TNI AD Siap Percepat Pembangunan Ribuan Jembatan Demi Infrastruktur Nasional
- Selasa, 13 Januari 2026
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sepanjang tahun 2026.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan target pembangunan jembatan mencapai 6.382 unit. Langkah ini dilakukan untuk mendukung mobilitas dan konektivitas antarwilayah di seluruh Indonesia.
Program pembangunan jembatan mencakup wilayah-wilayah yang masih terdampak keterbatasan akses, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). TNI AD berkomitmen menyelesaikan pembangunan baik jembatan baru maupun renovasi jembatan lama. Proyek ini merupakan bagian dari tugas strategis yang diberikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Baca JugaGibran Optimistis Pariwisata Bisa Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional
Maruli menjelaskan, target tersebut menuntut kerja sama yang optimal dari seluruh jajaran. Setiap Komando Resor Militer (Korem) diarahkan membangun 10 hingga 15 jembatan setiap bulan. Pembentukan tim khusus akan mempercepat pelaksanaan di lapangan.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Tim
Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Maruli berharap tim lokal dapat mendukung TNI dalam proses pembangunan jembatan. Sinergi ini juga bertujuan memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga infrastruktur.
Selain itu, kehadiran tim gabungan memungkinkan pelaksanaan proyek lebih cepat. TNI AD memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga. Setiap tim dilengkapi kemampuan teknis sesuai jenis jembatan yang akan dibangun.
Jenis jembatan yang menjadi fokus meliputi jembatan gantung, jembatan ambo, dan jembatan bailey. Variasi jenis ini menyesuaikan kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat. Hal ini juga membantu menjangkau daerah terpencil dengan medan sulit.
Program Sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial
Pembangunan jembatan oleh TNI AD bukan sekadar proyek fisik. Program ini menjadi wujud dukungan terhadap pemerintah dan masyarakat. TNI hadir untuk memastikan akses masyarakat terpenuhi secara merata.
Program infrastruktur juga sejalan dengan target pembangunan nasional. Pembangunan ini memberi dampak langsung pada mobilitas warga. Kegiatan ekonomi pun diharapkan meningkat dengan konektivitas yang lebih baik.
Keberadaan jembatan baru diharapkan mempermudah distribusi kebutuhan pokok. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan wilayah. Masyarakat di daerah terpencil akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan.
Fokus pada Kualitas dan Kecepatan Pembangunan
Maruli menekankan pentingnya kualitas pembangunan. Meski jumlah jembatan yang dibangun banyak, mutu konstruksi tetap menjadi prioritas. Pengawasan ketat dilakukan untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan infrastruktur.
Setiap proyek dilaksanakan sesuai standar teknik yang berlaku. Hal ini memastikan jembatan tahan lama dan dapat digunakan jangka panjang. Pembangunan juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.
Selain kualitas, kecepatan menjadi perhatian utama. Target satu tahun setengah untuk menyelesaikan ribuan jembatan menuntut efisiensi kerja. Tim TNI AD terus memantau progres di setiap lokasi.
Momentum Strategis dan Dukungan Presiden
Program pembangunan jembatan mendapat perhatian khusus dari Presiden RI. Maruli menyebut pembangunan jembatan selaras dengan peresmian sekolah dan fasilitas rakyat lainnya. Momentum ini menjadi kesempatan tepat untuk memperkuat pelayanan publik.
Presiden menekankan pentingnya penyelesaian infrastruktur secara menyeluruh. TNI AD didorong untuk menyelesaikan seluruh jembatan sesuai target. Dukungan moral dan strategis dari Presiden memberikan semangat tambahan bagi seluruh prajurit.
Maruli juga berpesan agar seluruh prajurit bekerja maksimal. Terutama bagi wilayah NTT, pengerjaan harus dilakukan dengan baik dan disiplin. Pembangunan jembatan menjadi bukti nyata kontribusi TNI AD bagi masyarakat.
Manfaat Jangka Panjang Bagi Masyarakat
Keberadaan jembatan yang dibangun TNI AD memberi dampak luas bagi masyarakat. Akses transportasi menjadi lebih mudah dan efisien. Hal ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, masyarakat akan mendapatkan kemudahan distribusi kebutuhan pokok. Mobilitas warga meningkat untuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari. Pembangunan jembatan berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan nasional.
Program TNI AD ini sekaligus menegaskan peran militer dalam pembangunan sipil. Sinergi dengan pemerintah daerah menunjukkan kerja sama strategis yang efektif. Dengan tercapainya target, diharapkan seluruh Indonesia akan menikmati jaringan jembatan yang lebih lengkap.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Berita Lainnya
Bulog Dorong Fleksibilitas Pembelian Beras SPHP Demi Pemerataan Akses Pangan Nasional
- Senin, 12 Januari 2026
Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan
- Senin, 12 Januari 2026
Program SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga 31 Januari 2026 Lewat Skema RPATA
- Senin, 12 Januari 2026
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026











