JAKARTA – Melalui agenda hilirisasi nasional Presiden Prabowo meresmikan 13 proyek strategis termasuk kilang bensin guna memangkas angka impor energi hingga 10 persen.
Pemerintah menonjolkan pembangunan fasilitas kilang di Cilacap dan Dumai sebagai fondasi utama dalam memperkokoh industri energi di tanah air.
"Pembangunan kilang gasoline ini merupakan bagian dari implementasi peta jalan hilirisasi tahap II yang diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 153 ribu kiloliter per tahun," ujar Bahlil Lahadalia, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Minggu (3/5/2026).
Bahlil Lahadalia berpendapat, bahwa percepatan ini menjadi bukti nyata efektivitas Satuan Tugas Hilirisasi dalam mewujudkan kedaulatan serta meningkatkan penerimaan negara.
Kritik dari barisan oposisi yang meragukan dampak kebijakan ini dibalas dengan fakta lapangan mengenai proyek yang sudah memasuki fase konstruksi.
Wilayah seperti Morowali hingga Sei Mangkei menjadi saksi bisu transformasi ekonomi dari pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri mandiri.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada proyek Dimethyl Ether di Tanjung Enim.
Langkah ini diambil guna menekan ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini masih menyentuh angka 80 persen dari total kebutuhan.
Selain pengolahan produk infrastruktur pendukung seperti tangki penyimpanan bahan bakar juga terus dikebut pembangunannya.
Lokasi strategis di Palaran dan Maumere dipilih untuk menjamin distribusi energi yang lebih merata ke seluruh penjuru negeri.
Keberhasilan seluruh rangkaian proyek strategis ini diproyeksikan akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang lebih tangguh.