Meski di London, Prabowo Pimpin Rapat Virtual Bahas Perkembangan Satgas PKH
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan agenda strategis pemerintah tetap berjalan.
Saat menjalani kunjungan kerja di London, Inggris, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video bersama jajaran Kabinet Merah Putih pada Senin waktu setempat. Fokus utama rapat tersebut adalah membahas perkembangan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), salah satu program prioritas pemerintah dalam menjaga tata kelola kawasan hutan nasional.
Langkah ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk tetap mengawal isu-isu strategis nasional, meski sedang berada di luar negeri dalam rangka diplomasi internasional. Rapat virtual tersebut menjadi bukti bahwa koordinasi pemerintahan tetap berjalan dinamis, memanfaatkan teknologi untuk menjembatani jarak dan waktu.
Baca JugaPemerintah Alokasikan Rp667 Miliar Pulihkan Jalan Malalak Pasca Bencana Sumbar
Jajaran Kabinet yang Terlibat dalam Rapat Terbatas
Berdasarkan keterangan dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), rapat terbatas tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi negara yang berada di Jakarta. Di antaranya Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Selain itu, turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh. Kehadiran lintas kementerian dan lembaga ini menegaskan bahwa penertiban kawasan hutan merupakan isu lintas sektor yang membutuhkan sinergi menyeluruh.
Sementara itu, Presiden Prabowo yang memimpin rapat dari London didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pendampingan ini memperkuat koordinasi antara agenda luar negeri Presiden dengan kebijakan strategis di dalam negeri.
Satgas PKH Jadi Fokus Pembahasan Utama
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden dan jajaran kabinet secara khusus membahas perkembangan Satgas PKH. Satuan tugas ini dibentuk oleh Presiden Prabowo sejak Januari 2025, atau sekitar dua bulan setelah beliau resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
"Rapat membahas perkembangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dibentuk oleh Presiden Prabowo sejak Januari 2025, atau dua bulan setelah beliau dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia," tulis keterangan resmi dalam unggahan Sekretariat Kabinet.
Satgas PKH memiliki peran penting dalam memastikan penertiban kawasan hutan berjalan sesuai aturan, sekaligus menindak berbagai pelanggaran yang berpotensi merugikan negara dan lingkungan. Keberadaan satgas ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sumber daya alam serta menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Lawatan ke London Tetap Diiringi Agenda Nasional
Rapat virtual tersebut digelar di tengah agenda padat Presiden Prabowo selama berada di London. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris, khususnya melalui pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.
Di London, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan PM Keir Starmer untuk membahas sejumlah kerja sama strategis. Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan antara lain bidang ekonomi dan maritim, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama antara kedua negara.
Meski demikian, Presiden tetap meluangkan waktu untuk memimpin rapat terbatas terkait isu domestik. Hal ini mencerminkan upaya menjaga kesinambungan kebijakan nasional, sekaligus memastikan bahwa program-program strategis tidak terhambat oleh agenda luar negeri.
Isu Lingkungan Jadi Benang Merah Diplomasi dan Kebijakan Dalam Negeri
Selain pertemuan dengan PM Inggris, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III. Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan pelestarian alam dan lingkungan, termasuk isu konservasi gajah. Pembahasan ini akan melibatkan sejumlah tokoh filantropi dunia yang memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan global.
Menariknya, isu lingkungan juga menjadi benang merah antara agenda luar negeri Presiden dan rapat terbatas Satgas PKH. Penertiban kawasan hutan di dalam negeri sejalan dengan komitmen Indonesia di forum internasional untuk menjaga kelestarian alam dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
Dengan memimpin rapat Satgas PKH dari London, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan dan tata kelola hutan menjadi prioritas yang konsisten, baik dalam konteks nasional maupun global. Sinergi antara diplomasi internasional dan kebijakan domestik ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang serius menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Rapat terbatas tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pengawasan terhadap program strategis tetap dilakukan secara intensif, tanpa terikat oleh batas ruang dan waktu.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KEEN Raih Kontrak PLTS Tobelo Rp423 Miliar, Perkuat Energi Terbarukan
- Selasa, 20 Januari 2026
Darma Henwa Perkuat Bisnis Tambang lewat Perpanjangan Kontrak Arutmin
- Selasa, 20 Januari 2026
Ciputra Life Optimistis Asuransi Kesehatan Tumbuh Kuat Sepanjang 2026
- Selasa, 20 Januari 2026
Pemerintah Alokasikan Rp667 Miliar Pulihkan Jalan Malalak Pasca Bencana Sumbar
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Kemendagri Minta Pemda Waspadai Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan
- Selasa, 20 Januari 2026
Update Pergerakan Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Bawang Cabai Naik, Daging Turun
- Selasa, 20 Januari 2026
BKKBN Perketat Pengawasan Distribusi MBG bagi Ibu Hamil dan Balita untuk Cegah KLB
- Selasa, 20 Januari 2026
Indonesia dan Inggris Resmi Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bersama
- Selasa, 20 Januari 2026











