Transaksi QRIS Melonjak Tajam, Sejumlah Bank Catat Pertumbuhan Pembayaran Digital di Awal 2026

Transaksi QRIS Melonjak Tajam, Sejumlah Bank Catat Pertumbuhan Pembayaran Digital di Awal 2026
Transaksi QRIS Melonjak Tajam, Sejumlah Bank Catat Pertumbuhan Pembayaran Digital di Awal 2026

JAKARTA - Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat. 

Salah satu metode yang paling cepat berkembang adalah pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Metode pembayaran berbasis kode QR ini semakin populer di kalangan masyarakat karena dianggap praktis, cepat, dan mudah digunakan dalam berbagai aktivitas transaksi sehari-hari.

Dalam beberapa tahun terakhir, QRIS tidak hanya menjadi alternatif pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu instrumen utama dalam ekosistem pembayaran digital nasional. Kemudahan yang ditawarkan membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan QRIS untuk berbelanja di berbagai tempat, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan modern.

Baca Juga

BRI Siapkan Layanan Perbankan dan Digital untuk Transaksi Nasabah Saat Lebaran 2026

Seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam sistem pembayaran, berbagai bank di Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan dalam transaksi QRIS. Hal ini menjadi indikasi bahwa transformasi digital di sektor keuangan terus bergerak cepat dan semakin diterima oleh masyarakat luas.

Nilai dan Volume Transaksi QRIS Melonjak Tajam

Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada nilai maupun volume transaksi QRIS pada awal tahun 2026. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode pembayaran berbasis kode QR tersebut semakin banyak digunakan oleh masyarakat dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Nilai transaksi QRIS pada Januari 2026 tercatat mencapai Rp164,48 triliun. Angka ini melonjak 103,35% secara tahunan atau year on year. Peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan yang sangat pesat dalam penggunaan sistem pembayaran digital di Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa pertumbuhan juga terlihat dari sisi volume transaksi. Pada Januari 2026, volume transaksi QRIS tercatat mencapai 1,83 miliar transaksi atau meningkat 131,47% secara tahunan.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2025 volume transaksi QRIS mencapai 15,51 miliar transaksi. Angka tersebut melonjak 148,54% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara nilai transaksi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.420,66 triliun atau meningkat 115,27% secara tahunan.

“Volume transaksi QRIS di tahun 2025 mencapai 15,51 miliar transaksi atau tumbuh 148,54% secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp1.420,66 triliun,” ujar Filianingsih.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi bagian penting dalam aktivitas transaksi masyarakat di era digital.

Pertumbuhan Didukung Merchant dan Pengguna yang Terus Bertambah

Pertumbuhan transaksi QRIS tidak terlepas dari semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran tersebut di berbagai sektor usaha. Semakin banyak merchant yang menerima pembayaran QRIS membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan transaksi digital.

Hingga Januari 2026, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS tercatat mencapai 43,06 juta merchant. Angka ini meningkat 17,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pengguna QRIS juga mengalami peningkatan. Hingga awal 2026 tercatat sebanyak 59,98 juta pengguna telah menggunakan layanan pembayaran tersebut, atau meningkat 7,72% secara tahunan.

Menurut Filianingsih, meningkatnya jumlah merchant dan pengguna menciptakan efek jaringan yang semakin besar dalam ekosistem pembayaran digital.

“Pesatnya transaksi ini antara lain dipengaruhi akseptasi merchant yang semakin tinggi serta peningkatan jumlah pengguna QRIS yang memperkuat ekosistem pembayaran berbasis QRIS dan menciptakan network effect yang semakin masif,” jelasnya.

Melihat tren tersebut, Bank Indonesia menargetkan volume transaksi QRIS dapat mencapai 17 miliar transaksi sepanjang tahun 2026 dengan jumlah merchant mencapai 45 juta. Selain itu, bank sentral juga berencana memperluas kerja sama QRIS lintas negara hingga delapan negara mitra.

Dalam hal biaya transaksi, Filianingsih menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak menerima pendapatan dari Merchant Discount Rate atau MDR QRIS.

“Bank Indonesia berperan menetapkan kebijakan dan ketentuan besaran MDR dalam penyelenggaraan sistem pembayaran, namun tidak menerima pendapatan dari MDR,” ujarnya.

Inovasi QRIS Tap Dorong Kemudahan Transaksi

Selain memperluas jaringan pengguna dan merchant, Bank Indonesia juga terus mendorong inovasi dalam layanan QRIS. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah fitur QRIS Tap.

Layanan ini pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 dan kini terus dikembangkan dengan berbagai fitur tambahan. Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat melakukan transaksi dengan lebih cepat hanya dengan menempelkan perangkat pada sistem pembayaran yang tersedia.

Pada tahun 2026, pengembangan QRIS Tap difokuskan pada perluasan penggunaan fitur tap in dan tap out. Fitur ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memberikan pengalaman pembayaran yang lebih praktis bagi masyarakat.

“Untuk tahun 2026, Bank Indonesia fokus pada perluasan QRIS Tap yang telah diluncurkan pada Maret 2025 dan kini diperluas dengan fitur tap in dan tap out,” kata Filianingsih.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat sistem pembayaran digital nasional yang semakin modern dan inklusif.

Bank-Bank Catat Lonjakan Transaksi QRIS

Tidak hanya Bank Indonesia yang mencatat pertumbuhan transaksi QRIS, sejumlah bank nasional juga melaporkan peningkatan signifikan pada layanan pembayaran digital tersebut.

Di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, transaksi QRIS hingga Februari 2026 tercatat tumbuh 146% secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh semakin banyaknya pengguna aplikasi mobile banking Wondr by BNI.

Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting, mengatakan pertumbuhan tersebut berkaitan dengan meningkatnya jumlah pengguna layanan digital bank tersebut.

“Sampai dengan Februari 2026, transaksi QRIS BNI telah tumbuh sebesar 146% YoY. Pertumbuhan yang signifikan ini didukung dengan jumlah pengguna Wondr by BNI yang telah meningkat 106% YoY,” ujarnya.

Kenaikan transaksi ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based income dari layanan QRIS. Hingga Februari 2026, sales volume transaksi QRIS BNI tercatat tumbuh 121% secara tahunan.

Mesah menambahkan bahwa momen musiman seperti perayaan Imlek dan bulan Ramadan turut mendorong meningkatnya aktivitas transaksi.

“Sejalan dengan pertumbuhan sales volume yang tumbuh 121% YoY, juga mendorong FBI yang dihasilkan dari transaksi QRIS per Februari 2026, termasuk dari peningkatan transaksi pada periode festive seperti Imlek dan Ramadan,” jelasnya.

BNI menargetkan pertumbuhan nominal transaksi QRIS dapat mencapai 140% sepanjang tahun 2026.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi QRIS. Hingga Februari 2026 jumlah transaksi QRIS BTN telah melampaui 16 juta transaksi atau meningkat lebih dari 158% secara tahunan.

Senior Executive Vice President Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah merchant QRIS yang bekerja sama dengan bank tersebut.

“Transaksi QRIS di BTN terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Februari 2026 jumlah transaksi QRIS tercatat lebih dari 16 juta transaksi, meningkat lebih dari 158% YoY,” kata Thomas.

Saat ini jaringan merchant QRIS BTN telah mencapai lebih dari 268.000 merchant. Pendapatan berbasis komisi dari transaksi QRIS BTN juga meningkat lebih dari 127% secara tahunan.

BTN sendiri menargetkan jumlah transaksi QRIS dapat mencapai lebih dari 82 juta transaksi pada akhir tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, bank ini akan memperluas jaringan merchant, menghadirkan berbagai program promosi, serta memperkuat infrastruktur sistem pembayaran digital agar transaksi menjadi lebih cepat dan aman.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7% mencapai Rp8,9 Triliun, Seiring dengan Naiknya Transaksi Digital Masyarakat melalui Livin’ by Mandiri

Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7% mencapai Rp8,9 Triliun, Seiring dengan Naiknya Transaksi Digital Masyarakat melalui Livin’ by Mandiri

Antisipasi Transaksi Lebaran, BSI Buka 162 Kantor Cabang Operasional

Antisipasi Transaksi Lebaran, BSI Buka 162 Kantor Cabang Operasional

Perluas Layanan, Bank Digital Hadirkan Tarik Tunai Lewat ATM Konvensional

Perluas Layanan, Bank Digital Hadirkan Tarik Tunai Lewat ATM Konvensional

Transaksi QRIS BTN Tembus 16 Juta hingga Februari 2026, Melonjak 158 Persen

Transaksi QRIS BTN Tembus 16 Juta hingga Februari 2026, Melonjak 158 Persen

AAUI Sebut Kanal Digital Jadi Peluang Besar Pertumbuhan Premi Asuransi

AAUI Sebut Kanal Digital Jadi Peluang Besar Pertumbuhan Premi Asuransi