WhatsApp Luncurkan Fitur Baru untuk Deteksi Penipuan Perangkat Tertaut
- Sabtu, 14 Maret 2026
JAKARTA - Upaya penipuan digital terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan aplikasi pesan instan di berbagai negara.
Modus yang digunakan pelaku pun semakin beragam, mulai dari penipuan berkedok pekerjaan hingga pembajakan akun melalui perangkat yang ditautkan. Kondisi ini mendorong perusahaan teknologi untuk memperkuat sistem keamanan agar pengguna tidak mudah menjadi korban kejahatan siber.
Salah satu langkah terbaru datang dari WhatsApp yang kini menghadirkan fitur perlindungan tambahan untuk mendeteksi indikasi penipuan lebih awal. Pembaruan ini tidak hanya berlaku pada WhatsApp, tetapi juga pada platform lain milik Meta seperti Facebook dan Messenger. Dengan sistem deteksi yang lebih canggih, pengguna diharapkan bisa memperoleh peringatan sebelum berinteraksi dengan pihak yang mencurigakan.
Baca JugaCek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Sabtu 14 Maret 2026 untuk Perpanjangan SIM
Fitur baru ini menjadi bagian dari upaya Meta dalam meningkatkan keamanan komunikasi digital. Sistem tersebut dirancang untuk mengenali pola aktivitas yang mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan proses penautan perangkat yang sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan untuk mengakses akun korban.
Meta Tambahkan Sistem Deteksi Penipuan di Seluruh Platform
WhatsApp, Facebook, dan Messenger kedatangan fitur perlindungan baru terhadap penipuan di seluruh platform miliknya. Lewat update ini, Meta mulai menghadirkan sistem deteksi dan peringatan dini di platform media sosial mereka.
Dengan fitur baru di WhatsApp, Facebook, dan Messenger ini, pengguna diharapkan bisa menghindari jebakan penipu sebelum terlambat.
Langkah ini dilakukan dengan menghadirkan sistem deteksi serta peringatan kepada pengguna untuk membantu melindungi pengguna dari aksi penipuan, sebagaimana dikutip dari BleepingComputer.
Fitur-fitur baru ini dirancang untuk mendeteksi potensi upaya penipuan lebih awal, bahkan sebelum pengguna berinteraksi dengan pelaku melalui platform WhatsApp, Facebook, dan Messenger.
Melalui pendekatan ini, Meta berupaya menekan berbagai bentuk penipuan yang selama ini banyak terjadi di layanan pesan instan.
Peringatan Otomatis Saat Terdeteksi Aktivitas Mencurigakan
Melalui pembaruan ini, WhatsApp kini akan memberi peringatan kepada pengguna ketika sistem mendeteksi sinyal perilaku yang mengindikasikan adanya upaya penipuan pada permintaan tautan perangkat.
Modus ini kerap digunakan penipu untuk mengambil alih akun korban dengan cara membujuk pengguna agar membagikan kode tautan atau memindai kode QR berbahaya yang dikirimkan oleh pelaku
Skemanya terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa serius. Penipu biasanya lebih dulu membujuk korban agar memberikan nomor telepon. Setelah itu, korban diarahkan untuk membagikan kode tautan perangkat atau diminta memindai kode QR berbahaya kiriman pelaku.
Saat langkah itu berhasil dilakukan, perangkat milik penipu bisa langsung terhubung ke akun WhatsApp korban.
Meta menjelaskan, pelaku memang berupaya membuat proses tersebut terlihat wajar. Korban bisa saja merasa sedang mengikuti instruksi biasa, pada kenyataannya akses ke akun mereka sedang dipindahkan ke perangkat orang lain.
Ancaman Keamanan di Balik Fitur Tautan Perangkat
Peningkatan keamanan ini hadir setelah muncul peringatan serius dari lembaga intelijen Belanda. Layanan Intelijen dan Keamanan Pertahanan Belanda, serta Layanan Intelijen dan Keamanan Umum sebelumnya mengungkap ada kampanye phishing menargetkan pemerintah di negara tersebut.
Kedua lembaga intelijen tersebut menyebutkan, peretas yang didukung negara Rusia berupaya mengakses akun pesan milik para pejabat pemerintah melalui layanan seperti Signal dan WhatsApp.
Risiko Keamanan di Balik Fitur Tautan Perangkat WhatsApp
WhatsApp memungkinkan pengguna untuk menghubungkan ke beberapa perangkat, seperti komputer, ponsel, dan tablet ke satu akun dapat mengirim serta menerima pesan berbagai perangkat tersebut. Proses ini dilakukan dengan memindai kode QR yang dihasilkan oleh perangkat utama, sehingga perangkat baru memperoleh izin untuk mengakses dan menyinkronkan pesan.
Namun, celah ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Jika penyerang berhasil menipu pengguna untuk menghubungkan perangkat berbahaya ke akun WhatsApp mereka, pelaku dapat memperoleh akses ke pesan korban. Dengan akses tersebut, penyerang dapat membaca percakapan hingga mengirim pesan dengan menyamar sebagai pemilik akun.
Berbeda dengan kasus pembajakan akun, korban biasanya masih tetap dapat mengakses akun WhatsApp miliknya. Kondisi ini membuat pelanggaran keamanan tersebut lebih sulit terdeteksi oleh pengguna.
Meta Gunakan AI untuk Memerangi Penipuan Online
Meta Manfaatkan AI untuk Menindak Iklan dan Akun Penipuan
Fitur deteksi penipuan di Messenger juga akan diperluas ke berbagai negara. Fitur ini dirancang untuk mengidentifikasi pola percakapan yang menyerupai skema penipuan umum, seperti tawaran pekerjaan palsu dan memberikan pengguna opsi untuk mengirimkan percakapan mencurigakan untuk ditinjau oleh sistem AI.
Sebelumnya Meta juga telah meluncurkan sistem IA yang menganalisis teks, gambar, dan sinyal kontekstual untuk mengidentifikasi peniruan identitas selebriti, peniruan merek, dan tautan menipu yang digunakan oleh pelaku ancaman untuk mengalihkan korban potensial ke situs web penipuan yang meniru situs web resmi.
Pada tahun 2025 Meta mengatakan telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan dan menonaktifkan lebih dari 10,9 juta akun di Facebook dan Instagram yang berkaitan dengan operasi penipuan kriminal.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi kini semakin serius dalam menghadapi ancaman penipuan digital yang terus berkembang. Dengan menggabungkan sistem deteksi otomatis dan teknologi kecerdasan buatan, platform media sosial diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para penggunanya di seluruh dunia.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PMI Salurkan Bantuan Tunai Rp2,3 Miliar untuk 2.306 Korban Banjir Aceh Tamiang
- Sabtu, 14 Maret 2026
Berita Lainnya
Simak Harga Apple Watch Series 10 dan Spesifikasi Smartwatch Premium Terbaru
- Sabtu, 14 Maret 2026
8 Tips Memilih Sepatu Lebaran Nyaman Dipakai Silaturahmi Seharian Tanpa Pegal
- Jumat, 13 Maret 2026









