KAI Optimalkan Jalur Green Line, Targetkan Operasional SF12 di 2027
JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, Bobby Rasyidin menekankan bahwa akselerasi elektrifikasi serta persinyalan demi operasional KRL dengan 12 rangkaian atau SF12 di lintasan Tanah Abang—Rangkasbitung (Green Line) merupakan prioritas tertinggi perusahaan.
Bobby menyatakan, pengerjaan proyek tersebut akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026 dan ditargetkan selesai dalam jangka waktu enam sampai delapan bulan mendatang.
“Kami kejar enam sampai delapan bulan untuk SF12. Iya dong [awal 2027 selesai], itu prioritas utama kami,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Paling tidak, sambung Bobby, sasaran utama adalah dapat mengoperasikan SF12.
Sebabnya lintasan Tanah Abang—Rangkasbitung atau Green Line saat ini hanya mampu melayani SF8 serta SF10.
Harapannya, warga pengguna Green Line bisa bernapas lebih lega dengan rangkaian yang makin luas maupun menikmati kereta baru.
Saat ini kereta baru dari China, CRRC Sifang Co., Ltd., maupun kereta baru dari PT Industri Kereta Api (INKA) telah melayani Bogor Line serta Cikarang Line.
“Jadi paling tidak, pelanggan-pelanggan kami yang di Rangkas itu sudah mulai bisa bernafas sedikit sama nikmati rangkaian baru,” tambahnya.
Bobby menuturkan pihak perseroan telah mencoba mengoperasikan SF12 di Green Line beberapa waktu lalu.
Hasilnya, aliran listrik yang ada tak mampu menjalankan rangkaian kereta tersebut serta daya turun atau mengalami trip.
Dalam temuannya, saat ini Green Line telah sangat padat dengan okupansi mencapai 161% atau setiap meter persegi di dalam gerbong diisi hingga delapan orang.
Melalui peningkatan layanan ini, nantinya kapasitas listrik ditambah, sinyal ditingkatkan, serta jeda antarkereta atau headway akan dipangkas dari sebelumnya 10 menit hingga 15 menit.
“Nanti kami akan pendekkan jaraknya. Sekarang keretanya itu cuma 8-10 rangkaian, semua nanti akan 12,” jelasnya.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan jumlah pengguna Green Line meningkat dari 43,31 juta orang pada 2022 menjadi 77,55 juta orang sepanjang 2025.
Sementara itu, hanya dalam periode Januari–Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 33,39 juta pelanggan.
Lonjakan tersebut menjadikan lintas Tanah Abang–Rangkasbitung sebagai salah satu koridor dengan tekanan kapasitas paling besar di jaringan KRL Jabodetabek.
Tingkat okupansi pada waktu sibuk mencapai sekitar 161%, melampaui lintas Bogor yang berada di kisaran 130% serta Bekasi/Cikarang sekitar 140%.
Sementara itu, suplai daya saat ini masih berada di level 3.000 volt, lebih rendah dibandingkan lintas Bogor serta Bekasi yang telah memakai daya 4.000 volt.
Guna mengatasi kendala tersebut, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiapkan penambahan 11 gardu traksi di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.
Penguatan sistem listrik aliran atas menjadi syarat utama sebelum rangkaian yang makin panjang dapat dioperasikan secara penuh.