WMUU Genjot Produksi Ayam Petelur 2026, Strategi Dongkrak Kinerja dan Pendapatan

WMUU Genjot Produksi Ayam Petelur 2026, Strategi Dongkrak Kinerja dan Pendapatan
WMUU Genjot Produksi Ayam Petelur 2026, Strategi Dongkrak Kinerja dan Pendapatan

JAKARTA - Upaya memperbaiki kinerja terus dilakukan oleh PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) dengan mengoptimalkan strategi bisnis di tahun 2026. 

Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah meningkatkan produksi ayam petelur sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan. Pendekatan ini bukan hanya bertujuan memperkuat struktur pendapatan, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan fasilitas produksi yang sebelumnya belum optimal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan dalam merespons dinamika industri perunggasan yang terus berkembang. Dengan mengalihkan fokus pada lini ayam petelur, perusahaan berharap dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil sekaligus memperluas kontribusi bisnis terhadap total kinerja keuangan.

Baca Juga

SPKLU Terbesar di Indonesia Hadir di Summarecon Mall Bekasi, Ini Keunggulannya

Direktur Widodo Makmur Unggas Wahyu Andi Susilo mengatakan, langkah yang dilakukan perseroan terutama ialah melalui utilisasi fasilitas produksi menjadi produksi ayam petelur.

Optimalisasi Fasilitas dan Peningkatan Kontribusi Pendapatan

Transformasi fasilitas produksi menjadi kunci penting dalam strategi ini. WMUU melakukan konversi kandang yang sebelumnya digunakan untuk broiler menjadi kandang ayam petelur. Strategi ini telah mulai dijalankan sejak tahun lalu dan menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

“Kita melakukan diversifikasi terhadap beberapa fasilitas produksi yang tidak terutilisasi atau unutilized, kita swap dari yang sebelumnya kandang broiler, kita isi ayam petelur,” kata Andi.

Hasil dari langkah tersebut terlihat dari kontribusi bisnis ayam petelur yang meningkat 11,76% year-on-year (yoy) menjadi Rp 57 miliar sepanjang 2025. Secara keseluruhan, lini ini menyumbang sekitar 7,6% terhadap total pendapatan perusahaan.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa diversifikasi berbasis optimalisasi aset dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat struktur pendapatan perusahaan.

Rights Issue dan Penguatan Struktur Keuangan

Selain fokus pada operasional, WMUU juga menyiapkan langkah strategis dari sisi keuangan. Perusahaan berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan 6,1 miliar lembar saham yang ditargetkan dapat menghimpun dana sekitar Rp 600 miliar.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk dua kebutuhan utama. Sebesar Rp 400 miliar akan digunakan untuk mengonversi utang menjadi ekuitas melalui skema debt to equity, sementara Rp 200 miliar sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.

Modal kerja ini akan difokuskan untuk meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, khususnya pada segmen ayam petelur yang tengah menjadi prioritas perusahaan.

“Tahun ini tidak ada belanja modal (capex) baru tetapi akan melanjutkan konversi fasilitas-fasilitas yang ada untuk ayam petelur,” ujar Andi menjawab Kontan.

Langkah ini mencerminkan strategi efisiensi yang tidak hanya berfokus pada ekspansi, tetapi juga pada penguatan fundamental keuangan perusahaan.

Efisiensi Operasional dan Perbaikan Kinerja

Di tengah upaya ekspansi lini bisnis, WMUU juga tetap menjaga efisiensi operasional, terutama pada segmen rumah potong ayam. Upaya efisiensi ini memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan, khususnya dalam menekan kerugian.

Tercatat, rugi bersih WMUU berhasil menyusut 31,1% secara tahunan menjadi Rp 83,3 miliar pada 2025. Perbaikan ini menunjukkan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan mulai memberikan hasil yang nyata terhadap kesehatan keuangan perusahaan.

Dari sisi pendapatan, WMUU juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang 2025, penjualan bersih melonjak 96% yoy dari Rp 378,12 miliar menjadi Rp 740,93 miliar.

Kontributor terbesar masih berasal dari segmen karkas yang menyumbang Rp 643 miliar atau 86,8% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen ayam petelur mulai menunjukkan peningkatan kontribusi, diikuti oleh segmen lain seperti day old chick (DOC), pakan, dan broiler commercial.

Ekspansi Pasar dan Prospek Industri Perunggasan

Tidak hanya fokus pada pasar domestik, WMUU juga mulai mengarahkan strategi untuk menembus pasar ekspor. Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah memperoleh sertifikasi animal welfare dari Singapore Food Agency (SFA) untuk rumah potong ayam miliknya.

Dengan sertifikasi tersebut, perusahaan membuka peluang untuk memasuki pasar Singapura, terutama jika terjadi kekurangan pasokan protein ayam di negara tersebut.

Direktur Widodo Makmur Unggas Tri Mahawijaya Herlambang menambahkan, pihaknya juga menargetkan untuk menembus pasar ekspor.

“Kedua, kita memang beberapa kali melakukan penjajakan dengan beberapa negara di Timur Tengah. Kita masih sedang melakukan follow up-follow up,” tuturnya.

Selain itu, WMUU juga berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kemitraan dengan pelaku UMKM yang terlibat dalam program tersebut.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi melanjutkan, pihaknya melihat industri perunggasan masih memiliki prospek positif tahun ini.

"Di sisi lain, industri ini masih memiliki potensi yang sangat baik terhadap kebutuhan produk unggas yang terus meningkat, dan juga peran penting industri dalam penyediaan protein hewani," ujar Ali.

Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, mulai dari optimalisasi produksi, penguatan keuangan, efisiensi operasional, hingga ekspansi pasar, WMUU optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan kinerja di tengah tantangan industri.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Uji Coba MLFF End-to-End Dikebut Pemerintah Demi Sistem Tol Modern

Uji Coba MLFF End-to-End Dikebut Pemerintah Demi Sistem Tol Modern

PLN Catat Penggunaan SPKLU Naik 4 Kali Lipat Selama Mudik Lebaran 2026

PLN Catat Penggunaan SPKLU Naik 4 Kali Lipat Selama Mudik Lebaran 2026

Kemenhut Gandeng AFoCO Dorong Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

Kemenhut Gandeng AFoCO Dorong Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

Menaker Gandeng Danantara dan Kemendagri Dorong Efisiensi Energi Nasional

Menaker Gandeng Danantara dan Kemendagri Dorong Efisiensi Energi Nasional

Menaker Beri Fleksibilitas WFH, Perusahaan Tentukan Sendiri Hari Pelaksanaannya

Menaker Beri Fleksibilitas WFH, Perusahaan Tentukan Sendiri Hari Pelaksanaannya