Pasar Modal Indonesia Andalkan Peran Aktif Generasi Muda

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 21 Mei 2026
Pasar Modal Indonesia Andalkan Peran Aktif Generasi Muda
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. (Sumber Foto: asarpua.com)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat basis investor domestik dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal.

Fokus utama ditujukan kepada generasi muda yang diharapkan menjadi motor penggerak Pasar Modal Indonesia di masa mendatang.

“Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Bandar Lampung yang diselenggarakan pada 18–19 Mei 2026.

Menurut Hasan, jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai sekitar 26,7 juta hingga 5 Mei 2026.

Sementara itu, Provinsi Lampung mencatat sekitar 614 ribu investor dan menempati peringkat kesembilan secara nasional.

Di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital dan ketidakpastian global, Hasan menekankan pentingnya pemahaman investasi agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan dengan bijak.

Hasan menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan tingkat literasi Pasar Modal Indonesia masih di angka 17,78 persen.

“Nah tentu PR kami bersama, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan penipuan,” kata Hasan.

Hasan menegaskan urgensi kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan keuangan digital yang marak terjadi.

“Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak. Apakah pihak yang menawarkan memiliki izin? Apakah produknya terdaftar di OJK atau otoritas terkait? Kemudian yang kedua, logis atau tidak. Kalau imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal, maka kami harus waspada,” ujar Hasan.

Di sisi lain, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sulpakar, mewakili Gubernur Lampung, mengapresiasi penyelenggaraan edukasi bagi generasi muda tersebut.

“Di tengah perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi yang kuat, termasuk literasi keuangan,” kata Sulpakar saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.

Menurutnya, pengetahuan tentang pasar modal krusial agar generasi muda mampu mengambil keputusan ekonomi yang cerdas dan bertanggung jawab.

Sulpakar juga mengingatkan pentingnya sikap waspada terhadap investasi ilegal.

“Kemudahan akses investasi saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang benar agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak mudah terjebak pada investasi ilegal. Sekali lagi saya ulang, mahasiswa tidak mudah terjebak pada investasi ilegal ataupun pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan,” kata Sulpakar.

Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, memandang pasar modal kini memegang peranan strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar. Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah,” ujar Muhammad Kadafi.

Ia menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda di tengah dinamika ekonomi saat ini.

“Ini menjadi motivasi besar bagi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan memahami dunia investasi serta sektor keuangan Indonesia,” katanya.

Kegiatan SEPMT 2026 di Lampung mencakup serangkaian acara, mulai dari sosialisasi obligasi daerah, edukasi perdagangan karbon, kuliah umum bagi 1.500 mahasiswa, hingga media gathering.

OJK berharap kegiatan ini mampu memperluas literasi pasar modal dan mendukung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua