Safari Ramadhan, Wapres Gibran Perkuat Pesantren sebagai Pusat Ekonomi Berbasis Teknologi

Safari Ramadhan, Wapres Gibran Perkuat Pesantren sebagai Pusat Ekonomi Berbasis Teknologi
Safari Ramadhan, Wapres Gibran Perkuat Pesantren sebagai Pusat Ekonomi Berbasis Teknologi

JAKARTA - Transformasi pesantren menuju pusat ekonomi dan bisnis berbasis teknologi menjadi salah satu fokus Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam rangkaian Safari Ramadhan tahun ini. 

Upaya tersebut ditegaskan saat Wapres mengunjungi Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga penegasan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kapasitas pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat, pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.

Baca Juga

Kemensetneg Rilis Skema Rekayasa Lalu Lintas Nasional untuk Mudik Lebaran 2026

"Di tengah era kemajuan teknologi yang semakin masif ini, kita ingin pesantren juga mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi, baik di bidang pertanian modern, peternakan modern, robotic, blockchain, dan AI," ujar Wapres dalam keterangannya di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres bersilaturahmi dengan Pengasuh Pesantren Al Hamid K.H. Lukman Hakim Hamid, jajaran pengurus, serta para santri.

Santri Didorong Jadi Pelopor Inovasi

Dalam berbagai kesempatan, Wapres menekankan pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman, terutama di tengah percepatan kemajuan teknologi. Menurutnya, santri tidak hanya dipersiapkan sebagai penjaga nilai moral, tetapi juga sebagai aktor perubahan yang mampu menghadirkan solusi konkret di berbagai sektor.

"Para santri harus mampu menjadi pencipta peluang, menjadi pelopor inovasi yang menciptakan solusi, serta menjadi bagian dari perubahan, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat pada diri para santri," katanya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa modernisasi pesantren tidak berarti meninggalkan tradisi, melainkan mengintegrasikan nilai keislaman dengan kecakapan teknologi. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan dapat berperan dalam pengembangan sektor pertanian modern, peternakan modern, hingga teknologi mutakhir seperti robotik, blockchain, dan kecerdasan buatan.

Dorongan ini sekaligus menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perubahan global.

Penguatan Tata Kelola dan Akses Teknologi

Wapres mengatakan bahwa penguatan kapasitas pesantren perlu dilakukan secara komprehensif. Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi bersama, baik dari sisi manajemen maupun dukungan fasilitas.

"Memang masih banyak hal yang harus kita perbaiki bersama, mulai dari tata kelola pondok pesantren, aksesibilitas terhadap teknologi dan pelatihan, aksesibilitas permodalan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren, serta berbagai program bantuan pemerintah, seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar), MBG (Makan Bergizi Gratis), CKG (Cek kesehatan Gratis), dan lain lain," katanya.

Menurutnya, akses terhadap teknologi dan pelatihan menjadi faktor penting agar pesantren mampu berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis inovasi. Selain itu, akses permodalan juga diperlukan untuk mendorong kemandirian ekonomi lembaga pendidikan tersebut.

Program-program bantuan pemerintah yang telah berjalan diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar santri sekaligus memperkuat fondasi pengembangan pesantren secara berkelanjutan.

Komitmen Pemerintah dan Dukungan Presiden

Lebih lanjut, Wapres menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan pesantren sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

"Namun pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pondok pesantren dan menjadikan pesantren sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Itulah sebabnya Bapak Presiden telah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren," katanya.

Kebijakan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat perhatian negara terhadap pengembangan lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut. Pemerintah ingin memastikan pesantren tidak tertinggal dalam arus modernisasi, sekaligus tetap menjadi penjaga nilai dan moral bangsa.

Sebagaimana sering disampaikan Presiden, kata Wapres, santri masa kini harus tampil sebagai generasi yang tidak hanya menjaga moral bangsa, tetapi juga menjadi motor kemajuan.

"Karena seperti yang Bapak Presiden selalu sampaikan bahwa peran santri masa kini tidak hanya sebagai penjaga moral bangsa tapi juga pelopor kemajuan yang berakhlak berilmu dan berdaya saing," katanya.

Makna Historis dan Harapan Sinergi Berkelanjutan

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al Hamid, Lukman, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres memiliki makna historis tersendiri. Ia mengingatkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan pesantren tersebut dahulu dilakukan oleh Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn.) Try Sutrisno.

Momen tersebut menjadi pengingat kesinambungan perhatian pemerintah terhadap perkembangan pesantren dari masa ke masa. Kunjungan ini pun ditutup dengan pelaksanaan Shalat Ashar berjamaah di Masjid Mantab Al Falah yang berada di kompleks pesantren serta foto bersama para santri.

Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan pesantren semakin kuat dalam mencetak generasi santri yang unggul, adaptif terhadap teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlak. Transformasi pesantren sebagai pusat ekonomi berbasis teknologi menjadi bagian dari langkah strategis membangun bangsa yang berdaya saing di era digital tanpa kehilangan identitas dan karakter.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menko Polkam Tinjau Kilang Balikpapan untuk Pastikan Pasokan BBM Nasional Tetap Aman

Menko Polkam Tinjau Kilang Balikpapan untuk Pastikan Pasokan BBM Nasional Tetap Aman

Kemenhaj DIY Pastikan Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Kemenhaj DIY Pastikan Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Rencana

BKKBN Sulsel Perkuat Implementasi Program MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting

BKKBN Sulsel Perkuat Implementasi Program MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting

Gubernur Sumut Targetkan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Rampung dan Beroperasi Tahun Ini

Gubernur Sumut Targetkan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Rampung dan Beroperasi Tahun Ini

Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Indonesia ke Arab Saudi Disambut Antusias Jemaah Haji dan Umrah

Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Indonesia ke Arab Saudi Disambut Antusias Jemaah Haji dan Umrah