaran masuk Rp10,96 triliun dan diserap Rp3 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,35% dengan jatuh tempo 23 April 2036. Sementara itu, seri SPN01260221 memperoleh penawaran Rp6,180 triliun dan diserap Rp2 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 5,43% dan jatuh tempo 21 Februari 2026.

Untuk seri tenor panjang, FR0106 mencatatkan penawaran masuk Rp6,045 triliun dan dimenangkan Rp2,05 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang 6,489% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045. Selanjutnya, seri FR0107 menerima penawaran Rp5,8355 triliun dan dimenangkan Rp4,1 triliun, dengan imbal hasil 6,58990% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

SUN Tenor Panjang Tetap Dilirik Pasar

Pada seri pembukaan kembali (reopening), FR0102 mencatatkan penawaran Rp4,9466 triliun dan diserap Rp2,6 triliun. Yield rata-rata tertimbang seri ini sebesar 6,72981% dengan jatuh tempo 15 Juli 2054. Sementara itu, seri FR0105 memperoleh penawaran Rp4,4747 triliun dan dimenangkan Rp3 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,78989% dan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Minat terhadap seri tenor panjang ini menunjukkan bahwa sebagian investor masih memiliki pandangan jangka panjang terhadap stabilitas fiskal Indonesia. Imbal hasil yang lebih tinggi pada tenor panjang dinilai menarik bagi investor yang mencari pendapatan tetap dalam horizon waktu panjang.

Cerminan Strategi Pembiayaan Awal Tahun

Secara keseluruhan, hasil lelang SUN pada 20 Januari 2026 mencerminkan strategi pembiayaan pemerintah yang terukur di awal tahun. Penawaran yang tetap tinggi, meskipun sedikit lebih rendah dari lelang sebelumnya, menandakan kondisi pasar yang relatif stabil. Pemerintah pun memanfaatkan momentum tersebut dengan menyerap dana di atas target indikatif tanpa harus mengorbankan efisiensi biaya.

Ke depan, kinerja lelang SUN akan terus menjadi salah satu indikator penting untuk membaca arah minat investor, kondisi likuiditas pasar, serta ekspektasi terhadap kebijakan fiskal dan moneter sepanjang 2026.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penanganan Perkara Keuangan Nasional

OJK dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penanganan Perkara Keuangan Nasional

Menkeu Purbaya Siap Evaluasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pekan Depan

Menkeu Purbaya Siap Evaluasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pekan Depan

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Rabu 21 Januari 2026

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Rabu 21 Januari 2026

Update Harga Emas Antam Rabu 21 Januari 2026, 1 Gram Dibanderol Rp 2,737 Juta

Update Harga Emas Antam Rabu 21 Januari 2026, 1 Gram Dibanderol Rp 2,737 Juta

Update Harga Emas Perhiasan Rabu 21 Januari 2026 Bertahan, 24 Karat Rp  2.340.000

Update Harga Emas Perhiasan Rabu 21 Januari 2026 Bertahan, 24 Karat Rp 2.340.000