Konsumsi Cokelat Dapat Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Penuaan
- Senin, 22 September 2025
JAKARTA - Siapa sangka, camilan manis favorit banyak orang, cokelat, ternyata memiliki potensi lebih dari sekadar memanjakan lidah.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi cokelat, terutama flavanol yang terkandung di dalamnya, tidak hanya menyehatkan jantung tetapi juga dapat memperlambat proses penuaan. Temuan ini membuka kemungkinan baru bahwa cokelat bisa menjadi salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
Dilansir dari Times of India, studi menunjukkan bahwa suplemen flavanol kakao mampu menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Meski cokelat biasa memang mengandung nutrisi bermanfaat, suplemen menawarkan dosis terkonsentrasi flavanol tanpa tambahan kalori, lemak, dan gula.
Baca Juga10 Ide Dekorasi Rumah Minimalis yang Membuktikan “Less is More”
Dengan kata lain, manfaat cokelat dapat diperoleh secara optimal tanpa khawatir soal kelebihan kalori. Bayangkan suatu saat dokter memberikan resep cokelat, bukan obat tradisional—kemungkinan itu mungkin terwujud seiring perkembangan penelitian di bidang nutrisi.
Cokelat dan Perlindungan Jantung
Setiap tahun, sekitar 17,9 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka ini menunjukkan bahwa penyakit jantung masih menjadi ancaman besar, bahkan di kalangan generasi muda.
Faktor gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, stres, dan kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab utama meningkatnya risiko penyakit jantung.
Penelitian telah menemukan bahwa konsumsi cokelat dapat memberikan efek perlindungan bagi jantung. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2020 di European Journal of Preventive Cardiology menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat setidaknya sekali seminggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
Hasil penelitian ini menegaskan kembali temuan sebelumnya yang menunjukkan manfaat cokelat terhadap tekanan darah dan kesehatan lapisan pembuluh darah. Fokus studi terbaru adalah pada arteri koroner, pembuluh darah yang memasok darah ke jantung, dan hasilnya sangat menjanjikan.
Para peneliti menemukan bahwa konsumsi cokelat lebih dari sekali seminggu dapat menurunkan risiko penyakit arteri koroner hingga 8%. Penemuan ini menegaskan bahwa cokelat bukan sekadar camilan, tetapi juga sumber nutrisi penting untuk kesehatan jantung.
Kandungan Nutrisi dalam Cokelat
Cokelat mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, antara lain flavonoid, metilxantin, polifenol, dan asam stearat. Senyawa-senyawa ini berperan dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Flavonoid, misalnya, bekerja sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, sehingga mengurangi kerusakan sel dan memperlambat proses penuaan.
Metilxantin yang terkandung dalam cokelat juga dapat meningkatkan sirkulasi darah, membantu tekanan darah tetap stabil, serta mendukung fungsi pembuluh darah. Selain itu, polifenol dalam kakao diketahui mampu menurunkan risiko peradangan kronis, yang sering menjadi pemicu penyakit jantung dan berbagai gangguan metabolik lainnya.
Suplemen Flavanol sebagai Alternatif Sehat
Meskipun cokelat batangan mengandung nutrisi tersebut, konsumsi berlebihan bisa menambah kalori, gula, dan lemak jenuh. Di sinilah suplemen flavanol kakao menjadi alternatif. Suplemen ini menyediakan dosis terkonsentrasi flavanol tanpa tambahan zat yang tidak diinginkan, memungkinkan manfaat kesehatan diperoleh secara optimal.
Penelitian juga menunjukkan bahwa suplemen flavanol kakao bisa membantu melindungi jantung, memperlambat penuaan, dan berpotensi menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Implikasi untuk Gaya Hidup Sehat
Temuan ini memberikan perspektif baru dalam pola makan sehat. Dengan memasukkan cokelat atau suplemen flavanol dalam diet rutin, masyarakat dapat menikmati camilan favorit sekaligus menjaga kesehatan jantung. Penting untuk diingat bahwa konsumsi cokelat tetap harus seimbang dan tidak berlebihan, agar manfaatnya maksimal tanpa efek samping dari kalori berlebih.
Selain itu, penelitian ini mendorong pendekatan yang lebih kreatif dalam pengobatan dan pencegahan penyakit jantung. Suplemen flavanol dapat menjadi bagian dari strategi nutrisi yang mendukung kesehatan jantung, bahkan mungkin suatu hari digunakan sebagai resep medis tambahan dalam penanganan risiko kardiovaskular.
Cokelat, terutama yang kaya flavanol, bukan sekadar camilan lezat tetapi juga sumber nutrisi yang menyehatkan jantung dan berpotensi memperlambat penuaan. Konsumsi rutin cokelat atau suplemen flavanol dapat menurunkan risiko penyakit arteri koroner, membantu menjaga tekanan darah, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
Dengan penelitian yang terus berkembang, mungkin suatu hari cokelat akan menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit jantung dan penuaan dini, menjadikannya camilan favorit sekaligus sekutu kesehatan yang berharga.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penjelasan DJP soal Cashback di Coretax dan Dampaknya bagi Wajib Pajak
- Senin, 26 Januari 2026
Aturan Baru DJP Perkuat Penagihan Pajak, Akses Layanan Publik Bisa Dibatasi
- Senin, 26 Januari 2026
BTN Siapkan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Aksi Korporasi Besar 2026
- Senin, 26 Januari 2026
Pemerintah Rilis ORI029 dengan Kupon Tetap Menarik Hingga 5,80 Persen
- Senin, 26 Januari 2026
Berita Lainnya
BRIN Teliti Senyawa Kulit Manggis sebagai Kandidat Terapi Baru Kanker Payudara`
- Senin, 26 Januari 2026
Punya GERD? Jangan Salah Makan, Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari
- Senin, 26 Januari 2026
11 Obat Herbal Alami yang Dipercaya Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi
- Senin, 26 Januari 2026
5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
- Senin, 26 Januari 2026
Resep Creamy Beef Mushroom Rumahan yang Gurih dan Praktis untuk Menu Harian Keluarga
- Senin, 26 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Ini 12 Cara Mencegah Rambut Rontok Secara Alami
- 26 Januari 2026
4.
Bunga Pinjaman BNI dan 3 Tabel Pinjaman Baru 2026 10 Menit Cair
- 26 Januari 2026











