Ironi Batu Bara: Kapasitas Naik, Produksi Listrik Global Justru Turun

BATU BARA. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Selasa, 02 Juni 2026 | 09:57:45 WIB

JAKARTA - Di tengah masifnya gerakan transisi energi hijau, sebuah ironi muncul dalam sektor energi dunia.

Kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara global tercatat mengalami lonjakan sebesar 3,5 % selama tahun 2025.

Namun, di balik penambahan jumlah pembangkit tersebut, total produksi listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil ini justru menunjukkan tren penurunan.

Merujuk pada laporan terkini Global Energy Monitor (GEM) yang diberitakan AFP pada Sabtu (30/5/2026), pertumbuhan kapasitas ini didorong utamanya oleh pembangunan infrastruktur yang agresif di China dan India.

Data dari lembaga yang memantau pergerakan pembangkit listrik batu bara lebih dari satu dekade ini memperlihatkan dinamika unik, di China kapasitas pembangkit batu bara mengalami kenaikan tajam sebesar 6 % tahun lalu.

Akan tetapi, produksi listrik nyata dari sektor tersebut justru terkoreksi 1,2 %.

India mencatatkan tren serupa, kapasitas pembangkit di sana naik hampir 4 %, namun volume produksinya justru merosot hingga mendekati 3 %.

Project Manager Global Coal Plant Tracker GEM sekaligus penulis laporan tersebut, Christine Shearer, memaparkan adanya pengaruh politik serta ekonomi lokal di balik keanehan ini.

"Di kedua negara tersebut, banyak provinsi dan negara bagian yang memimpin pengembangan batu bara merupakan wilayah penghasil batu bara utama. Mereka memiliki insentif ekonomi yang kuat untuk terus membangun pembangkit baru," jelas Shearer kepada AFP.

Walaupun batu bara tetap menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global, temuan ini memberikan harapan bagi agenda penanganan perubahan iklim.

Pemicu utama di balik merosotnya produksi listrik batu bara ini adalah semakin luasnya adopsi energi terbarukan.

Saat ini, investasi pada pembangkit listrik tenaga angin dan panel surya menjadi lebih terjangkau serta melimpah.

Kedua sumber energi tersebut terbukti mampu memenuhi peningkatan permintaan listrik dunia.

Dampaknya terlihat nyata pada lanskap energi dunia.

Efektivitas penetrasi energi bersih ini berhasil menekan total produksi listrik batu bara global sebesar 0,6 % pada tahun 2025 jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.

Fenomena ini memberi indikasi kuat bahwa meskipun infrastruktur batu bara terus dibangun, ketergantungan dunia terhadap energinya mulai terkikis secara perlahan namun pasti.

Reporter: Talita Malinda