China Instruksikan Perusahaan Abaikan Sanksi AS Soal Minyak Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 13:36:57 WIB
ilustrasi china

BEIJING – China secara resmi meminta perusahaan domestik untuk tetap melanjutkan impor dan abaikan sanksi AS soal minyak Iran demi menjaga stabilitas energi nasional.

Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa kerja sama ekonomi dengan Teheran merupakan hak kedaulatan yang tidak boleh diganggu oleh kebijakan luar negeri negara lain.

"Kami mendesak pihak AS untuk menghormati hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional, serta berhenti menjatuhkan sanksi ilegal terhadap perusahaan China," ujar Mao Ning, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Minggu (3/5/2026).

Mao Ning berpendapat, bahwa tindakan Washington yang memaksakan kehendak melalui tekanan ekonomi hanya akan merusak rantai pasok energi global yang sudah rapuh.

Beijing berkomitmen untuk melindungi kepentingan sah entitas bisnis mereka yang bergerak di sektor minyak dan gas.

Instruksi ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya Amerika Serikat yang ingin memutus aliran pendapatan Iran dari sektor komoditas.

Para pengamat menilai keputusan 2 negara ini akan memicu dinamika baru dalam pasar minyak mentah dunia.

Aliran kargo dari Iran menuju pelabuhan-pelabuhan utama di China dilaporkan tetap berjalan stabil meskipun ada ancaman pembatasan finansial.

Tiongkok merupakan pembeli terbesar minyak Iran dan telah mengembangkan mekanisme pembayaran khusus untuk menghindari sistem perbankan Barat.

Kebijakan energi ini menjadi prioritas utama bagi otoritas di Beijing dalam menghadapi potensi krisis bahan bakar di masa depan.

Terkini