JAKARTA - Perubahan pola perjalanan masyarakat saat mudik Lebaran 2026 menunjukkan tren yang semakin menarik, terutama dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Di tengah arus mudik yang padat, fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) justru menjadi salah satu layanan yang mengalami lonjakan signifikan, mencerminkan pergeseran preferensi transportasi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Fenomena ini terlihat jelas selama periode siaga Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah, di mana penggunaan SPKLU melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya dari sisi jumlah transaksi, tetapi juga dari konsumsi listrik yang meningkat secara drastis.
Baca JugaKemenhut Gandeng AFoCO Dorong Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial Berkelanjutan
PT PLN (Persero) mencatat bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur serta layanan yang telah dipersiapkan secara matang untuk mendukung kebutuhan pemudik.
Lonjakan Transaksi dan Konsumsi Listrik Kendaraan Listrik
Peningkatan penggunaan SPKLU selama periode mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu indikator kuat berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebutkan bahwa lonjakan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kendaraan listrik.
“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Secara rinci, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, meningkat dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan lonjakan hingga lebih dari empat kali lipat.
Tidak hanya itu, konsumsi listrik kendaraan listrik juga mengalami peningkatan signifikan. Tercatat konsumsi mencapai 7,16 juta kilowatt hour (kWh), jauh lebih tinggi dibandingkan 1,75 juta kWh pada periode yang sama tahun 2025.
Kenaikan ini mencerminkan semakin tingginya aktivitas pengguna kendaraan listrik selama musim mudik, sekaligus memperlihatkan kesiapan infrastruktur dalam mendukung lonjakan tersebut.
Peran Infrastruktur SPKLU dalam Mendukung Mudik Lebaran
Keberhasilan layanan SPKLU selama Lebaran 2026 tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang terus diperluas oleh PLN bersama mitra. Penyediaan ribuan unit SPKLU di berbagai wilayah menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran perjalanan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antara SPKLU sekitar 22 kilometer.
Khusus untuk jalur mudik utama di Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik. Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan dengan periode Idul Fitri tahun sebelumnya.
Penambahan ini memberikan jaminan ketersediaan titik pengisian daya yang lebih merata, sehingga pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
Capaian tersebut juga menjadi bagian dari keberhasilan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus menjaga keandalan pasokan energi nasional.
“Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujar Darmawan.
Inovasi Layanan dan Teknologi Pengisian Daya
Selain memperluas jaringan SPKLU, PLN juga terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi teknologi pengisian daya. Upaya ini dilakukan untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan efisien bagi pengguna kendaraan listrik.
Beberapa SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging. Dengan peningkatan ini, waktu pengisian daya menjadi lebih singkat, sehingga mendukung mobilitas pengguna yang membutuhkan efisiensi waktu selama perjalanan jauh.
Langkah ini menjadi penting mengingat kebutuhan pengisian daya selama mudik cenderung meningkat, terutama di titik-titik dengan volume kendaraan tinggi seperti rest area dan jalur tol utama.
Tidak hanya itu, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di lokasi strategis, terutama di area exit tol. Kehadiran unit mobile ini menjadi solusi darurat bagi pengguna yang membutuhkan pengisian daya secara cepat di lokasi yang belum terjangkau SPKLU permanen.
Seluruh layanan ini didukung oleh ribuan personel siaga yang memastikan operasional berjalan lancar selama periode RAFI.
Dorongan Menuju Transisi Energi Bersih di Indonesia
Lonjakan penggunaan SPKLU selama Lebaran 2026 tidak hanya mencerminkan tren sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi besar menuju penggunaan energi bersih di Indonesia. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih ke alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.
PLN melihat momentum ini sebagai peluang untuk terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik di masa mendatang. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra industri, menjadi kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional.
“Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” kata Darmawan.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, PLN optimistis penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat, seiring dengan ketersediaan infrastruktur yang semakin luas dan teknologi yang semakin canggih.
Ke depan, penguatan ekosistem kendaraan listrik diharapkan tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon serta pencapaian target energi berkelanjutan di Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Menaker Beri Fleksibilitas WFH, Perusahaan Tentukan Sendiri Hari Pelaksanaannya
- Kamis, 02 April 2026
Tarif Listrik April–Juni 2026 Resmi Tetap, Cek Daftar Lengkap per kWh Terbaru
- Kamis, 02 April 2026










