BRI Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Rumah BUMN, Pisang Goroho Jadi Produk Unggulan

BRI Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Rumah BUMN, Pisang Goroho Jadi Produk Unggulan
BRI Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Rumah BUMN, Pisang Goroho Jadi Produk Unggulan

Jakarta - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus didorong untuk naik kelas dan go global melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. Peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional menjadi alasan utama pentingnya upaya ini. 

Salah satunya adalah inisiatif dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang melalui program Rumah BUMN, berhasil memroses pertumbuhan UMKM di berbagai daerah di Indonesia.

Rumah BUMN, sebuah program kolaborasi antara Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN, hadir sebagai pusat literasi dan inkubasi bisnis bagi UMKM. Sejak diluncurkan pada 2017, inisiatif ini telah menyebar ke 54 lokasi di seluruh negeri, termasuk Rumah BUMN BRI Kotamobagu di Sulawesi Utara, Senin, 6 Januari 2025.

Dipimpin oleh Rima Istiari, fasilitator berusia 32 tahun, Rumah BUMN BRI Kotamobagu melakukan serangkaian program inovatif untuk membantu pelaku UMKM. Rima menjelaskan, "Kami fokus memberikan pelatihan, mengadakan bazar, dan membangun kerja sama dengan bagian BRI untuk mempermudah akses layanan keuangan bagi pelaku usaha."

Lebih dari sekedar pelatihan, Rima juga aktif mengajak stakeholder daerah untuk bergabung dan mempromosikan Rumah BUMN BRI Kotamobagu melalui media sosial. Hingga saat ini, Rumah BUMN BRI Kotamobagu telah membina sekitar 1.000 UMKM, dengan sektor pangan sebagai salah satu andalan, terutama produk pisang goroho khas Sulawesi Utara.

Pisang goroho ini bukan hanya disukai secara lokal, tetapi juga berhasil tampil dalam Bazar UMKM BRIliaN di Taman BRI, Jakarta pada 16 Desember 2024. Kegiatan ini menjadi platform bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan mereka.

Selain itu, Rumah BUMN menyediakan berbagai pelatihan penting, mulai dari pengembangan mindset entrepreneur, manajemen keuangan, hingga tips fotografi produk. Salah satu program favorit adalah re-branding kemasan yang membantu UMKM meningkatkan daya saing melalui tampilan produk yang lebih menarik. Pelaku UMKM juga diberdayakan agar melek teknologi dan menjangkau pasar digital dengan memanfaatkan e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan platform BRI, Localoka.

Baca Juga

Bencana Sumatera Tak Hambat Target Penyerapan Beras Bulog 2026

Tri Kismayanti

Tri Kismayanti

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan

Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan

Otorita IKN Perkuat Kolaborasi Infrastruktur dan Masyarakat Atasi Banjir Sekitar Ibu Kota

Otorita IKN Perkuat Kolaborasi Infrastruktur dan Masyarakat Atasi Banjir Sekitar Ibu Kota

Program SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga 31 Januari 2026 Lewat Skema RPATA

Program SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga 31 Januari 2026 Lewat Skema RPATA

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026