Gubernur Jambi Buka Rakernas ADPMET 2026, Fokus Optimalisasi Migas

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:37:17 WIB
Rakernas Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan

JAMBI – Rakernas Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jambi Al Haris, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum ADPMET, bertempat di Swissbell Hotel pada Kamis, 7 Mei 2026.

Rakernas yang mengusung tema "Memperkuat Fiskal dan Integrasi Sumur Tua, Sumur Masyarakat, Idle Field, serta Pengembangan Modular Refinery" ini diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi konkret.

 Agenda ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakatoni, beserta para Bupati yang menjadi anggota dan pengurus ADPMET.

Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa di tengah ketidakstabilan geopolitik dunia akibat konflik di wilayah penghasil minyak, Provinsi Jambi berkomitmen memaksimalkan sumber daya alamnya demi mendukung perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat setempat.

"Perperangan dunia mengganggu pasokan minyak internasional, tapi sumber daya kami di Indonesia harus dimanfaatkan habis-habisan," ungkap Gubernur Al Haris dikutip dari berbagai sumber, Jumat(5/8/2026)

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga menyampaikan keluhan dari daerah-daerah penghasil terkait kebijakan fiskal yang ada saat ini.

"DBH migas adalah tulang punggung penerimaan daerah, tapi skema pemotongan saat ini batasi ruang fiskal kami," katanya.

Ia menegaskan pentingnya penyesuaian yang proporsional dengan mempertimbangkan kontribusi nyata daerah, serta dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ditimbulkan.

"Target utama adalah peningkatan lifting minyak yang diharapkan mendorong naiknya dana bagi hasil daerah, sehingga bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan belanja public," ucapnya.

Selain itu, Gubernur Al Haris mendesak adanya optimalisasi terhadap sumur tua, sumur masyarakat, hingga lapangan yang tidak aktif (idle field).

"Ini sumber daya nyata untuk tingkatkan produksi nasional dan ekonomi daerah. Butuh kebijakan adaptif dan kemitraan sehat Kilang Mini, Kunci Pertumbuhan Ekonomi. 

Sorotan utama: pengembangan modular refinery atau kilang mini mulut tambang, Daerah jangan cuma jadi lokasi eksploitasi, tapi pusat pertumbuhan energi baru," tambahnya.

Menurut Gubernur Al Haris, situasi global yang mengganggu pasokan minyak dunia saat ini justru harus dijadikan momentum bagi Indonesia, terutama bagi Jambi yang merupakan salah satu lumbung energi.

"Sementara sumber daya alam kami masih melimpah, inilah saatnya kami maksimalkan minyak dan gas untuk memberikan sumbangan besar ke negara," tuturnya.

Gubernur Al Haris pun mengajak seluruh anggota untuk memperjuangkan hak-hak daerah, seperti tambahan DBH transisi energi, alokasi gas untuk daerah, hak kelola sumur tua, hingga insentif carbon capture yang didukung oleh komitmen iuran anggota.

"Melalui asosiasi daerah penghasil minyak dan gas, Jambi siap meningkatkan lifting minyak, mengembangkan energi terbarukan, serta melibatkan UMKM dan Bank Jambi dalam rantai pasok energi.

 Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan semua pihak, Jambi siap jadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah badai geopolitik," pungkasnya.

Terkini